Sadis! Ilmuwan AS Uji Coba Masker Gas Biologis Diuji ke Anak-anak

Dythia Novianty

Kamis, 07 September 2017 | 09:03 WIB
Sadis! Ilmuwan AS Uji Coba Masker Gas Biologis Diuji ke Anak-anak
Masker gas biologis diuji coba ke anak-anak. [Mirror]

Suara.com - Sebuah rekaman yang mengganggu beredar. Rekaman yang berdurasi hampir tiga menit, memperlihatkan seorang lelaki memperkenalkan masker gas biologis dan mengujinya pada anak-anak sekolah.

Video tersebut, diputar di Amerika Serikat pada tahun 1960, melukiskan gambaran kehidupan yang meresahkan di zaman nuklir. Dalam gambar tersebut, terlihat sebuah kelas anak-anak, tidak lebih dari 10 tahun, diberi masker biohazard oleh ilmuwan pemerintah.

Dia mengatakan kepada anak-anak di kelas bahwa masker akan melindungi mereka dari "serangan biologis dan kimia dengan memurnikan udara yang dihirup".

Anak-anak kemudian menuju ke sebuah ruangan, sementara narator mengatakan "keefektifan" topeng akan diuji dengan menggunakan campuran "organisme mikroba" yang berpotensi mematikan.

Anak-anak ditinggal di kamar selama sepuluh menit dengan narator mencatat bahwa konsentrasi gas jauh lebih besar daripada yang bisa diharapkan selama serangan biologis, diuji pada mereka.

Saat anak-anak keluar dari kamar, bagian dalam masker mereka diuji untuk mengetahui tanda-tanda kebocoran.

Selama Perang Dingin dengan Uni Soviet, Amerika Serikat sangat ingin memastikan bahwa setiap kemungkinan telah dipersiapkan dan perang biologis sedang dieksplorasi di kedua sisi konflik.

Banyak di tingkat atas pemerintah menganggapnya mungkin serangan apapun akan berbentuk patogen udara mematikan, yang dengan cepat akan menyebar dan melenyapkan jutaan orang.

Pemerintah AS bertekad memastikan setiap lelaki, perempuan dan anak dipersiapkan untuk kemungkinan ini. Dirancang enam ukuran masker biohazard dan beralasan bahwa cara terbaik untuk mengetahui apakah ukuran mereka cocok untuk semua orang adalah mengujinya pada anak-anak.

baca juga

Sebelum ditempatkan di kamar gas, setiap anak diukur kepalanya untuk menemukan ukuran yang sesuai, dengan menyesuaikan pada tali pengikat.

Masker juga disemprot dengan minyak pisang untuk memastikan tidak bocor. Jika bahan kimia pengujian yang menyengat tidak bisa tercium oleh anak-anak, maka topeng itu dianggap pas. [Mirror]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rusia Siap Desak PBB Selidik Serangan Gas di Suriah

Rusia Siap Desak PBB Selidik Serangan Gas di Suriah

News | Rabu, 12 April 2017 | 06:36 WIB

Jepang Kembangkan Peranti Lunak untuk Deteksi Gas Beracun

Jepang Kembangkan Peranti Lunak untuk Deteksi Gas Beracun

Tekno | Senin, 13 Maret 2017 | 16:22 WIB

Akibat Gas Beracun, Puluhan Warga Bojonegoro Harus Diungsikan

Akibat Gas Beracun, Puluhan Warga Bojonegoro Harus Diungsikan

News | Sabtu, 25 April 2015 | 01:20 WIB

Terkini

5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak

5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 16:15 WIB

Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma

Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:58 WIB

4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi

4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:42 WIB

Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad

Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:35 WIB

Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia

Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 13:52 WIB

8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan

8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 13:16 WIB

3 Fitur HP Lipat untuk Kebutuhan Multitasking dan Produktivitas Profesional Muda

3 Fitur HP Lipat untuk Kebutuhan Multitasking dan Produktivitas Profesional Muda

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 11:38 WIB

Galaxy Buds4 Pro Andalkan AI dan Sensor Fusion, Samsung Ungkap Rahasia Panggilan Tetap Jernih

Galaxy Buds4 Pro Andalkan AI dan Sensor Fusion, Samsung Ungkap Rahasia Panggilan Tetap Jernih

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 11:03 WIB

Harga iPhone 18 Pro Dirumorkan Naik, iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp30 Juta?

Harga iPhone 18 Pro Dirumorkan Naik, iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp30 Juta?

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 09:40 WIB

HP Layar Gulung Samsung Makin Dekat, Galaxy Z Slide Disebut Meluncur 2028 Berukuran 10 Inci?

HP Layar Gulung Samsung Makin Dekat, Galaxy Z Slide Disebut Meluncur 2028 Berukuran 10 Inci?

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 08:11 WIB

×