Rusia Siap Desak PBB Selidik Serangan Gas di Suriah

Dythia Novianty

Rabu, 12 April 2017 | 06:36 WIB
Rusia Siap Desak PBB Selidik Serangan Gas di Suriah
Seorang bocah yang terkena serangan gas beracun yang ditembakkan oleh peswat tempur, di Idlib, Suriah, Selasa (4/4/2017). [Mohamed al-Bakour / AFP]

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Moskow akan meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk melakukan penyelidikan terhadap penggunaan senjata kimia di Suriah. Rusia memperkirakan provokasi baru timbul terkait unsur beracun di Suriah.

"Kami (Rusia) akan secara resmi meminta struktur PBB di Den Haag serta masyarakat internasional untuk secara seksama menyelidiki insiden ini dan untuk mengambil keputusan yang berimbang berdasarkan hasil investigasi," kata Putin dalam acara jumpa pers bersama dengan Presiden Italia Sergio Mattarella, selasa (11/4/2017) waktu setempat.

Berdasarkan laporan, serangan gas beracun pada 4 April lalu di provinsi Suriah yang dikuasai pemberontak di barat laut, Idlib, menewaskan sedikitnya 70 warga sipil dan melukai sejumlah lainnya.

Beberapa negara kuat Barat, termasuk Amerika Serikat, menyalahkan pemerintahan Bashar al-Assad atas serangan tersebut.

Pemerintah Suriah membantah memiliki senjata kimia, sementara Kementerian Pertahanan Rusia menuding kelompok pemberontak Suriah memproduksi bahan-bahan beracun di sebuah gudang, yang meledak ketika pesawat-pesawat tempur Suriah melancarkan serangan dan ledakan itu menyebabkan pencemaran.

Amerika Serikat, Kamis lalu meluncurkan 59 peluru kendali ke arah sebuah pangkalan udara Suriah, yang dicurigai menjadi tempat asal pesawat-pesawat pembawa senjata kimia diterbangkan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa bahwa sembilan warga sipil, termasuk empat anak, tewas dan 10 lainnya mengalami luka dalam serangan itu.

Putin mengatakan, Moskow mendapat kabar dari sumber-sumber berbeda bahwa "provokasi" seperti itu sedang dipersiapkan di wilayah-wilayah lainnya di Suriah, termasuk di daerah pinggiran selatan itu kota negara Suriah, Damaskus. Daerah tersebut dicurigai akan diserang dengan "sejumlah benda" dan pihak berwenang Suriah akan dituding sebagai pelakunya.

Dia menambahkan, perkembangan tersebut mengingatkan dirinya akan peristiwa tahun 2003. Saat itu, perwakilan Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB menunjukkan unsur beracun yang diduga ditemukan di Irak untuk membenarkan invasi ke negara itu.

baca juga

"Setelah serangan militer mulai dilakukan di Irak, yang berakhir dengan kehancuran negara itu, (ada) peningkatan ancaman teroris dan pemunculan IS di kancah internasional," kata Putin.

Sementara itu, Mattarella saat jumpa pers menyatakan, harapan bahwa Moskow dan kekuatan-kekuatan dunia lainnya bisa menggunakan pengaruh mereka untuk menghindarkan berulangnya serangan gas di Suriah. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Turki: Pemerintah Suriah Masih Punya Senjata Kimia

Turki: Pemerintah Suriah Masih Punya Senjata Kimia

News | Rabu, 12 April 2017 | 01:04 WIB

Serangan AS ke Suriah Gagal Tingkatkan Moral Kelompok Teror

Serangan AS ke Suriah Gagal Tingkatkan Moral Kelompok Teror

News | Selasa, 11 April 2017 | 08:27 WIB

Rusia dan Iran Ultimatum Bakal Serang Amerika Serikat

Rusia dan Iran Ultimatum Bakal Serang Amerika Serikat

News | Senin, 10 April 2017 | 13:59 WIB

Serangan Gas Beracun, Indonesia Desak PBB Tengahi Konflik Suriah

Serangan Gas Beracun, Indonesia Desak PBB Tengahi Konflik Suriah

News | Minggu, 09 April 2017 | 17:44 WIB

Serangan AS ke Suriah Menguntungkan Korut, Ini Alasannya

Serangan AS ke Suriah Menguntungkan Korut, Ini Alasannya

News | Minggu, 09 April 2017 | 00:18 WIB

Terkini

Advokat Ingatkan RUU Perampasan Aset, Minta Harta Pejabat Sebelum Menjabat Tak Ikut Disita

Advokat Ingatkan RUU Perampasan Aset, Minta Harta Pejabat Sebelum Menjabat Tak Ikut Disita

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan

Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Blue Dragon Film Awards ke-47 Umumkan Nominasi, HOPE Pimpin 10 Nominasi

Blue Dragon Film Awards ke-47 Umumkan Nominasi, HOPE Pimpin 10 Nominasi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Anime BLEACH Tamat Setelah 22 Tahun, Perjalanan Ichigo Resmi Berakhir

Anime BLEACH Tamat Setelah 22 Tahun, Perjalanan Ichigo Resmi Berakhir

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Ada 53 Titik Demo Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, 1.249 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas

Ada 53 Titik Demo Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, 1.249 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:08 WIB

ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN

ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Jelang Aksi 28 Oktober, Pemerintah Minta Aparat Humanis

Jelang Aksi 28 Oktober, Pemerintah Minta Aparat Humanis

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:06 WIB

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:01 WIB

×