SUARA TASIKMALAYA- Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang harus dilaksankan oleh setiap umat muslim.
Begitupun dengan sholat fardhu, dikatakan sholat fardhu merupakan tiangnya bagi agama Islam.
Puasa Ramadhan harus diiringi juga dengan sholat fardhu, karena sia-sia jadinya apabila melaksanakan puasa tetapi tidak melaksanakan sholat fardhu.
Namun, bagaimana hukumnya bagi wanita yang sedang dalam masa haid, sehingga harus meninggalkan ke dua ibadah wajib tersebut. Apakah perlu mengqadha keduanya?.
Pada videonya di kanal Youtube Adi Hidayat Official, Ustadz Adi Hidayat membantu menjawab pertanyaan diatas.
Ustadz Adi Hidayat menerangkan, khusus untuk wanita yang sedang haid pada bulan Ramadhan, dia tetap harus qadha puasanya di waktu yang lain. Ini disampaikan berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 184.
“Dari QS. Surat Al-Baqarah ayat 184, mengatakan, jadi kalo dia sakit, kalo dia safar, maka dia tunaikan qadha puasanya itu, karena merupakan salah satu dari udzur (halangan),” jelas ustadz Adi Hidayat Pada videonya di kanal Youtube Adi Hidayat Official, Jumat (7/4/2023).
“Akan tetapi, saat haid dia tidak sholat (wajib) dia tidak perlu melakukan qadha, ini untuk perempuan haid,” jelasnya
Kesimpulannya adalah, apabila seorang wanita dalam masa haid di bulan Ramadhan. Maka ia harus mengqadha puasa Ramadhannya di lain waktu. Namun, tidak apa-apa jika tidak mengqadha sholat fardhunya. (*)
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Madura United Harus Puas Berbagi Poin dengan Arema FC di Laga Kandang