Orang Papua dan Aborigin Berpisah 37.000 Tahun Lalu

Tomi Tresnady

Kamis, 09 Maret 2017 | 07:40 WIB
Orang Papua dan Aborigin Berpisah 37.000 Tahun Lalu
Suku Dani di Papua. [shutterstock]

Suara.com - Profesor bidang biologi evolusi Griffith University dari Australia David Lambert menyebut orang Papua dan Aborigin berpisah secara genom sejak 37.000 tahun lalu.

"Sebelum 37.000 tahun lalu jadi masa yang penting bagi orang-orang Aborigin di mana diketahui itu masa hidup bersama dengan orang-orang Papua," kata Lambert usai menyampaikan kuliah umum "Ancient and Contemporary Indigenous Genomics of Australia" di Auditorium Sitoplasma Lembaga Eijkman, Jakarta, Rabu (8/3), seperti dilansir dari Antara.

Berdasarkan hasil penelitian lengkap genom dari 83 orang Aborigin yang tersebar luas di Australia dan 25 orang Papua yang telah dilakukan Profesor Lambert bersama Willandra Lakes Elders, menunjukkan bahwa orang Aborigin di Australia secara genetik sangat dekat dengan orang Papua.

Lambert mengatakan, dengan menggunakan metode kemungkinan komposit untuk mengetahui gelombang migrasi ke Australia diketahui bahwa orang Aborigin dan Papua berasal dari satu gelombang migrasi yang sama yang keluar dari Afrika sekitar 72.000 tahun lalu.

Lambert juga mengatakan bahwa mereka berpisah dengan nenek moyang orang-orang Eropa dan Asia sekitar 58.000 tahun lalu. Dan akhirnya berpisah satu sama lain secara genom sekitar 37.000 tahun lalu, jauh sebelum terbentuknya Selat Torres sekitar 10.000 tahun lalu.

Dan sekitar 31.000 tahun lalu, menurut Lambert, populasi leluhur di Australia mengalami pembedaan yang berawal di Cape York yang disebabkan oleh kondisi alam, yakni gurun pasir di bagian tengah benua kanguru yang menjadi penghalang. Kondisi itu telah membuat Aborigin yang berada di bagian barat daya Australia secara genetik cukup berbeda dengan mereka yang ada di timur laut.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bahasa Pama-Nyungan dan genom orang Aborigin yang menggunakannya berubah secara bersamaan. Namun masih bisa diketahui bahwa 90 persen orang asli Australia tersebut masih menggunakan akar bahasa Pama-Nyungan.

Selanjutnya, bersama peneliti Sankar Subramanian, dirinya akan melakukan studi lebih lanjut tentang hubungan antara orang Aborigin yang berbicara bahasa Pama-Nyungan dengan mereka yang tidak menggunakan bahasa tersebut, yang hidup di bagian paling utara Australia.

Kombinasi data genom dari studi tersebut akan memfasilitasi uji hipotesis evolusi tentang asal-usul mayoritas grup masyarakat asli di Australia.

Deputi Direktur Bidang Penelitian Fundemental Lembaga Eijkman Herawati Sudoyo mengatakan orang Papua dan Aborigin ada dalam klaster yang sama namun berbeda.

Meski telah diketahui asal-usul orang Papua dan Aborigin dari penelitian Profesor Lambert, ia mengatakan masih diperlukan data dan informasi lebih lanjut terkait genom orang-orang Papua untuk menjawab lebih lanjut misteri asal-usul manusia.

Deputi Lembaga Eijkman yang kerap disapa Profesor Hera ini mengatakan masih banyak kemungkinan yang dapat diungkap tentang manusia melalui penelitian terkait genom di Indonesia mengingat lokasi ini menjadi pintu masuk lain, contohnya seperti ke Polinesia.

Dukungan dana dibutuhkan untuk melakukan "whole genom sequencing" untuk bisa memperoleh hasil yang memang dibutuhkan untuk mengetahui populasi migrasi dan sebagainya. "Kalau kita andalkan pendanaan sendiri paling cukup untuk lima suku saja. Padahal di Indonesia sukunya banyak banget".

Menurut Hera, hasil penelitian Profesor Lambert memang penting. Dirinya pun baru mengetahui jika ternyata secara genom orang Papua sudah berpisah dengan Aborogin sejak 37.000 tahun lalu.

"Awalnya tahunya perpisahan itu terjadi saat zaman es berakhir sekitar 10.000 tahun lalu," katanya.Budi Suyanto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komnas HAM: Freeport Tak Punya Bukti Beli Tanah Adat Amungme

Komnas HAM: Freeport Tak Punya Bukti Beli Tanah Adat Amungme

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 20:54 WIB

2017, Dana Infrastruktur Papua dan Papua Barat Rp7,61 Triliun

2017, Dana Infrastruktur Papua dan Papua Barat Rp7,61 Triliun

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 10:26 WIB

Papua dan Papua Barat Jadi Fokus Pembangunan Infrastruktur PUPR

Papua dan Papua Barat Jadi Fokus Pembangunan Infrastruktur PUPR

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 10:18 WIB

Menhub Klaim Tol Laut Kurangi Disparitas Harga Barat dan Timur

Menhub Klaim Tol Laut Kurangi Disparitas Harga Barat dan Timur

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 11:15 WIB

Khofifah, Menteri Pertama RI yang Injakkan Kaki di Puncak Jaya

Khofifah, Menteri Pertama RI yang Injakkan Kaki di Puncak Jaya

News | Senin, 27 Februari 2017 | 05:42 WIB

Tembus Keterisolasian, Pemerintah Buka Jalan Pantai Utara Papua

Tembus Keterisolasian, Pemerintah Buka Jalan Pantai Utara Papua

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 17:07 WIB

Tahun 2017, Akses Jalan Waghete ke Timika Akan Terbuka

Tahun 2017, Akses Jalan Waghete ke Timika Akan Terbuka

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 11:40 WIB

Kementerian PUPR Lakukan Ekspedisi Jalan Trans Papua

Kementerian PUPR Lakukan Ekspedisi Jalan Trans Papua

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 11:06 WIB

Terkini

Apakah Flek Hitam Bisa Hilang dengan Retinol? Ini 3 Moisturizer Retinol Lokal Lengkap Review Pembeli

Apakah Flek Hitam Bisa Hilang dengan Retinol? Ini 3 Moisturizer Retinol Lokal Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:05 WIB

Wapres Gibran Dijadwalkan ke Jembatan Musi V Palembang, Agenda Mendadak Ditunda

Wapres Gibran Dijadwalkan ke Jembatan Musi V Palembang, Agenda Mendadak Ditunda

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:04 WIB

DPR RI Luncurkan SIMASLEG, Publik Kini Bisa Pantau Proses Pembentukan UU Secara Digital

DPR RI Luncurkan SIMASLEG, Publik Kini Bisa Pantau Proses Pembentukan UU Secara Digital

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:04 WIB

Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Cawe-Cawe dalam Muktamar ke-35 PBNU

Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Cawe-Cawe dalam Muktamar ke-35 PBNU

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:04 WIB

Teringat Rekan Kerja Cantik yang Selalu Menunduk: Pahitnya Menjadi Target Catcalling

Teringat Rekan Kerja Cantik yang Selalu Menunduk: Pahitnya Menjadi Target Catcalling

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:03 WIB

Danamon Rayakan HUT ke-70, Yuk Nikmati Promo di Berbagai Merchant Favorit di Pekanbaru

Danamon Rayakan HUT ke-70, Yuk Nikmati Promo di Berbagai Merchant Favorit di Pekanbaru

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:03 WIB

Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih

Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:02 WIB

Kupas Tuntas RANS Milik Raffi Ahmad, Seberapa Menarik Prospek Sahamnya?

Kupas Tuntas RANS Milik Raffi Ahmad, Seberapa Menarik Prospek Sahamnya?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:00 WIB

Banyak yang Tak Tahu: Begini Kunci Mengatur Posisi Duduk yang Oke untuk Sopir Mobil

Banyak yang Tak Tahu: Begini Kunci Mengatur Posisi Duduk yang Oke untuk Sopir Mobil

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:00 WIB

Hyundai Creta, SUV Keluarga dengan Kabin dan Bagasi Luas yang Paten Jadi Pengantar Liburan

Hyundai Creta, SUV Keluarga dengan Kabin dan Bagasi Luas yang Paten Jadi Pengantar Liburan

Jatim | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:00 WIB

×