Suara.com - Perusahaan pengolah analisis data SAS Indonesia mengembangkan software analitik data pencegahan pencucian uang untuk sektor jasa keuangan.
"Solusi penerapan teknologi modern ini dapat mempermudah pencegahan pencucian uang, karena menggunakan algoritma yang detail," kata Compliance Solution Director SAS, Alexon Bell.
Alexon menjelaskan, software tersebut akan digunakan di perusahaan jasa keuangan, perbankan yang didukung oleh PPATK dan OJK.
Selain pencucian uang, teknologi ini dapat mencegah pembiayaan terhadap teroris serta tindakan kriminal yang berbasis pendanaan kejahatan.
PPATK juga mengimbau para lembaga keuangan untuk menerapkan anti pencucian uang dan berperan dalam melawan pembiayaan terorisme.
"Kami berusaha membantu lembaga keuangan mematuhi anti pencucian uang, sembari mengoptimalkan operasi bisnis dan memaksimalkan investasi," katanya.
Deteksi analitik merupakan kunci untuk memberantas korupsi, kata Alexon. Selain itu, penerapan komunikasi silang atas kejahatan keuangan bisa menghasilkan data investigasi yang lebih efektif.
Pendekatan inovatif ini bisa berjalan tanpa mengganggu operasional keuangan.
Menurutnya, selama ini pencucian uang bisa tidak terlacak apabila jumlah uang tidak terlalu besar, padahal siklus perputarannya cukup sering dan terlacak.
Hingga saat ini banyak sektor perbankan berkomitmen ingin melakukan perkembangan teknologi dalam pengawasan keuangan.
Dia mengatakan akan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah dalam upaya pemberantasan pencucian uang, pembiayaan teoris serta korupsi. (Antara)