SpaceX Luncurkan Armada Antariksa pada 2024, Bangun Kota di Mars

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 29 September 2016 | 07:49 WIB
SpaceX Luncurkan Armada Antariksa pada 2024, Bangun Kota di Mars
Pendiri dan bos SpaceX, Elon Musk, membeberkan rencana perjalanan antarplanet di Guadalaraja, Meksiko, Selasa (27/9) [AFP/Hector Guerrero].

Suara.com - Pendiri dan bos perusahaan antariksa SpaceX, Elon Musk, mengungkapkan ambisinya untuk mendirikan koloni di Mars dengan mengirim 100 manusia ke planet merah itu pada 2024 atau bahkan pada 2022.

Berbicara di Konggres Astronautikal Internasional di Guadalaraja, Meksiko, Selasa (27/9/2016), Musk mengatakan bahwa perusahaannya sedang mengembangkan sebuah roket raksasa yang bisa mengangkut 100 orang ke Mars.

Ia yakin bahwa misi berawak pertama ke Mars bisa diluncurkan pada 2024 dan tiba di planet tetangga Bumi itu pada 2025. SpaceX sendiri berencana mengirim kapsul kargo antariksa bernama Dragon ke Mars pada 2018.

"Menurut saya, perjalanan pertama ke Mars akan sangat berbahaya. Risiko kematian sangat tinggi," kata Musk, yang mengatakan para kandidat yang hendak ke Mars harus siap mati dalam misi itu.

Ia menekankan bahwa manusia saat ini dihadapkan pada dua pilihan fundamental. Pertama adalah tetap tinggal di Bumi dan bersiap menghadapi kepunahan.

"Alternatifnya lainnya adalah menjadi peradaban penjelajah antariksa dan menjadi spesies multiplanet," ujar Musk yang juga pendiri perusahaan mobil listrik Tesla itu.

Untuk merealisasikan ambisi itu, jelas Musk, para penjelajah pertama kelak akan mulai membangun pemukiman hingga sebuah kota untuk manusia di Mars.

Roket ulang-alik

Perjalanan antarplanet itu sendiri akan diwujudkan SpaceX dengan membangun sistem tranportasi dan peluncuran antariksa multi-tahap. Yang menjadi kunci dalam sistem ini adalah roket ulang-alik yang bisa digunakan berulangkali, alih-alih teknologi roket sekali pakai yang banyak digunakan saat ini.

SpaceX sendiri memiliki Falcon 9, roket ulang-alik yang telah sukses diuji coba. Hanya saja yang dikembangkan untuk perjalanan ke Mars akan berukuran lebih besar. Total panjang roket ulang-alik dan modul antarplanet yang terpasang pada ujungnya akan setara dengan dua pesawat Boeing 747.

Pesawat pertama yang berangkat ke Mars akan dinamai Heart of Gold, meminjam nama pesawat antariksa dalam kisah fiksi ilmiah "The Hitchhiker's Guide to the Galaxy" karya Douglas Adam.

Selain itu, SpaceX akan menempatkan sebuah modul di orbit Bumi yang bertugas untuk mengisi bahan bakar roket-roket yang dikirim bolak-balik ke Mars atau ke tempat lain di antariksa.

Untuk membiayai proyek ambisius ini, Musk akan mengandalkan kemitraan antara pihak swasta dan pemerintah. Tetapi dia belum memberitahukan akan bekerja sama dengan pemerintah negara mana.

Adapun untuk misi pertama, SpaceX akan menjual tiket bagi para penjelajah Mars dengan harga 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1,29 miliar (1 dolar pada Rp12.396). [AFP/The Guardian]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI