Survei: iPhone Paling Diidamkan Masyarakat Negara Berkembang

admin

Rabu, 05 Maret 2014 | 19:36 WIB
Survei: iPhone Paling Diidamkan Masyarakat Negara Berkembang
Ilustrasi pembeli iPhone (Sumber: Shutterstock).

Suara.com - Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa iPhone ternyata telepon seluler pintar yang paling diidamkan oleh masyarakat di negara-negara berkembang. Survei yang digelar oleh Upstream dan Ovum itu menemukan bahwa iPhone adalah ponsel impian di Vietnam, Brasil, Cina, India, dan Nigeria.

Survei yang melibatkan 4504 responden itu menunjukkan bahwa 32 persen responden mengakui ingin membeli smartphone bikinan Apple tersebut. Di peringkat kedua adalah Samsung dengan 29 persen, diikuti Nokia yang masih disukai oleh 13 persen responden.

Khusus di Cina, sebanyak 42 persen responden mengaku bermimpi memiliki iPhone atau iPad. Hanya 32 persen yang ingin membeli Samsung.

Tahun lalu, dalam survei yang serupa, Samsung menjadi ponsel yang paling diminati masyarakat di negara berkembang. Di posisi kedua ada Nokia dan ketiga Apple.

Meski demikian, nyatanya gadget berbasis Android tetap menjadi jawara di lima negara tersebut. Sekitar 296.493 unit perangkat berbasis Android diaktifkan di negara-negara itu, bandingkan dengan iOS yang hanya 90.184 unit.

Survei itu juga mengungkap bahwa pengguna gadget di negara berkembang lebih banyak mengambil konten dari Google Play Store (40 persen), sementara hanya 28 persen yang mengunduh konten dari App Store, toko aplikasi milik Apple. (Sumber: Phone Arena)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Untuk Pertama Kalinya Android Kalahkan Apple di Pasar Tablet

Untuk Pertama Kalinya Android Kalahkan Apple di Pasar Tablet

Tekno | Selasa, 04 Maret 2014 | 16:31 WIB

Presiden Baru Tak Perlu Hapus Semua Program Pembangunan SBY

Presiden Baru Tak Perlu Hapus Semua Program Pembangunan SBY

Bisnis | Senin, 03 Maret 2014 | 11:37 WIB

Survei: Android Tetap Akan Kuasai Pasar Smartphone

Survei: Android Tetap Akan Kuasai Pasar Smartphone

Tekno | Kamis, 27 Februari 2014 | 11:18 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×