Apple Tawarkan Hadiah Buat yang Berhasil Menemukan 'Celah'

Dythia Novianty

Jum'at, 05 Agustus 2016 | 17:46 WIB
Apple Tawarkan Hadiah Buat yang Berhasil Menemukan 'Celah'
Ilustrasi logo perusahaan Apple Inc. [Pixabay]

Suara.com - Apple merupakan salah satu perusahaan yang mengklaim perangkatnya sulit untuk diretas. Bahkan, Kepala Keamanan Aplle, Ivan Krstic mengatakan, perusahaan berani membayar pemburu bug yang berhasil menemukan 'celah' pada software atau perangkat lunak milik perusahaan berbasis di Cupertino tersebut.

Tidak tanggung-tanggung perusahaan yang dipimpin Tim Cook itu menawarkan hadiah sebesar 200.000 dolar AS atau kisaran Rp2,6 miliar, buat mereka yang berhasil melaporkan kerentanan tersebut ke perusahaan.

"Kami sangat senang mengumumkan program keamanan dari Apple ini," kata Krstic saat berbicara pada konferensi cybersecurity Black Hat di Las Vegas, seperti dilansir dari Cnet, Jumat (5/8/2016). Ia juga menawarkan rincian teknis tentang pendekatan Apple untuk melindungi data pengguna.

Karunia bug telah lama menjadi pokok cybersecurity untuk pembuat besar perangkat lunak, perusahaan internet dan pengguna tugas berat lainnya dari komputer, termasuk Microsoft, Yahoo, Chrysler dan United Airlines.

Bulan lalu, misalnya, Google mengatakan bahwa pada tahun lalu itu telah membayar 550.000 dolar AS bagi orang yang telah menemukan kerentanan dalam perangkat lunak Android. Pada bulan Februari, Facebook mengatakan bahwa sejak tahun 2011, program karunia bug yang telah menyerahkan lebih dari 4,3 juta dolar AS ke lebih dari 800 peneliti di seluruh dunia.

Peneliti cybersecurity tidak malu mempublikasikan temuan mereka ketika mereka sudah menemukan cacat dalam sistem Apple. Perusahaan ini dikenal 'kurang menarik' bagi para peretas, karena memiliki pangsa pasar yang lebih kecil dan karena produknya cenderung lebih aman. Menemukan salah satu bug ini merupakan prestasi bergengsi.

Tapi tidak semua orang mengatakan perusahaan apa yang mereka temukan dan menjual informasi tentang cara masuk ke sistem Apple untuk pemerintah atau meretas perusahaan. Hal ini diharapkan dapat membantu perusahaan menghindari terjadinya peristiwa yang sempat membuat Apple bersitegang dengan Departemen Kehakiman AS, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Apple menolak keras ketika pemerintah meminta untuk membantu memecahkan enkripsi pada iPhone milik salah satu penembak dalam serangan San Bernardino, California, teroris pada bulan Desember.

Apple mengatakan karunia bug dimaksudkan untuk mengakui betapa sulitnya menemukan kelemahan dalam sistem tersebut. Perusahaan telah memperketat keamanan di sekitar produknya dengan enkripsi, yang mengacak data pengguna dan terus mengontrol ketat perangkat lunak secara umum. Pembayaran akan tergantung pada di mana cacat ditemukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apple: Sudah 1 Miliar iPhone Terjual di Dunia

Apple: Sudah 1 Miliar iPhone Terjual di Dunia

Tekno | Kamis, 28 Juli 2016 | 14:39 WIB

Berkat Pokemon Go, Apple Diprediksi 'Panen' Rp39 T

Berkat Pokemon Go, Apple Diprediksi 'Panen' Rp39 T

Tekno | Kamis, 21 Juli 2016 | 19:16 WIB

Kehadiran iPhone Terancam di Iran

Kehadiran iPhone Terancam di Iran

Tekno | Selasa, 19 Juli 2016 | 20:15 WIB

Penggemar Konser Bakal 'Kecewa' dengan Paten Baru Apple

Penggemar Konser Bakal 'Kecewa' dengan Paten Baru Apple

Tekno | Jum'at, 01 Juli 2016 | 17:08 WIB

Apple Diinvestigasi Pemerintah Korsel?

Apple Diinvestigasi Pemerintah Korsel?

Tekno | Selasa, 28 Juni 2016 | 20:27 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×