SUARA TASIKMALAYA- Seperti yang diketahui, pada bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu di dalam neraka, dan pintu neraka sendiri ditutup oleh Allah SWT.
Sementara, pada bulan Ramadhan juga pintu-pintu syurga dibukakan lebar oleh Allah SWT. Artinya, bahwa Allah membuka lebar pintu ampunannya pada bulan Ramadhan, dibanding bulan-bulan yang lain.
Namun, pada kenyataan masih terdapat orang-orang yang kerap kali melakukan maksiat, meskipun di bulan Ramadhan sekalipun.
Pada video yang diunggah oleh akun Twitter @punyasiayu, Jumat (7/4/2023), Mengunggah video ceramah ustadz Adi Hidayat tengah menjelaskan persoalan tersebut.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, “Ada hadits mengtakan bahwa, jika Ramadhan telah tiba pintu-pintu surga dibuka semua, dan pintu-pintu neraka ditutup semua, dan setan-setan dibelenggu,” ungkap ustadz Adi Hidayat ada video yang diunggah oleh akun Twitter @punyasiayu, Jumat (7/4/2023).
Ustadz Adi Hidayat menerangkan bahwa hadits tersebut merupakan ungkapan kiasan.
“Para ulama mengatakan, bahwa hadts ini merupakan ungkapan isyarat majazi kiasan, maksudnya adalah pintu syurga dibuka pada saat bulan Ramadhan karena banyak orang yang meningkatkan amal sholeh,” ujar ustadz Adi Hidayat
“Kemudian neraka tertutup kenapa, karena banyak orang taubat saat Ramadhan, maksiat ditinggalkan, maka jika maksiat telah ditinggalkan neraka tertutup,”
“Nah apabila seseorang yang sudah gak mau maksiat dan sudah banyak beribadah setan gak punya peluan, menggodanya susah,” jelasnya.
Baca Juga: Hasil Bola Tadi Malam: Napoli Bungkam Lecce, Duo Milan Kompak Imbang, Sevilla Ditahan Celta Vigo
Maka kesimpulannya adalah, setan tidak benar-benar diikat saat bulan Ramadhan. Akan tetapi apabila seseorang banyak melakukan amal sholeh dan menjauhi maksiat, maka setan-setan sulit untuk menggodanya seakan-akan terikat.
“Tapi kalo ada orang yang tidak mau meningkatkan amal sholeh dan tetap mau berbuat maksiat, maka mudah bagi setan untuk menggodanya,”
Jadi makna setan divelenggu atau diikat itu menurut pada ulama hadits, bukan benar-benar diikat,”
“Akan tetapi karena banyak orang yang melakukan amal shoeh dan setan tidak punya peluang untuk menggodanya seakan terikat,” pungkas ustadz Adi. (*)