Dia menegaskan kembali, jika ada hadits-hadits palsu seperti itu sebenarnya ada orang yang ingin kita berbuat baik di bulan Rajab.
“Begitu juga puasa. Tidak ada larangan bagi umat Islam untuk berpuasa kapan pun kecuali di dua lebaran plus hari tasyrik. Tapi jangan anjurkan puasa pada bulan tertentu atas nama Nabi,” katanya.
Nabi, tambahnya, tak pernah melakukan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, kecuali pada bulan Sya’ban.
“Tapi kalau Anda mau puasa di bulan Rajab Senin dan Kamis silakan, mau puasa awal bulan, tengah bulan, akhir bulan silakan. Mau puasa sehari berselang silakan. Tapi jangan berkata karena itu bulan Rajab saya mau puasa sebulan atau sehari,” tegasnya lagi.
Dikatakannya, tidak ada hadits shahih yang menganjurkan puasa di bulan Rajab. “Jangan jadikan puasa itu karena Rajab, karena Nabi tak ajarkan itu,” jealasnya a.
Quraish Shihab mencontohkan, zaman Syaidina Umar ada orang yang puasa sebulan di bulan Rajab, Syaidina Umar menyuruhnya makan, tak usah puasa. Syaidina Umar menegaskan jangan samakan Rajab dengan bulan Ramadhan sehingga puasa sebulan.
Sama halnya dengan umroh di bulan Rajab, itu bagus. “Boleh umroh saat Rajab tapi jangan jadi alasan itu karena Rajab.” katanya.
“Sebenarnya terlalu banyak dari hadits beredar yang dasarnya tidak benar. Maka dilakukan pemurnian. Walaupun tidak berarti apa yang tidak diamalkan Nabi tidak boleh kita lakukan. Puasa boleh saja tapi tidak berkata itu kata Nabi,” tegasnya lagi.
Dalam Al Quran berkata bahwa kita dianjurkan mempersiapkan diri untuk menghadapi Ramadhan melalui Rajab. “Tanamkan dalam diri kalian kedamaian. Jangan perang, jangan juga perang kata-kata. Jangan sampai menganiaya diri kalian,” pungkasnya .***
Baca Juga: Arti Doa Rajab: Allahumma Bariklana Fi Rajaba Wa Sya'bana, Lengkap Tulisan Arab dan Latin