Express Buat Aplikasi Layani Pesan Taksi Jabodetabek

Ardi Mandiri

Kamis, 21 Agustus 2014 | 00:38 WIB
 Express Buat Aplikasi Layani Pesan Taksi Jabodetabek
Ilustrasi aplikasi mobile di ponsel (Shutterstock).

Suara.com - Perusahaan jasa transportasi Express Group mulai memanfaatkan sistem pemesanan taksi di Jabodetabek melalui gadget atau perangkat berbasis Android dengan sekali klik untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan antar.

"Masyarakat semakin menuntut kecepatan dan kemudahan. Ini untuk merespon tuntutan tersebut, sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi yang pesat," kata Direktur Keuangan PT Express Transindo Utama Tbk David Santoso kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/8/2014).

Untuk melakukan pemesanan melalui aplikasi yang dinamakan Express Now ini masyarakat bisa mengunduhnya di google play store dan mendaftarkan diri dengan memasukkan pin sesuai keinginan untuk mendapat kode verifikasi.

"Setelah itu masyarakat langsung bisa memesan taksi dengan sekali klik, kapan saja dan di mana saja di daerah Jabodetabek. Taksi terdekat akan segera mendatangi pemesan, dan menampilkan nama pemesan di layar LED di atas taksi saat menjemput calon penumpangnya," katanya.

Dengan aplikasi itu pemesan juga dapat mengetahui lokasi taksi yang telah dipesan dengan menggunakan sistem GPS yang terpasang di setiap taksi, ujarnya.

Express yang saat ini memiliki lebih dari 10.000 unit armada, lanjut dia, sedang mengembangkan aplikasi ini agar pemesanan taksi bisa juga dilakukan melalui Windows Phone dan iOS.

Sementara itu pengamat transportasi Darmaningtyas mengatakan, sistem pemesanan melalui teknologi internet akan berkontribusi besar terhadap pengurangan kemacetan karena taksi-taksi kosong tak perlu lagi bertebaran mencari penumpang.

Menurut dia pengurangannya bisa sampai 20 persen, berhubung saat ini saja ada sekitar 30.000 taksi yang bertebaran di Jakarta, dan itupun masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat ibu kota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×