SuaraTasikmalaya.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta klub motor gede (moge) berjuluk ‘Belasting Rijder’ yang beranggotakan para pegawai Direktorat Jendral Pajak (DJP) dibubarkan. Pembubaran ini buntut dari kasus penganiayaan anak salah seorang pejabat DJP yang ditengarai bergaya hidup mewah.
Bisa jadi moge itu dibeli dengan uang halal atau dari gaji resmi, namun Menkeu Sri Mulyani menilai hal tersebut akan menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat, juga melanggar asas kepatutan dan kepantasan publik.
Entah kenapa, usai kejadian ini penjualan moge bekas seperti Harley Davidson langsung ramai di e-commerce dengan harga yang beragam dan fantastis. Bahkan ada yang mencapai Rp700 juta.
Berapa Sih Harga Moge Pegawai DJP?
‘Belasting’ artinya pajak, ‘Rijder’ artinya pengendara. Belasting Rijder menjadi nama klub moge pejabat dan pegawai Direktorat Jendral Pajak (DJP), termasuk sang Dirjen, Suryo Utomo.
Dikutip dari unggahan Instagram @ngomonginuang (01/02/23), dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 31 Desember 2021, Suryo Utomo memasukkan kepemilikan motor gede dalam deretan harta kekayaannya.
Moge itu bermerek Harley Davidson Sportster 2003 dengan harga Rp155 juta yang diperoleh dari hasil sendiri.
Selain itu, ada juga sejumlah kendaraan lain yang nilainya mencapai Rp947 juta, yang seluruhnya juga diperoleh dari upaya sendiri.
Berikut beberapa di antaranya: Motor Yamaha RX King tahun 1996 (Rp16 juta), Motor Kawasaki ER tahun 2019 (Rp52 juta), Mobil Jeep Cherokee tahun 1997 (Rp200 juta).
Bayar Pajaknya Berapa?
Berdasarkan estimasi bayarpajak.com, pajak tahunan untuk Harley Davidson Sportster 2003 sebagai berikut:
PKB Pribadi Rp1.696.500,-; PKB Umum Rp1.131.000,-; PKB Dinas Rp791.700,-; SWDKLLJ Rp35.000,-.
Pegawai Lainnya Juga Punya
Beberapa pejabat DJP lainnya juga bermoge lho, di antaranya:
Peni Hirjanto, Sekretaris Dirjen DJP Kemenkeu: Honda Rebel CMX500 Naked Bike Tahun 2019 = Rp158 juta.
Hestu Yoga Saksama, Direktur Peraturan Perpajakan I: Honda Rebel CMX500 Tahun 2008 = Rp130 juta.
Mekar Satria Utama, Direktur Perpajakan Internasional DJP Kemenkeu: Honda Rebel CMX500 AH in MT Tahun 2008 = Rp120 juta.
Netizen Cuma Bisa Nyimak Ajah
“Bagus ya, jadi diingatkan kembali kalau pejabat semacam itu aslinya pelayan publik, bukan sekedar pekerjaan untuk mengumpulkan kekayaan dan menjamin uang pensiun,” kata @alfredm1987.
“Gue selaku pemilik Beat karbu cicilan masih 2th lagi nyimak ajah,” ujar @mofrzy.
“Sebenernya ga masalah mau pamer pulau pribadi juga asal duitnya ga dari hasil kkn. Yang jadi masalah itu pas pamer ternyata hartannya hasil kkn, terus belum bayar pajak pula. Nyuruh orang taat pajak tapi sendirinya ga taat,” cerocos @akhli_fiqri.
“Dibubarin clubnya.. tp moge nya ttp nongkrong dirumah wkwkwkwk,” tukas @rubica_gm.
“Hasil korupsi semua itu makanya jgn dipamerin,” tutur @adityaapasyaa.
“Efeknya meluas ya. Sampe ngebubarin Club komunitas moge di instansinya. Kacau ni si Dandy,” omong @ahmadrizkinur.i.
“Harusnya pejabat motor nya itu harus beat, mobil mentok agya udah,” cuap @colourspongebob. (*)