SUARA TASIKMALAYA – Berikut ini 5 manfaat puasa Syawal, pahalanya seperti berpuasa selama setahun penuh.
Puasa di bulan Syawal adalah puasa sunnah yang sangat dikukuhkan, artinya pelaksanaan puasa ini sangat ditekankan oleh Allah SWT.
Puasa sunnah Syawal ini dilakukan selama 6 hari, tepatnya dimulai pada tanggal 2 Syawal sampai tanggal 7 Syawal.
Meski begitu, Allah SWT juga memperbolehkan umatnya untuk melakukan puasa syawal secara tidak berurutan, asalkan masih memasuki periode Syawal.
Meski hukumnya sunnah, puasa Syawal nyatanya memiliki keistimewaan dan manfaat yang luar biasa. Berikut 5 manfaat melaksanakan puasa Syawal.
1. Pahala seperti berpuasa setahun penuh
Berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal, ternyata dapat menggenapkan ganjaran pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Seperti dijelaskan oleh Rasulullah SAW, dalam hadist dari Abu Ayyub Al-Anshari.
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh,” (HR. Muslim : 1164), dikutip dari kanal YouTube goodtastic, Selasa (25/4/2023).
Menurut Imam Ibrahim Al-Baijuri Rahimhullah, pahala puasa yang setara dengan berpuasa setahun penuh ini alasannya, karena puasa satu bulan Ramadhan sama dengan berpuasa selama 10 bulan.
Sedangkan puasa selama 6 hari di bulan Syawal, itu sama dengan berpuasa selama dua bulan penuh, sehingga totalnya sama dengan bepuasa selama satu tahun.
2. Menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah
Amalan sunnah puasa Syawal nyatanya dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib, sama halnya dengan sholat Rawatib.
Sholat Rawatib sendiri merupakan ibadah yang amalannya mampu menutup kekurangan ibadah seseorag, serta menyempurnakan ibadah wajib mereka.
Jadi, dengan melakukan puasa Syawal ini, dapat membantu umat muslim dalam menutupi dan menyempurnakan ibadah mereka yang mungkin saja memiliki banyak kekurangan.
3. Tanda diterima puasa Ramadhan
Puasa Syawal ini ternyata dapat menjadi tanda diterimanya amalam puasa seseorang di bulan Ramadhan.
Menurut para ulama, apabila seseorang melakukan amalan kebaikan kemudian diikuti dengan kebaikan yang lain, maka hal itu adalah tanda amalan mereka sudah diterima oleh Allah SWt.
Jadi, jika kita telah sepenuhnya menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan dan setelahnya melakukan puasa Syawal, maka puasa Syawal itu bisa menjadi tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan.
4. Tanda ibadah yang konsisten
Allah SWT sangat mencintai hambanya yang melakukan amal ibadah secara terus-menerus atau berkelanjutan, meskipun hanya sedikit.
Karena itu, ibadah puasa Syawal ini merupakan tanda umat yang beribadah secara konsisten, sebab dilakukan setelah melakukan ibadah yang lain (puasa Ramadhan).
5. Bentuk syukur kepada Allah SWT
Selain sebagai tanda ibadah yang konsisten, puasa 6 hari di bulan Syawal dianggap sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Sebagaimana difirmankan dalam QS. Al-Baqarah ayat 185.
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur,” (QS. Al-Baqarah: 185).
Rasa syukur ini harus dilakukan setiap saat, dan bukan hanya ketika mendapatkan berkah dan rahmat Allah SWT. (*)