Inilah Spesies Kera Besar yang Tularkan Herpes Genital ke Manusia

Ririn Indriani, Risna Halidi

Senin, 02 Oktober 2017 | 21:50 WIB
Inilah Spesies Kera Besar yang Tularkan Herpes Genital ke Manusia
Ilustrasi kera. (Shutterstock)

Suara.com - Tim ilmuwan telah mengidentifikasi kelompok spesies yang menginfeksi manusia purba dengan herpes genital (HSV2). Herpes genital HAV2 merupakan penyakit infeksi seksual menular yang sudah ada hampir dua juta tahun lalu.

Sang 'tersangka' utama, Parathropus boisei adalah hominid atau kera besar bipedal (mahluk berdiri dengan dua kaki). Mahluk tersebut juga memiliki otak dan tubuh yang kecil, serta memiliki wajah seperti piring.

Kemungkinan besar manusia purba tertular HSV2 melalui daging simpanse, dan kemudian melewati patogen manusia saat mereka berburu makanan.

Kontak terdekat antara mahluk P. boisei dan nenek moyang manusia, Homo erectus, dipastikan juga, karena memiliki sumber air yang sama, seperti Danau Turkana di Kenya. Hal ini, kata periset, dipercaya memberikan kesempatan bagi HSV2 untuk memasuki garis keturunan manusia.

"Bagi virus-virus ini untuk melawan penghalang spesies, mereka memerlukan mutasi genetik yang beruntung dikombinasikan dengan pertukaran cairan yang signifikan. Dalam kasus hominid awal, ini berarti melalui konsumsi atau hubungan seksual - atau mungkin keduanya," kata Charlotte Houldcroft, seorang ahli virologi dari Universitas Cambridge Inggris dilansir Zeenews.

Begitu HSV2 masuk ke spesies yang tinggal, lanjut dia, mudah dipindahkan dari ibu ke bayi, juga melalui darah, air liur dan seks.

"HSV2 sangat ideal untuk populasi dengan kepadatan rendah. Virus herpes genital akan merayap melintasi Afrika seperti merayap ke ujung saraf pada organ seks kita, perlahan tapi pasti," kata Charlotte.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Virus Evolution, para peneliti menemukan bahwa di antara tiga dan 1,4 juta tahun yang lalu, herpes genital melompati penghalang spesies dari kera Afrika ke nenek moyang manusia.

"Dengan memodelkan data yang ada, dari catatan fosil hingga genetika virus, kami percaya bahwa Parathropus boisei adalah spesies setempat yang ada pada saat yang tepat untuk mengontrak HSV2 dari simpanse, dan mengirimkannya ke nenek moyang manusia yang paling awal, mungkin Homo erectus," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditemukan Cara Perbaiki Gangguan Pendengaran Anak Pengidap Kanker

Ditemukan Cara Perbaiki Gangguan Pendengaran Anak Pengidap Kanker

Health | Jum'at, 15 September 2017 | 12:56 WIB

Ilmuwan Temukan Cara Hidupkan Orang Mati?

Ilmuwan Temukan Cara Hidupkan Orang Mati?

Tekno | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 18:19 WIB

Peneliti Ciptakan Cara Cari Resep Makanan Hanya dari Foto

Peneliti Ciptakan Cara Cari Resep Makanan Hanya dari Foto

Tekno | Senin, 24 Juli 2017 | 14:14 WIB

Terkini

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Baterai Samsung Galaxy S27 Pro dan S27 Ultra Terungkap, Kapasitas Makin Besar

Baterai Samsung Galaxy S27 Pro dan S27 Ultra Terungkap, Kapasitas Makin Besar

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Bapak Paling Jujur: Sindiran Tajam untuk Budaya Politik Pencitraan di Indonesia

Bapak Paling Jujur: Sindiran Tajam untuk Budaya Politik Pencitraan di Indonesia

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Bahasa Indonesia Era Gen Z: Bertahan, Berubah, atau Kehilangan Identitas?

Bahasa Indonesia Era Gen Z: Bertahan, Berubah, atau Kehilangan Identitas?

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:50 WIB

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:46 WIB

Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Sumut | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang

Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang

Kaltim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Mulai Hari Ini, Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

Mulai Hari Ini, Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kanan Menurut Primbon Jawa vs Penjelasan Medis Tinnitus

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kanan Menurut Primbon Jawa vs Penjelasan Medis Tinnitus

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Sinopsis Mad Blackfin, Dracin Kriminal Dibintangi Wei Xiang dan Sha Yi

Sinopsis Mad Blackfin, Dracin Kriminal Dibintangi Wei Xiang dan Sha Yi

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:20 WIB

×