8 Fakta Jan Koum, Pendiri WhatsApp yang Merangkak dari Bawah

Liberty Jemadu

Rabu, 02 Mei 2018 | 06:45 WIB
8 Fakta Jan Koum, Pendiri WhatsApp yang Merangkak dari Bawah
Pendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum. [Facebook/Jan Koum]

Belakangan, dalam wawancara dengan Forbes, ia mengaku tak suka bersekolah.

Pada usia 18 tahun, ia sudah belajar jaringan komputer secara otodidak. Buku-buku manual komputer ia pinjam dari dari sebuah toko buku dan akan dikembalikannya, karena ia tak punya uang untuk membelinya.

4. Putus sekolah

Koum kemudian melanjutkan pendidikan di San Jose University. Di saat yang sama ia bekerja sebagai security tester di Ernst & Young.

Pada 1997, ia mendapat tugas untuk memeriksa sistem iklan di Yahoo. Itu untuk pertama kalinya ia berjumpa Brian Acton, pegawai ke-44 Yahoo.

"Dia orang aneh," kenang Acton di kemudian hari.

Jika pegawai Ernst & Young lain gemar berbasa-basi, Koum adalah pribadi yang keras dan to the point. Acton rupanya suka pada gaya Koum. Enam bulan kemudian, Koum mulai bekerja di Yahoo sebagai infrastructure engineer.

Dua pekan bekerja di Yahoo, Koum yang ketika itu masih menjadi mahasiswa San Jose, menerima telepon dari salah satu pendiri Yahoo, David Filo. Ada masalah pada server-server Yahoo.

"Saya sedang di kelas," kata Koum setelah mengangkat telepon.

"Apa yang kau lakukan di kelas? Segeralah ke kantor," tegas Filo.

Koum bergegas ke kantor Yahoo dan membereskan masalah itu. Sejak itu ia berhenti sekolah.

"Saya memang membenci sekolah," kata dia.

5. Membenci iklan

Ketika ibunya wafat pada tahun 2000, Koum sangat kesepian. Ia kini sendiri. Ketika itu, Acton menerimanya seperti saudara sendiri. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama.

Selama 9 tahun mereka berdua bekerja di Yahoo. Acton pernah berinvestasi di sektor internet pada masa itu dan kehilangan jutaan dolar.

Koum sendiri kemudian terlibat dalam pengembangan platform iklan Yahoo bernama Project Panama pada 2006. Ia mengaku sangat tak menikmati pengalaman itu dan diduga inilah alasan mengapa ia sangat membenci iklan, sumber pendapatan yang hingga kini tak dimanfaatkan WhatsApp.

"Mengurus iklan membuat stres. Kita tak membuat hidup orang lain lebih baik dengan iklan," kenang dia kepada Forbes.

6. Ditolak Facebook

Pada September 2007, Koum dan Acton mundur dari Yahoo. Mereka kemudian bertualang ke Amerika Selatan. Setelah itu mereka kembali ke AS dan melamar ke Facebook. Keduanya ditolak.

"Kami adalah anggota klub orang-orang yang ditolak Facebook," kata Acton.

Menganggur, Koum kemudian menghabiskan tabungannya sebesar 400.000 dolar untuk hidup sehari-hari.

7. WhatsApp, sebuah kebetulan

Lalu pada Januari 2009, ia membeli sebuah iPhone. Dari sana ia mendapat pencerahan. Ia melihat App Store, yang baru berusia 7 bulan, akan mengubah industri aplikasi.

Koum lalu mengunjungi rumah Alex Fishman, sahabatnya asal Rusia yang juga tinggal di San Jose. Kepada Fishman, Koum menceritakan idenya.

"Jan menunjukkan kepada saya daftar kontak di ponselnya. Ia berpikir, akan sangat keren jika nama-nama dalam daftar kontak itu dilengkapi dengan status," kenang Fishman.

Status itu akan menginformasikan apakah seseorang sedang menerima telepon, baterai ponselnya sedang kosong, atau pemilik ponsel sedang sibuk.

Koum bisa mengerjakan sebagian aplikasi itu, tetapi ia butuh seorang developer aplikasi iPhone. Fishman lalu memperkenalkannya pada Igor Solomennikov, seorang developer yang tinggal di Rusia.

Bekerja cepat, Koum lalu mendaftarkan perusahaannya, WhatsApp Inc, di California pada 24 Februari 2009, tepat pada hari ulang tahunnya.

Koum menghabiskan berhari-hari menyempurnakan aplikasi itu, untuk menyambungkannya dengan semua nomor telepon di seluruh dunia. Ia bahkan menggunakan Wikipedia untuk mencatat semua kode nomor telepon negara di dunia.

Versi awal WhatsApp tak berjalan mulus. Aplikasi itu kerap tak berfungsi normal. Ketika Fishman menginstal WhatsApp di ponselnya, aplikasi itu hanya bisa membaca beberapa nomor telepon di daftar kontaknya.

Beberapa bulan kemudian, ketika bertemu Acton, Koum mengeluh soal aplikasinya itu. Ia mengaku akan menyerah dan mulai mencari pekerjaan baru.

"Kamu bodoh jika menyerah sekarang. Cobalah beberapa bulan lagi," timpal Acton ketika itu.

Bantuan datang dari Apple ketika perusahaan itu meluncurkan push notification pada Juni 2009. Dengan itu fitur itu, WhatsApp kini bisa mengirim "ping" ke semua kontak ketika penggunanya mengganti status.

"Dalam beberapa situasi, aplikasi itu berubah menjadi aplikasi pesan," kata Fishman.

Berawal dari sana, Koum kemudian sadar aplikasi ciptaanya itu bisa menjadi sangat luas biasa.

Saat itu di pasaran sudah ada layanan serupa. Sebut saja BlackBerry Messenger (BBM). Tetapi aplikasi itu hanya bisa digunakan pada ponsel BlackBerry dan dengan pin khusus. WhatsApp di sisi lain hanya membutuhkan nomor telepon.

Koum meluncurkan WhatsApp 2.0 lengkap dengan fitur pesan dan sekejap, aplikasi itu sudah diunduh lebih dari 250.000 kali. Acton resmi bergabung dengan perusahaan itu pada awal November dan menjadi salah satu pendiri.

Pada awal 2011, WhatsApp telah berhasil masuk dalam daftar 20 aplikasi paling populer di App Store AS. Dua tahun kemudian, pada awal 2013, jumlah penggunanya mencapai 200 juta di seluruh dunia.

Saat ini WhatsApp diperkirakan memiliki 1,5 miliar pengguna aktif di dunia dan merupakan aplikasi pesan paling populer di Bumi.

8. Tinggalkan Facebook dan 1 miliar dolar

Ketika Facebook membeli WhatsApp pada 2014 lalu, Koum sendiri mendapat jatah 24,9 juta lembar saham. Meski demikian, saham-saham itu tak diserahkan sekaligus kepadanya, alih-alih secara bertahap hingga November tahun ini.

Sebagian besar saham itu memang sudah diamankan oleh Koum. Tetapi masih ada sekitar 5,8 juta lembar saham, yang sedianya diserahkan bertahap pada Mei, Agustus, dan November, jika Koum masih bertahan di WhatsApp.

Total nilai saham itu, seperti dilansir Bloomberg, Senin (30/4/2018), adalah sekitar 997,5 juta dolar. Koum diperkirakan tak bisa memiliki jutaan saham ini setelah hengkang.

Meski demikian, dari Facebook dan WhatsApp Koum diperkirakan telah mendulang kekayaan sekitar 10,4 miliar dolar. Ia diketahui telah menjual saham Facebook senilai 8 miliar dolar sejak 2015 lalu.

Jan Koum, menurut Bloomberg Billionaires Index, masuk dalam daftar 500 orang terkaya di dunia. Ia menduduki nomor 136 dalam daftar itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sudah Hapus Ribuan Foto tapi Memori WhatsApp Tetap Penuh? Ini 3 Cara Mengatasinya

Sudah Hapus Ribuan Foto tapi Memori WhatsApp Tetap Penuh? Ini 3 Cara Mengatasinya

Tekno | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:10 WIB

Mengucapkan Belasungkawa dengan Stiker WhatsApp, Etis atau Tidak?

Mengucapkan Belasungkawa dengan Stiker WhatsApp, Etis atau Tidak?

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:50 WIB

WhatsApp Ubah Cara Tampilkan Status Online, Kini Pakai Fitur Titik Hijau

WhatsApp Ubah Cara Tampilkan Status Online, Kini Pakai Fitur Titik Hijau

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 15:15 WIB

Fitur Username WhatsApp: Inovasi atau Sekadar Gimmick?

Fitur Username WhatsApp: Inovasi atau Sekadar Gimmick?

Your Say | Jum'at, 03 Juli 2026 | 12:00 WIB

Cara Membuat Username WhatsApp, Bisa Chat Tanpa Nomor HP

Cara Membuat Username WhatsApp, Bisa Chat Tanpa Nomor HP

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:27 WIB

WhatsApp Segera Luncurkan Username, Pengguna Tak Lagi Perlu Bagikan Nomor Telepon

WhatsApp Segera Luncurkan Username, Pengguna Tak Lagi Perlu Bagikan Nomor Telepon

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:24 WIB

30 Ucapan Hari Keluarga Nasional 2026 yang Bisa Kamu Bagikan di WhatsApp

30 Ucapan Hari Keluarga Nasional 2026 yang Bisa Kamu Bagikan di WhatsApp

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 11:06 WIB

Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya

Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:40 WIB

15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp

15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:43 WIB

Daftar HP Android yang Tidak Bisa Pakai WhatsApp per September 2026

Daftar HP Android yang Tidak Bisa Pakai WhatsApp per September 2026

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:46 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×