Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meningkatkan pelayanan lalu lintas publik dengan menjalin kerja sama dengan Waze. Langkah itu guna menangani kemacetan lalu lintas yang terjadi di Ibu Kota.
"Jadi Pemprov DKI dengan Waze, telah tandatangan kerjasama 9 September 2014. Now they came here to discuss more about the data exchange (sekarang mereka datang untuk membicarakan masalah pertukaran data)," ucap Akbar saat menerima kunjungan perwakilan Waze di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/11/2014).
Akbar juga menerangkan, bentuk kerja sama yang akan dibangun merupakan petukaran data lalu lintas.
"Misalnya Dishub (Dinas Perhubungan) punya data kecepatan lalu lintas di setiap ruas jalan, data itu akan kami berikan ke Waze, kemudian masyarakat yang gunakan aplikasi akan tahu mana saja jalan-jalan yang lancar, macet, dengan Waze misalnya ada info tentang jalan ditutup, pengaturan-pengaturan lalu lintas, masyarakat juga bisa akses itu," jelas Akbar.
Sedangkan untuk targetnya sendiri masih dalam diskusi antara pihak Pemprov dengan Waze.
"Dua hari akan diskusikan data yang didapat, akan disimpan, diolah data untuk warga," kata dia.
Seperti diketahui Waze merupakan sebuah layanan aplikasi navigasi yang dapat pasang di perangkat telepon selular. Aplikasi tersebut dapat memberikan keterangan informasi lalu lintas dan didukung dengan Global Positioning System (GPS).