500 Tenaga Ahli Bahas Kesiapan Infrastruktur IT Indonesia

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 07 April 2016 | 18:46 WIB
500 Tenaga Ahli Bahas Kesiapan Infrastruktur IT Indonesia
Ilustrasi teknologi. (Shutterstock)

Suara.com - DatacenterDynamics (DCD), pemimpin di bidang penyedia layanan informasi B2B, menyelenggarakan acara DCD Converged Indonesia Conference and Expo ke-5 di Jakarta. Di ajang ini terkumpul lebih dari 500 tenaga ahli lokal maupun internasional di bidang IT, data center, dan bisnis bahas kesiapan infrastruktur IT Indonesia.

“Para pelaku industri IT dunia sangat takjub melihat pertumbuhan pasar di Indonesia, dan juga tingginya hasrat para pemain lokal dalam mengikuti perkembangan teknologi di industri,” ujar Vincent Liew, General Manager South East Asia, DatacenterDynamics dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/4/2016).

Dia mengungkapkan, akan ada banyak tantangan yang menghadang di depan, seperti ledakan data, regulasi yang semakin ketat, dan juga biaya tambahan yang harus dikeluarkan karena adanya inovasi yang disruptif. "Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada komunitas lokal untuk mampu menghadapi tantangan ini, dengan cara memfasilitasi para pelaku industri lokal untuk terhubung dengan dukungan berupa teknologi, ilmu pengetahuan, dan juga kemampuan yang dimiliki oleh para pemain dari luar negeri,” ucapnya.

Hasil studi dari DCD Intelligensce (DCDi) mengonfirmasi, semakin banyak end-user, terutama para pengambil keputusan di bidang e-commerce dan sektor finansial, akan menanamkan investasi mereka pada colocation dan outsourcing. Nilai investasi di kedua area ini diprediksi akan mencapai hingga 320 juta dolar AS di 2020 atau meningkat sekitar 83% dari proyeksi tahun 2016 (sebesar 175 juta dolar AS).

Selain itu, diperkirakan nilai investasi total secara keseluruhan para perlengkapan dan solusi data center di Indonesia akan mencapai hingga 850 juta dolar AS di tahun 2020, atau terjadi kenaikan lebih dari 70% jika dibandingkan dengan perkiraan nilai investasi di tahun 2016 (480 juta dolar AS).

Proyeksi yang positif ini mendorong industri untuk mampu tumbuh mengikuti perkembangan kebutuhan dan nilai investasi. Di tahun 2020, studi memproyeksikan bahwa kebutuhan lahan untuk data center akan mencapai hingga 375.000 meter persegi atau meningkat 29% dari proyeksi kebutuhan di tahun 2016 (290.000 meter persegi), dengan kebutuhan energi listrik yang mencapai 475 MW (megawatt) atau meningkat 44% dari proyeksi tahun 2016 (330 MW).

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI