7 Bahaya Ponsel Pintar Bagi Otak

Liberty Jemadu

Selasa, 06 September 2016 | 19:02 WIB
7 Bahaya Ponsel Pintar Bagi Otak
Ilustrasi pengguna ponsel pintar (Shutterstock).

Suara.com - Telepon seluler pintar sudah jadi semacam bawaan wajib masa kini. Jangankan saat bepergian, di dalam rumah saja ponsel pintar harus selalu dalam jangkauan.

Sayangnya, sebagaimanan produk teknologi lain, ponsel pintar juga punya efek samping negatif. Seperti televisi yang bisa merusak mata, ponsel pintar juga berbahaya jika digunakan berlebihan.

Ponsel merupakan perangkat yang menggunakan gelombang radio bertenaga rendah, beroperasi pada frekuensi antara 450 dan 2700 MHz dengan kekuatan puncak di kisaran 0,1 hingga 2 Watt. Meski demikian, gelombang ini punya potensi membahayakan otak.

Berikut 7 bahaya ponsel bagi otak seperti yang dibeberkan JalanTikus:

1. Meningkatkan Risiko Kanker Otak
Pada tahun 2011 International Agency for Research on Cancer (IARC) memasukkan radiasi ponsel pintar dalam kelompok Grup 2B, faktor-faktor pemicu kanker (karsinogenik). Ini artinya, menggunakan ponsel satu jam per hari selama 10 tahun bisa meningkatkan risiko tumor otak.

2. Mengganggu Perkembangan Otak Bayi
Di usia 0-6 bulan, sel-sel dan sistem kelistrikan otak bayi sedang pesat berkembang. Karenanya radiasi ponsel bisa mengganggu proses ini. Oleh sebab itu, hindari penggunaan smartphone di dekat bayi.

3. Stres Oksidatif
Sebuah studi pernah bereksperimen dengan memaparkan gelombang medan elektromagnetik (EMF) 900MHz terhadap 14 binatang. Setelah 30 hari, disimpulkan bahwa EMF ponsel pintar menyebabkan stres oksidatif; keadaan ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas.

4. Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah sejenis sindrom kematian sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Biasanya, penyakit Alzheimer ini terjadi pada orang yang berusia lanjut. Namun, jika kamu terpapar radiasi smartphone dalam jangka waktu lama, maka ada kemungkinan kamu dapat mengalami resiko penyakit Alzheimer ini.

5. Gangguan Tidur
Ponsel yang memaparkan gelombang elektromagnetik akan menyebabkan terganggunya produksi melatonin. Melatonin sendiri adalah hormon yang berperan dalam berbagai proses fisiologis seperti ritme biologis (termasuk tidur), regulasi tekanan darah, onkogenesis, retina, reproduksi, ovarium, sistem kekebalan, dan diferensiasi osteoblas. Oleh sebab itu, jauhkan ponsel kamu saat kamu tidur agar tidur kamu berkualitas.

6. Gangguan Tiroid
Ternyata dengan meningkatnya penggunaan ponsel dan perangkat WiFi di sekitar kamu, kamu bisa terpapar polusi elektrik yang dihasilkan ponsel. Radiasi benda-benda elektronik yang ada di sekitar kamu tersebut dapat menyebabkan terjadinya gangguan tiroid. Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan dari leher yang mengeluarkan hormon dan mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lain-lain.

7. Kebocoran Sel Otak
Kasus seperti ini pernah terjadi pada Matti Niemelä, seorang (CTO) Chief Technology Officer Nokia. Ia menggunakan ponsel selama 10 tahun dan belakangan sering mengeluh sakit kepala disertai gangguan tubuh lainnya.

Gejala bocornya sel otak dimulai ketika ia merasakan sulit berkordinasi dengan orang-orang di sekitarnya. Selain itu, telinganya terasa panas jika berbicara di ponsel terlalu lama.

Pada keadaan normal, otak dilindungi oleh penghalang darah-otak. Namun, akibat dari radiasi ponsel yang berkepanjangan, penghalang darah-otak ini rusak sehingga menyebabkan racun-racun bisa masuk ke dalam otak.

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Klarifikasi Xiaomi Indonesia soal Temuan HP Radiasi Tinggi

Klarifikasi Xiaomi Indonesia soal Temuan HP Radiasi Tinggi

Tekno | Rabu, 05 Juni 2024 | 17:32 WIB

Daftar HP Radiasi Tinggi, Xiaomi Paling Berbahaya

Daftar HP Radiasi Tinggi, Xiaomi Paling Berbahaya

Tekno | Kamis, 16 Mei 2024 | 16:03 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×