Studi: Bumi di Ambang Kepunahan

Ruben Setiawan

Senin, 02 Juni 2014 | 16:36 WIB
Studi: Bumi di Ambang Kepunahan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan di Universitas Duke, Amerika Serikat, mengklaim bahwa Bumi berada di ambang kepunahan. Klaim itu berdasarkan temuan mengejutkan bahwa tingkat kepunahan hewan dan tumbuhan meningkat 1.000 kali lebih cepat dibandingkan sebelum kehadiran manusia di bumi.

"Kita dalam ambang kepunahan yang ke enam," kata Stuart Pimm, ahli biologi yang memimpin penelitian tersebut.

Pimm menyebutkan "kepunahan ke enam" sebab para ahli meyakini Bumi sudah pernah mengalami lima kali kepunahan. Tabrakan dengan meteor raksasa dituding menjadi dalang kepunahan tersebut.

Studi yang dilakukan Pimm difokuskan pada tingkat kepunahan, bukan jumlah spesies yang punah dari Bumi. Dengan studi itu, Pimm mengkalkulasi berapa spesies yang punah setiap tahunnya dari 1 juta spesies.

Pada tahun 1995, Pimm menemukan bahwa tingkat kepunahan di Bumi sebelum kehadiran manusia adalah sekitar 1. Saat ini, tingkat kematiannya sekitar 100 hingga 1.000.

Ada sejumlah faktor yang membuat spesies punah lebih cepat dari sebelumnya. Salah satunya adalah hilangnya habitat. Spesies tumbuhan maupun hewan kesulitan mencari tempat hidup karena sebagian besar sudah diubah dan dihuni manusia.

Perubahan iklim dan eksploitasi alam besar-besaran menjadi faktor penyebab lainnya. Contoh spesies yang punah dengan cepat adalah sejenis marmut asli Brasil yang habitatnya habis diubah jadi pemukiman.

Kemudian ada pula hiu sirip putih yang dahulu banyak berseliweran di perairan Bumi. Kini, hiu ini jarang sekali terlihat karena sering diburu manusia.

Namun, menurut Pimm, masih ada harapan. Dengan berbekal kesadaran, masyarakat bumi dan para ahli bisa mengetahui spesies mana saja yang hampir punah. Kemudian, bahu-membahu, mereka bisa melakukan penangkaran dan mencarikan habitat yang tepat bagi mereka. (Huffington Post)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×