SuaraTasikmalaya.id - Siapa yang berbohong tentang kejadian isu pelecehan seksual di rumah Magelang lambat laun mulai menemukan titik terang.
Rupanya di rumah Magelang tidak terjadi apa-apa alias tidak ada pelecehan.
Hal itu diungkap terdakwa Bripka Ricky Rizal saat memberi kesaksian di persidangan.
Ketika itu Ricky Rizal melalui kuasa hukumnya, Erman Umar menceritakan awal kejadian dirinya tiba di rumah Magelang.
Erman Umar mengatakan sebelum pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga ada rentetan peristiwa di rumah Magelang.
Saat itu yang dilihat Ricky Rizal atau Bripka RR bukan pelecehan, melainkan pembantu rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, menangis.
Bripka RR juga mengetahui jika terdakwa Kuat Maruf dan mendiang Brigadir J adu mulut.
Saat kejadian cekcok tersebut, Bripka RR melihat Kuat Maruf sudah membawa pisau.
Melihat itu, Bripka RR melakukan sejumlah antisipasi, termasuk mengamankan dua senjata milik mendiang Brigadir J.
Baca Juga: Terkenal Tajir Melintir, Raffi Ahmad tak Pelit Bantu Bayar Cicilan Rumah Jessica Iskandar
Bripka RR juga mengatakan, jika tidak ada pelecehan seksual di rumah Magelang seperti diakui Putri Candrawathi.
Pengakuan dan kesaksian Bripka RR soal tidak adanya pelecehan seksual berasal dari keterangan mendingan Brigadir J yang ketika itu dimintai keterangan oleh Ricky Rizal.
Saat itu Bripka RR menghampiri mendiang Brigadir J yang baru keluar dari kamar Putri Candrawathi.
Mendiang Brigadir J menjawab tidak terjadi apa-apa ketika ditanya Bripka RR.
Pernyataan mendiang Brigadir J ini kemudian jadi keterangan Bripka RR saat memberi kesaksian.
Peristiwa yang terjadi di Magelang dikatakan Bripka RR justri bukan pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir J, melainkan Kuat Maruf membawa pisau dan sedang cekcok dengan Brigadir J.