Politikus PKS Tak Sepakat Pemerintah Bikin Badan Siber Nasional

Liberty Jemadu

Kamis, 27 Agustus 2015 | 04:39 WIB
Politikus PKS Tak Sepakat Pemerintah Bikin Badan Siber Nasional
Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq (kanan) di Gedung DPR. [DPR RI]

Suara.com - Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, meminta pemerintah mengkaji secara mendalam dan komprehensif rencana pembentukan Badan Siber Nasional.

"Dibutuhkan pengkajian yang mendalam dan komprehensif sampai pada titik kesimpulan bahwa perlu institusi baru untuk menangani masalah siber," kata politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu di Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Dia menjelaskan kajian khusus diperlukan karena jika ingin membentuk badan baru maka membutuhkan payung hukum, atau kalau tetap dipaksakan bisa melalui Peraturan Presiden.

Selain itu, menurut dia, badan itu memerlukan anggaran baru karena akan mengadakan proyek-proyek dan pengadaan. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah tidak terburu-buru membentuk badan baru yang menangani siber nasional sebelum mengkaji secara mendalam dan komprehensif.

Ia sendiri berpendapat ketimbang membentuk badan baru, lebih baik mengintegrasikan desk siber di beberapa institusi seperti Kemenkominfo, Kemenhan, Mabes Polri, Mabes TNI, BIN, dan Lemsaneg.

"Kita perlu koordinasi, sinkronisasi, dan integrasi (desk siber di berbagai institusi)," ujarnya.

Mahfudz menjelaskan pertahanan siber sesungguhnya sudah dikembangkan dan dilakukan di banyak sektor di pemerintahan dan nonpemerintahan. Dia mencontohkan di Kementerian Pertahanan sejak dua tahun lalu sudah dikembangkan pertahanan siber yang anggarannya cukup besar.

Sejak dua tahun lalu, Deputi Komunikasi BIN juga sudah mengembangkan intelijen siber dengan anggaran yang juga besar.

Kemenkominfo sejak lima tahun lalu melalui program nasionalnya terus mengembangkan kemampuan Indonesia di sektor broadband yang terkait dengan aktivitas di media siber.

Lembaga Sandi Negara sejak tiga tahun lalu sudah mengembangkan sistem persandian nasional yang mengamankan komunikasi siber nasional khususnya di pemerintahan.

"Kalau berbicara siber, ini sudah berjalan di lintas sektoral," katanya.

Menurut dia, apabila saat ini muncul perhatian khusus bahwa persoalan siber harus menjadi prioritas, itu tidak harus ditafsirkan perlu membentuk institusi baru.

Dia mengatakan di pemerintahan sendiri belum satu suara mengenai pembentukan lembaga baru yang khusus menangani masalah siber.

Menurut dia, beberapa waktu lalu Komisi I DPR RI pernah bertemu dengan Menkominfo Rudiantara dan belum menyatakan bahwa ada rencana pemerintah membentuk badan siber.

"Dan saya dengar Kepala BIN juga mengatakan tidak perlu ada badan siber khusus," katanya.

Dia mengatakan pekan depan Komisi I DPR RI akan melakukan Rapat Kerja dengan Menkominfo dan pada kesempatan itu akan ditanyakan mengenai rencana pembentukan badan siber nasional. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wakil Ketua Komisi I Ragukan Peran Badan Siber Nasional

Wakil Ketua Komisi I Ragukan Peran Badan Siber Nasional

News | Selasa, 25 Agustus 2015 | 16:19 WIB

Badan Siber akan Libatkan CIA, DPR akan Panggil Pemerintah

Badan Siber akan Libatkan CIA, DPR akan Panggil Pemerintah

News | Senin, 24 Agustus 2015 | 17:56 WIB

Koneksi Internet di Korea Utara Kembali Tak Berfungsi

Koneksi Internet di Korea Utara Kembali Tak Berfungsi

News | Rabu, 24 Desember 2014 | 01:27 WIB

Terkini

BRI Tebar Diskon Rp50 Ribu di Jaringan Supermarket Premium SBL 2027

BRI Tebar Diskon Rp50 Ribu di Jaringan Supermarket Premium SBL 2027

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Bukan Wajib Militer, Negara Justru Lebih Butuh Hacker dan Praktisi IT Buat Jadi 'Komcad'

Bukan Wajib Militer, Negara Justru Lebih Butuh Hacker dan Praktisi IT Buat Jadi 'Komcad'

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Cara Cek Keaslian SK ASN BKN Resmi Lewat Scan QR Code di HP, Ini Langkahnya

Cara Cek Keaslian SK ASN BKN Resmi Lewat Scan QR Code di HP, Ini Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Didukung UU, KDMP Dipersilahkan Kelola Tambang

Didukung UU, KDMP Dipersilahkan Kelola Tambang

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Infinix Note 70 Pro Muncul di EEC, Diduga Bawa Baterai 7.000 mAh dan Layar 144 Hz

Infinix Note 70 Pro Muncul di EEC, Diduga Bawa Baterai 7.000 mAh dan Layar 144 Hz

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

PT SIR Gugat Natura City soal Sengketa Lahan 14 Hektare di Bogor

PT SIR Gugat Natura City soal Sengketa Lahan 14 Hektare di Bogor

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Lille Bermain Buruk Sebelum Calvin Verdonk Masuk, Ancelotti: Kami Tak Pantas Dibantai Arsenal

Lille Bermain Buruk Sebelum Calvin Verdonk Masuk, Ancelotti: Kami Tak Pantas Dibantai Arsenal

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Kejagung Periksa Kajari Konawe Fachrizal Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Kejagung Periksa Kajari Konawe Fachrizal Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Daftar Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Terbaru Isu Plesiran Saat Karhutla

Daftar Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Terbaru Isu Plesiran Saat Karhutla

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:28 WIB

×