berhamburan.
Kadang-kadang keluar kata-kata takjub, “Ini di Bandung atau di Bali? Kok ngomongnya Sunda semua.”
Ternyata, Haji Endang tak hanya mengelola rumah makan di GWK. Ia juga membuka bisnis serupa di dua tempat strategis lainnya di Pulau Bali, yakni di depan Joger Pantai Kuta dan food court Kuta Galeria.
Sama seperti di GWK, dua outlet itu pun menonjolkan ciri khas kesundaan. “Khusus untuk outlet di Kuta Galeria, saya juga menjual oleh-oleh khas Bandung,” kata H. Endang, yang untuk mengelola tiga rumah makannya mempekerjakan empat belas karyawan. (*)