6 Teknologi Canggih yang Gagal di Tahun 2015

Madinah

Rabu, 06 Januari 2016 | 12:56 WIB
6 Teknologi Canggih yang Gagal di Tahun 2015

Suara.com - Dari sekian banyak teknologi canggih yang hadir selama tahun 2015, harus kita akui bahwa beberapa di antaranya gagal bersaing di pasaran. Semua itu ditengarai akibat serangkaian faktor seperti gagal membuat aktivitas dalam penggunaannya lebih mudah, komponen hardware yang buruk, hingga daya tahan baterai yang tidak awet.

Berikut ini kami hadirkan 6 Teknologi Canggih yang Gagal Selama Tahun 2015, berdasarkan list yang telah disusun oleh Androidcentral, dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan oleh tim JalanTikus.

1. Wireless Charging

Saat diluncurkannya Nexus 4 berikut wireless charger-nya yang fenomenal, orang-orang tampaknya melihat masa depan yang cerah terhadap teknologi canggih yang dapat mengisi baterai tanpa harus mencolokkan kabel tersebut. Apalagi produsen smartphone ternama asal Korea Selatan yaitu Samsung juga mengadopsi teknologi wireless charger ke smartphone-smartphone terbaru mereka.

Namun semua itu serasa antiklimaks ketika mengetahui bahwa produsen HP lainnya tidak mengikuti jejak yang sama. Google selaku produsen dari Nexus bahkan menarik diri dari teknologi wireless charger ketika meluncurkan Nexus 9, Nexus 5X, dan Nexus 6P yang tidak secara langsung memberikan perangkat wireless charger di kotak penjualan mereka.

2. LG Urbane 2ND Edition LTE

Sedih sekali melihat nasib dari salah satu smartwatch canggih karya dari LG berikut ini. Ya, LG Urbane 2ND Edition LTE merupakan smartwatch yang secara mendadak ditarik kembali dari peredaran kurang dari seminggu setelah diluncurkan. Pihak LG mengatakan bahwa mereka baru menemukan sebuah celah serius dari segi hardware yang berujung tidak lolosnya jam ini di bagian quality control.

Sebuah kerugian yang berarti mengingat smartwatch ini sudah siap untuk dipasarkan ke seluruh dunia dan harus ditarik kembali hanya dalam jangka waktu beberapa hari saja.

3. Fast Charging

Cukup aneh melihat tren smartphone canggih yang hadir di tahun 2015 menghadirkan sebuah teknologi baru bernama fast charging. Teknologi yang dinilai sangat membantu dalam mempersingkat proses pengisian baterai ini selalu menjadi nilai tambah dalam penjualan beberapa smartphone flagship. Akan tetapi, bukankah teknologi tersebut seharusnya hadir di setiap smartphone yang ada?

Memang ironis ya melihat teknologi yang seharusnya dapat diimplementasikan secara luas di setiap smartphone, justru dijadikan senjata bagi smartphone flagship sebagai nilai tambah dalam produk mereka. Padahal semua orang kan butuh, bukan hanya untuk pemilik smartphone canggih saja.

4. Daya Tahan Baterai Android

Harus diakui bahwa tahun 2015 menjadi tahun dengan daya tahan baterai Android terburuk jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tren smartphone yang menghadirkan spesifikasi dewa dengan body ramping membuat statistik dari daya tahan baterai menjadi anjlok jika dibandingkan dengan tahun 2014.

Faktor lainnya seperti implementasi 64-bit dari Android, dan penggunaan prosesor Qualcomm seri terbaru turut menyumbang borosnya baterai secara umum di tahun 2015. Ukuran baterai yang dikorbankan karena menginginkan ukuran smartphone yang tipis juga patut disayangkan. Namun semoga di tahun 2016 ini, tren smartphone kembali ke jalan yang benar ya.

5. Kwikset Kevo

Keren banget ya jika kita memiliki kunci rumah yang dapat dikontrol secara remot dari jauh. Kwikset Kevo berusaha menghadirkan kecanggihan tersebut. Ia merupakan smart lock yang terintegrasi dengan Android dan kamu bisa mengunci rumah hanya dengan menggunakan Android.

Akan tetapi, semua kecanggihan tersebut sirna setelah diketahui bahwa aplikasi dari Kwikset tidak dapat digunakan di sembarang smartphone. Nilai minus tersebut juga diperburuk dengan dukungan yang lambat dari pihak developer dan kompatibilitas bagi Android pun tampaknya tidak banyak perubahan. Sayang sekali, tahun 2015 menjadi tahun yang tidak begitu bagus untuk Kwikset Kevo.

6. Display 4K di Sony Xperia Z5 Premium

Terakhir ada teknologi 4K yang dimiliki oleh Sony Xperia Z5 Premium. Apakah kamu menemukan ada hal yang aneh dari teknologi tersebut? Tentu saja, apa gunanya menaruh teknologi resolusi tinggi ke perangkat smartphone dengan besar layar 5,5 inci? Sony Xperia Z5 Premium dinobatkan sebagai smartphone pertama di dunia yang mengimplemetasikan resolusi 4K. Akan tetapi, besar layar yang tidak mendukung dan teknologi yang hanya dapat hadir di aplikasi Album dan Video tersebut telah berhasil melejitkan harga dari Xperia Z5 Premium. Sia-sia sekali.

Itulah 6 teknologi canggih yang dinilai gagal selama tahun 2015. Apakah ada yang kami lewatkan? Jangan lupa untuk berikan pendapat kamu di kolom komentar di bawah ini ya.

Published by
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 Alasan Utama Kenapa Orang Uninstall Aplikasi di Smartphone

7 Alasan Utama Kenapa Orang Uninstall Aplikasi di Smartphone

Tekno | Selasa, 05 Januari 2016 | 13:03 WIB

Terkini

4 Shio yang Paling Hoki 11 September 2026, Ada Naga hingga Kerbau

4 Shio yang Paling Hoki 11 September 2026, Ada Naga hingga Kerbau

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 06:50 WIB

Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?

Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 06:45 WIB

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 06:23 WIB

Xiaomi Buka Kartu REDMI Note 17 Jelang Rilis 16 September, Baterai 10.000 mAh Jadi Andalan

Xiaomi Buka Kartu REDMI Note 17 Jelang Rilis 16 September, Baterai 10.000 mAh Jadi Andalan

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 06:12 WIB

Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda

Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda

Jatim | Jum'at, 11 September 2026 | 06:00 WIB

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

×