Studi: India Tak Bisa Didiami Manusia Lagi di 2100

Liberty Jemadu

Selasa, 08 Agustus 2017 | 16:54 WIB
Studi: India Tak Bisa Didiami Manusia Lagi di 2100
Ilustrasi sebuah desa di India. (Shutterstock)

Suara.com - Pada akhir abad ini suhu udara di Asia Selatan - kawasan yang saat ini dihuni oleh seperlima populasi manusia di Bumi - akan menjadi sangat panas dan lembab sehingga tak lagi bisa dihuni oleh manusia, demikian hasil sebuah penelitian terbaru yang dilansir Live Science.

Perubahan iklim di Pakistan, Nepal, India, Bangladesh, dan Sri Lanka diperkirakan akan sangat parah pada akhir abad 21, sehingga membuat suhu dan kelembaban udara meningkat drastis melampaui tingkat yang bisa ditahan oleh tubuh, demikian isi hasil penelitian yang diterbitkan pada 2 Agustus itu.

Kondisi cuaca ekstrem atas kawasan berbentuk bulan sabit yang dihuni oleh 1,5 miliar jiwa itu diyakini para ilmuwan akan memiliki potensi bahaya sangat besar, demikian isi penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances itu.

"Sebagian besar manusia di kawasan ini hidup dari pertanian dan karenanya mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan," kata pemimpin riset itu, Elfatih Eltahir dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Menurut Eltahir ada tiga faktor yang membuat kondisi ini sangat berbahaya bagi orang-orang yang tinggal di Asia Selatan. Ketiganya adalah suhu panas ekstrem, ratusan juta warga miskin, dan kebiasaan bekerja di luar ruangan.

Dalam penelitian ini Eltahir dkk menggunakan sebuah model komputer untuk membuat simulasi yang meramalkan kondisi cuaca dunia di masa depan. Model komputer itu menganalisis data-data terkait iklim di Bumi.

Hasilnya menunjukkan bahwa akan ada kenaikan ekstrem suhu wet-bulb di Asia Selatan.

Suhu web-bulb sendiri dihitung dari kombinasi suhu dan tingkat kelembaban udara. Manusia masih bisa bertahan di suhu wet bulb 35 derajat Celcius (95 derajat Farenheit). Suhu wet-bulb biasanya lebih rendah dibandingkan dengan suhu udara yang dihitung menggunakan termometer biasa (dry bulb).

Jika terpapar suhu di atas 35 derajat Celcius wet bulb, maka akan sukar bagi manusia mendinginkan tubuh secara alami memanfaatkan keringat dan ini akan berakibat fatal.

"Manusia yang terpapar suhu wet bulb sekitar 35 derajat Celcius hanya dalam beberapa jam bisa meninggal, bahkan jika ia dalam kondisi sehat dan berada di dalam naungan bayangan," tulis Eltahir dalam risetnya.

Kondisi ekstrem seperti ini pernah terjadi di India dan Pakistan pada Juli 2015 lalu dan menyebabkan tewasnya sekitar 3.500 orang. Padahal ketika itu suhu wet bulb hanya sekitar 34,6 derajat Celcius (94,3 derajat Farenheit).

Dalam penelitian sebelumnya pada Oktober 2015 lalu, Eltahir dkk juga meramalkan bahwa kawasan Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, akan dipapar suhu mematikan bagi manusia pada tahun 2100.

Tetapi potensi bahaya di kawasan Teluk akan lebih rendah ketimbang di Asia Selatan. Alasannya karena selain tingkat ekonomi masyarakat Teluk yang lebih tinggi, sebagian besar orang di sekitar Arab Saudi juga jarang beraktivitas di luar rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:47 WIB

Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan

Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:32 WIB

Studi: Pemanasan Global Berpotensi Memicu Pelepasan Metana Lebih Besar dari Ekosistem Alami

Studi: Pemanasan Global Berpotensi Memicu Pelepasan Metana Lebih Besar dari Ekosistem Alami

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:42 WIB

Beruang Kutub Dulu Putih Kini Kelabu: Tanda Alam yang Terabaikan dari Krisis Iklim Global

Beruang Kutub Dulu Putih Kini Kelabu: Tanda Alam yang Terabaikan dari Krisis Iklim Global

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:17 WIB

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:00 WIB

Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?

Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:31 WIB

Ulasan Film Main Vaapas Aaunga: Romantisme Pilu di Balik Tragedi Tahun 1947

Ulasan Film Main Vaapas Aaunga: Romantisme Pilu di Balik Tragedi Tahun 1947

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:10 WIB

Sinopsis Main Vaapas Aaunga, Film India Terbaru Diljit Dosanjh dan Sharvari

Sinopsis Main Vaapas Aaunga, Film India Terbaru Diljit Dosanjh dan Sharvari

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 12:50 WIB

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:19 WIB

Sinopsis Maa Behen, Film Terbaru Madhuri Dixit dan Triptii Dimri di Netflix

Sinopsis Maa Behen, Film Terbaru Madhuri Dixit dan Triptii Dimri di Netflix

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:25 WIB

Terkini

Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan

Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:49 WIB

45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118

45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:20 WIB

45 Kode Redeem FF Terbaru 20 Juni 2026: Spesial Diskon 90% Kampus Icon dan Panen Token Eclipse

45 Kode Redeem FF Terbaru 20 Juni 2026: Spesial Diskon 90% Kampus Icon dan Panen Token Eclipse

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:05 WIB

iPhone 17 Pro Max vs Vivo X300 Ultra: Raja Flagship Kamera, Mending Mana?

iPhone 17 Pro Max vs Vivo X300 Ultra: Raja Flagship Kamera, Mending Mana?

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:50 WIB

Tim Cook Bongkar Alasan Kenaikan Harga iPhone, Produk Ini Paling Berdampak

Tim Cook Bongkar Alasan Kenaikan Harga iPhone, Produk Ini Paling Berdampak

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:45 WIB

Terpopuler: HP Chipset Apa yang Bagus? Ini 3 Pilihan Samsung Rp2 Jutaan

Terpopuler: HP Chipset Apa yang Bagus? Ini 3 Pilihan Samsung Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:05 WIB

Lenovo ThinkPad Disebut Siap Hadapi Kondisi Ekstrem, Apa Rahasianya?

Lenovo ThinkPad Disebut Siap Hadapi Kondisi Ekstrem, Apa Rahasianya?

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:51 WIB

3 Pilihan HP Samsung Rp2 Jutaan dengan RAM dan Kamera Terbaik

3 Pilihan HP Samsung Rp2 Jutaan dengan RAM dan Kamera Terbaik

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:42 WIB

Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026

Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:31 WIB

6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam

6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:09 WIB