Malware Ini BIsa Kloning Data dari Chip dan PIN Kartu Pembayaran

Dythia Novianty

Kamis, 22 Maret 2018 | 17:45 WIB
Malware Ini BIsa Kloning Data dari Chip dan PIN Kartu Pembayaran
Ilustrasi malware. [Shutterstock]

Suara.com - Para ahli Kaspersky Lab mengungkapkan bahwa kelompok di balik malware mesin kasir (point-of-sale/POS) Prilex dapat menduplikasi data kartu pembayaran curian, ke dalam kartu plastik kosong yang fungsional. Ancaman jenis ini terus berkembang.

Saat ini ancaman tersebut beroperasi di Amerika Latin. Kepopulerannya karena ini merupakan bentuk kejahatan yang sederhana dan mudah digunakan bagi para penyerang.

Penggunaan kartu pembayaran yang sudah dilindungi oleh 'smart' chip dan PIN telah berkembang dengan pesat di dunia selama beberapa dekade terakhir. Namun, hal ini juga menarik perhatian penjahat siber.

Para ahli Kaspersky Lab yang memantau kejahatan siber keuangan di Amerika Latin menemukan bahwa malware Prilex telah berevolusi untuk menargetkan teknologi jenis ini. Malware Prilex telah aktif sejak tahun 2014.

Para ahli yang memantau perkembangannya melihat adanya upaya migrasi dari serangan pada ATM ke serangan terhadap sistem POS, yang dikembangkan oleh vendor dari Brasil. Caranya, menduplikasi informasi kartu pembayaran curian ke dalam kartu plastik kosong yang fungsional.

Hal ini memungkinkan penjahat untuk melakukan transaksi penipuan di toko manapun, baik online maupun offline. Untuk pertama kalinya para ahli melihat serangkaian alat yang lengkap dipergunakan saat melakukan transaksi penipuan.

Kartu pembayaran kloning ini bekerja di setiap sistem POS di Brasil dikarenakan penerapan standar EMV yang salah, berarti tidak semua data diverifikasi selama proses persetujuan.

Ilustrasi belanja nontunai dengan kartu debet, kartu kredit atau e-money. (Shutterstock)

Dari segi teknis, malware Prilex terdiri dari tiga komponen. Pertama, malware yang memodifikasi sistem POS dan menduplikasi informasi kartu pembayaran.

baca juga

Kedua, server yang digunakan untuk mengelola informasi yang diperoleh secara ilegal dan aplikasi bagi penyerang yang dapat digunakan oleh malware dari 'klien' untuk melihat, mengkloning atau menyimpan statistik yang terkait dengan kartu, seperti berapa banyak yang telah dicuri dengan menggunakan kartu itu).

Terakhir, malware ini merupakan model kejahatan terpadu, di mana semua kebutuhan penyerang diperhitungkan, termasuk kebutuhan akan antarmuka penggunaan yang sederhana dan mudah.

Bukti-bukti menunjukkan bahwa malware didistribusikan melalui proses penyebaran tradisional, yaitu meyakinkan korban untuk memberikan akses ke komputer kepada penyerang untuk sesi dukungan dari jarak jauh. Kemudian dimanfaatkan untuk menginstal malware.

Sebagian besar korban yang diamati sampai saat ini cenderung berasal dari toko tradisional, seperti pom bensin, supermarket dan pasar ritel biasa, dengan catatan semua berlokasi di Brasil.

“Teknologi Chip dan PIN masih relatif baru di beberapa bagian dunia, seperti AS dan orang-orang mungkin kurang menyadari risiko kloning dan penyalahgunaan kartu pembayaran. Di Brasil, malware Prilex telah berevolusi dan mengambil keuntungan dari penerapan standar industri yang salah," ungkap Thiago Marques, Analis Keamanan di Kaspersky Lab melalui keterangan resminya.

Menurut dia, hal ini menyoroti pentingnya mengembangkan standar bukti keamanan yang aman di masa mendatang untuk teknologi pembayaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sindikat Skimming Eropa Timur Telah Curi Ribuan Data Nasabah Bank

Sindikat Skimming Eropa Timur Telah Curi Ribuan Data Nasabah Bank

Bisnis | Rabu, 21 Maret 2018 | 12:21 WIB

Sindikat Skimming Eropa Timur Incar Indonesia Sejak Lama

Sindikat Skimming Eropa Timur Incar Indonesia Sejak Lama

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 15:08 WIB

Korut Ancam Bakal Lancarkan Serangan Siber Lebih Parah dari Rusia

Korut Ancam Bakal Lancarkan Serangan Siber Lebih Parah dari Rusia

Tekno | Sabtu, 03 Maret 2018 | 06:30 WIB

Google Hapus 60 Aplikasi Terinfeksi Malware Porno

Google Hapus 60 Aplikasi Terinfeksi Malware Porno

Tekno | Sabtu, 13 Januari 2018 | 10:11 WIB

Awas! Malware Ini Bisa Bikin Anda Ikut Layanan SMS Premium

Awas! Malware Ini Bisa Bikin Anda Ikut Layanan SMS Premium

Tekno | Jum'at, 12 Januari 2018 | 19:30 WIB

Pikir-pikir Lagi Sebelum Buka Tautan Video di Facebook Messenger

Pikir-pikir Lagi Sebelum Buka Tautan Video di Facebook Messenger

Tekno | Kamis, 04 Januari 2018 | 20:45 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×