Muncul Video Nyanyian Intan Olivia, Medsos Banjir Air Mata

Ruben Setiawan, Rinaldi Aban

Rabu, 16 November 2016 | 20:12 WIB
Muncul Video Nyanyian Intan Olivia, Medsos Banjir Air Mata
Korban bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda. (Facebook/Diana Susan)
Salah satu korban pengeboman Gereja Oikumene,Intan Olivia Marbun (2,5 tahun) menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin dinihari (14/11/2016).
 
Intan merupakan satu dari lima korban pengeboman di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (13/11/2016). 
 
Tetapi ada kenangan manis yang tersisa sebelum bocah cilik tersebut meninggal dunia.  Intan sempat bernyanyi mengalunkan lagu dari tanah kelahirannya di Sumatera Utara.
 
Adalah akun facebook Pecinta Budaya Batak yang mengunggah video tersebut. Dalam video berdurasi 2 menit 58 detik tersebut, Intan mengawali lagu tersebut dengan malu-malu namun lama-lama ia mulai bernyanyi mengikuti alunan lagu. Bahkan, Intan hafal dengan penggalan liriknya.
 
" Ya Tuhan bagus kali suaranya adek ini..Tuhan lebih sayang samamu adek manis Intan Olivia Marbun..amang jo galau pulak adekku ini..jadi penyanyi di Surga adek skrg ya," tulis akun tersebut pada caption.
 
Namun bukan hanya akun Pecinta Budaya Batak yang mengunggah video Intan. Sang ibunda Intan, Diana Susan, juga mengunggah video kenangan Intan  di facebook.
 
" Kenanganlh sama mama ini boru hasianku," tulis Diana dalam caption.Dalam video itu Intan dengan senangnya menari dan berjoget mendengar lagu-lagu alunan Batak.
 

Suara.com -

Ucapan prihatin dan simpati dari netizen pun membanjiri di kolom komentar.
 
" Turut berduka cita Diana Susan. Kiranya Tuhan memberi kekuatan , ketabahan buat keluarga. Amen," ucap Lusiana Chaem.
 
" Menarilah engkau disurga nak.. Dan bernyanyilah didepan Bapamu sayang. Turut berduka cita buat keluarga yg ditinggalkan. Tuhan memberkati. Amin," kata Putri Tarutung.
 
" Yang sabar ya eda..dede intan udah di pangkuan Bapa di surga.semoga keluarga selalu tabah.
Like," tambah Cynthia Friska.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×