Bumi Sekarat, Stephen Hawking: Manusia Perlu Pindah ke Bulan

Ririn Indriani, Aditya Gema Pratomo

Selasa, 27 Juni 2017 | 13:38 WIB
Bumi Sekarat, Stephen Hawking: Manusia Perlu Pindah ke Bulan
Ilustrasi Bumi dan bulan (Shutterstock).

Suara.com - Ahli fisika Inggris, Stephen Hawking terkenal dengan gagasan-gagasan anehnya tentang koloni manusia di luar angkasa. Kali ini, dia mengeluarkan pernyataan baru cukup membuat masyarakat tercengang.

Dalam paparannya di festival sains Starmus di Trondheim, Norwegia, sangat penting bagi manusia untuk membangun koloni di Mars dan Bulan.

Ia juga mengatakan bahwa sudah saatnya manusia membangun "Bahtera Nuh" untuk membawa segala jenis hewan dan tumbuhan ke Bulan, dan menciptakan dunia baru.

Hawking mengatakan bahwa hanya masalah waktu sebelum Bumi dihancurkan oleh serangan asteroid, suhu yang melonjak atau populasi berlebih.

"Saya yakin bahwa manusia perlu meninggalkan bumi. Bumi menjadi terlalu kecil bagi kita, sumber daya alam terkuras pada tingkat yang mengkhawatirkan," ujarnya dilansir Telegraph.

"Menyebar ke luar angkasa benar-benar akan mengubah masa depan kemanusiaan. Bukan tidak mungkin akan menentukan masa depan manusia," imbuhnya,

Profesor Hawking mengatakan bahwa Bulan dan Mars adalah tempat terbaik untuk memulai koloni pertama. Koloni pertama bulan dapat didirikan dalam 30 tahun, dan sebuah pos terdepan akan hadir di Mars dalam 50 tahun.

Ilmuwan tersebut mengatakan bahwa kapal bertenaga nuklir yang didorong oleh cahaya seperti pesawat Star Trek dapat memungkinkan manusia melakukan perjalanan selama bertahun-tahun cahaya.

"Sudah jelas kita memasuki era baru Kolonisasi manusia dan planet. Hal ini bukan lagi fiksi ilmiah, bisa jadi fakta sains," tutup Hawking.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peneliti Prediksi Bumi Lebih "Basah" di Masa Depan

Peneliti Prediksi Bumi Lebih "Basah" di Masa Depan

Tekno | Senin, 12 Juni 2017 | 15:16 WIB

Stephen Hawking: Manusia Harus Segera Cari Pengganti Bumi!

Stephen Hawking: Manusia Harus Segera Cari Pengganti Bumi!

Tekno | Minggu, 21 Mei 2017 | 19:31 WIB

Ilmuwan: Manusia Harus Tinggalkan Bumi dalam 100 Tahun

Ilmuwan: Manusia Harus Tinggalkan Bumi dalam 100 Tahun

Tekno | Rabu, 03 Mei 2017 | 19:45 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×