Studi: Politik Berbau dan Bisa Diendus

Liberty Jemadu

Selasa, 23 September 2014 | 15:34 WIB
Studi: Politik Berbau dan Bisa Diendus
Ilustrasi. (sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi terbaru menemukan bahwa ideologi politik ternyata punya aroma, berbau, bisa diendus, dan bahkan bisa menjadi faktor yang mempertemukan Anda dengan pasangan masa depan.

Studi yang digelar ilmuwan politik di Pennsylvania State University, Amerika Serikat menemukan bahwa seseorang cenderung menyukai aroma tubuh dari orang lain yang punya pandangan politik yang sama dengan dirinya.

"Aroma ini mungkin bisa membuat Anda tertarik, cukup tertarik sehingga Anda bersedia untuk berada bersamanya," jelas Pete Hatemi, pakar ilmu politik pada Pennsylvania State University.

Komponen biologi politik

Sebelum menggelar penelitian itu, Hatemi dan timnya sadar bahwa faktanya banyak pasangan yang punya kesamaan pandangan politik.

Fakta itu unik karena dalam beberapa penelitian terlihat, hubungan cinta jarang membuat seseorang mengubah ideologinya dan karenanya diyakini bahwa manusia sebenarnya sejak awal sudah memilih pasangan yang punya kesamaan pandangan politik.

Yang semakin membuat fenomena itu menarik untuk dikaji, kata Hatemi, karena dalam penelitian lain terungkap bahwa saat berkencan orang-orang jarang membicarakan tentang pilihan politik. Politik dinilai bukan topik menarik untuk memberikan kesan pertama yang positif.

Memang, ada kemungkinan bahwa orang memilih pasangan yang punya persamaan pandangan politik. Tetapi Hatemi ingin meneliti perilaku itu lebih dalam, setelah menelaah penelitian yang menyebutkan bahwa perilaku politik punya komponen-komponen biologi di dalamnya. Misalnya kelompok konservatif biasanya punya reaksi jijik yang lebih kuat ketimbang kaum liberal.

Sementara di sisi lain, beberapa penelitian menyebut bahwa dalam mencari pasangan, manusia di alam bawah sadar, lebih mengandalkan penciuman. Dengan mengendus, manusia akan memilih pasangan yang punya sistem kekebalan tubuh yang sesuai dengan diri mereka sendiri.

Bau dan Politik

Untuk menguji hipotesisnya tentang aroma politik, Hatemi menggelar eksperimen yang melibatkan 146 sukarelawan. Mereka berusia 18 sampai 40 tahun. Hatemi dan timnya bertanya kepada mereka tentang pilihan politik mereka.

Setelah itu para peneliti meminta 21 orang sukarelawan, yang sudah diidentifikasi sebagai yang sangat liberal atau sangat konservatif, untuk memasang bantalan pengukur aroma di ketiak mereka selama 24 jam.

Selama periode itu mereka dilarang mandi, menggunakan parfum, deodoran, atau bahkan tidur satu ranjang dengan orang lain.

Berikutnya 125 sukarelawan lain diminta mengendus bantalan-bantalan tadi, tanpa diberitahu dari mana asal benda-benda itu. Mereka lalu diminta untuk memberi nilai, dalam skala 1 sampai 5, bantalan mana yang aromanya mereka sukai. Ke-125 sukarelawan itu juga diminta menebak ideologi pemilik keringat yang diendus.

Hasilnya, ke-125 sukarelawan tadi tidak mampu menebak ideologi pemilik keringat yang mereka baui. Tetapi hidung mereka justru bisa.

"Konservatif menyukai bau keringat orang konservatif dan liberal tidak suka bau tubuh orang konservatif," kata Hatemi,

Ia menambahkan bahwa kaum konservatif netral terhadap bau badan mereka yang liberal dan yang liberal juga netral terhadap aroma badan orang berpandangan politik liberal.

Meski demikian, Hatemi mengakui bahwa pengaruh aroma tubuh terhadap pemilihan kekasih sangat kecil, "hanya sesuatu yang di balik layar, sangat sedikit mempengaruhi," orang lain.

Ia juga mengatakan pengaruh "aroma politik" juga kemungkinan besar bisa ditutupi jika orang menggunakan parfum atau mandi.

Penelitian Hatemi dan timnya diterbitkan di American Journal of Political Science terbitan 2 September lalu. (Live Science)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nilai Kinerja Gibran di Bawah 5, Prabowo Diingatkan Segera Lakukan Evaluasi

Nilai Kinerja Gibran di Bawah 5, Prabowo Diingatkan Segera Lakukan Evaluasi

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Dukungan Dini Parpol untuk Prabowo 2029: Komitmen Nyata atau Cari Aman?

Dukungan Dini Parpol untuk Prabowo 2029: Komitmen Nyata atau Cari Aman?

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Isu Ijazah Mengikis Dukungan Politik, Gibran Dinilai Seperti Orang Terlantar yang Cuma Dibela PSI

Isu Ijazah Mengikis Dukungan Politik, Gibran Dinilai Seperti Orang Terlantar yang Cuma Dibela PSI

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Daftar Partai Politik Dukung Prabowo Subianto Capres 2029 Per 12 Oktober 2026

Daftar Partai Politik Dukung Prabowo Subianto Capres 2029 Per 12 Oktober 2026

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Politik Beras Orde Baru: Bagaimana Nasi Jadi Standar Makan Orang Indonesia?

Politik Beras Orde Baru: Bagaimana Nasi Jadi Standar Makan Orang Indonesia?

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Jadi Sandera Politik Parpol, Posisi Tawar Gibran Dinilai Melemah Usai Putusan MK

Jadi Sandera Politik Parpol, Posisi Tawar Gibran Dinilai Melemah Usai Putusan MK

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:44 WIB

Ironi Kursi Pejabat: Cukup Pintar Bicara, Keahlian Nomor Dua

Ironi Kursi Pejabat: Cukup Pintar Bicara, Keahlian Nomor Dua

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:10 WIB

7 Dekade Berlalu, Ini 4 Alasan Mengapa Kritik Novel '1984' Makin Relevan Hari Ini

7 Dekade Berlalu, Ini 4 Alasan Mengapa Kritik Novel '1984' Makin Relevan Hari Ini

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Di Balik Putusan MK soal Gibran, Rakyat Cuma Penonton dalam Konflik Elite

Di Balik Putusan MK soal Gibran, Rakyat Cuma Penonton dalam Konflik Elite

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Terkini

Begini Kondisi SPBU di Bali, Masih Terjadi Antrean BBM?

Begini Kondisi SPBU di Bali, Masih Terjadi Antrean BBM?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:31 WIB

InJourney Airports Bidik Permintaan Penerbangan Banyuwangi Lewat Pariwisata

InJourney Airports Bidik Permintaan Penerbangan Banyuwangi Lewat Pariwisata

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Saiful Mujani: Gibran Tuh Jadi Beban Negara

Saiful Mujani: Gibran Tuh Jadi Beban Negara

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!

Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU

Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Profil dan Karier Amaluddin Syarif, Ikon Cover MP3 yang Meninggal Dunia

Profil dan Karier Amaluddin Syarif, Ikon Cover MP3 yang Meninggal Dunia

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:02 WIB

Nonton Synchronize Fest 2026 Makin Praktis, ShopeeFood Hadirkan Layanan Pesan Makanan Tanpa Antre

Nonton Synchronize Fest 2026 Makin Praktis, ShopeeFood Hadirkan Layanan Pesan Makanan Tanpa Antre

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:00 WIB

×