Licha, panggilan akrabnya, bermain dengan ‘warna pink’ saat bersua Liverpool. Pemain berjuluk ‘Sang Penjagal’ ini seolah kehilangan kebrutalannya menghadapi Mo Salah.
Berkali-kali bek Argentina itu digocek Salah di sisi kiri pertahanan MU. Tak heran Licha kemudian diganti oleh Tyrell Malacia.
Licha dan Shaw adalah paduan serasi bek tengah kiri dan bek sayap kiri. Keduanya punya kaki kiri dominan.
Pergerakan ajaib Shaw seolah musnah ditiup angin ketika lawan Liverpool. Kerjasamanya dengan Licha juga berantakan.
Julukan “The Tank” alias tank baja jadi tak sinkron kala dibantai Liverpool. Fungsinya sebagai benteng kokoh di depan bek tengah jadi lembek mirip tahu.
Saat skor sudah 0-5, dia diganti Scott McTominay. Setali tiga uang, sang pengganti pun tak becus. MU kebobolan dua gol lagi.
Antony
Usai laga, Antony yang paling banyak menuai kritik pedas dari jurnalis bola. Winger Brasil itu dinilai tak becus main bola, cuma doyan menendang kaki lawan.
Momen ketika dia menebas Robertson hampir menyulut perkelahian antar pemain. Sungguh memalukan.
Sebagai kapten tim, Bruno malah jadi personil paling pesakitan kala digunduli The Reds. Tak ada kepemimpinan penuh wibawa seperti biasanya.
Bruno tertangkap kamera sering ngomel-ngomel sendiri, mengeluh tak karuan, dan tak biasanya lebih banyak diam ketimbang menyemangati rekan-rekannya.