Komputer Kalahkan Manusia di Laga Terakhir Permainan Go

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 15 Maret 2016 | 19:09 WIB
Komputer Kalahkan Manusia di Laga Terakhir Permainan Go
Seorang pengunjung toko elektronik sedang menyaksikan tayangan langsung duel permainan Go antara AlphaGo, program komputer Google, dengan juara dunia, Lee Sedol di Korsel, Selasa (15/3) [Reuters/Son Hyung ju].

Suara.com - AlphaGo, program komputer bikinan Google, memenangkan laga terakhir permainan Go melawan juara dunia asal Korea Selatan, Lee Sedol, pada Selasa (15/3/2016). Dengan kemenangan yang mengubah skor menjadi 4-1 itu komputer mengukuhkan kedigdayaan kecerdasannya atas manusia dalam salah satu permainan paling rumit di Bumi.

Program komputer bikinan laboratorium Google di London, DeepMind, sebelumnya telah mengalahkan Lee di tiga laga pertama pekan lalu. Lee berhasil menang di laga pada Minggu (13/3/2016) dan yakin telah menemukan dua kelemahan program kecerdasan buatan itu. Sayang, di laga terakhir Lee kembali kalah setelah lima jam bertarung melawan AlphaGo.

"Saya kehabisan kata. Ini adalah pengalaman yang paling hebat sejauh ini," kata Demis Hassabis, bos DeepMind.

"Awalnya, AlphaGo kelihatan membuat kesalahan besar. Tetapi pada akhirnya ia mampu bangkit untuk memenangkan permainan," lanjut Hassabis, "Kami sangat terkejut."

Di sisi lain, Lee tampak kecewa dengan hasil laga itu. Lelaki 33 tahun itu sebelumnya yakin menang setelah di laga keempat mengatakan bahwa AlphaGo memiliki kelemahan ketika menghadapi lawan yang menggunakan langkah-langkah di luar dugaan.

"Saya memulai permainan dengan keyakinan bahwa saya unggul, tetapi fakta bahwa saya kalah menunjukkan bahwa saya belum cukup tangguh," kata Lee.

Master Go asal Korsel, yang memenangkan 18 gelar dunia merupakan salah satu pemain Go terhebat di era modern itu mengatakan meski kalah, ia tetap yakin bahwa AlphaGo masih bisa dikalahkan oleh manusia.

"Menurut saya AlphaGo masih berada di level yang bisa dikalahkan oleh manusia dan karenanya, saya merasa kecewa," ujar Lee.

"Dia berbeda. Pertama-tama, dia bukan manusia. Saya butuh waktu untuk terbiasa dengan gaya permainannya. Ia tak memilik faktor psikologis, sehingga bisa fokus sepanjang laga," beber Lee lagi.

Duel antara AlphaGo dan Lee sendiri, oleh media-media lokal di Korsel dijuluki sebagai "Pertarungan Abad Ini". Laga lima set itu disaksikan oleh para peneliti kecerdasan buatan dan puluhan juta penggemar Go di dunia, khususnya di Asia Timur, tempat Go diciptakan ribuan tahun silam.

Terakhir kali teknologi kecerdasan buatan mengalahkan manusia dan mencuri perhatian dunia terjadi pada 1997, ketika program Deep Blue bikinan IBM mengalahkan juara catur dunia, Garry Kasparov. (Phys.org/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI