Ngejoke Tentang Benjamin Netanyahu di Grup WhatsApp, Wanita Ini Masuk Bui dan Kena Denda

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 21 April 2026 | 15:31 WIB
Ngejoke Tentang Benjamin Netanyahu di Grup WhatsApp, Wanita Ini Masuk Bui dan Kena Denda
Ilustrasi obrolan grup WhatsApp. [Pexels]

Suara.com - Sebuah candaan yang dianggap sepele bisa berujung serius, itulah yang dialami seorang mahasiswi di Amerika Serikat. Nama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu tiba-tiba terseret dalam kasus hukum setelah seorang wanita membuat "lelucon" di grup WhatsApp kampusnya.

Alih-alih mengundang tawa, pesan tersebut justru memicu kepanikan dan berujung pada penangkapan. Kasus ini pun langsung jadi perhatian publik, terutama di tengah meningkatnya sensitivitas terhadap isu keamanan dan ancaman kekerasan di lingkungan pendidikan.

Lantas bagaimana kisah selengkapnya? Begini faktanya menurut yang telah Suara.com rangkum dari Times of India.

Berawal dari Grup Chat Mahasiswa

Peristiwa ini melibatkan Gabriela Saldana, mahasiswi berusia 23 tahun dari Florida International University (FIU). Ia ditangkap setelah mengirimkan pesan dalam grup WhatsApp yang berisi sekitar 215 mahasiswa.

Grup tersebut awalnya digunakan untuk membahas sebuah acara kampus yang akan digelar di Ocean Bank Convocation Center.

Namun percakapan berubah drastis ketika Saldana mengirim pesan yang dianggap sebagai ancaman serius. Dalam salah satu pesannya, ia menulis dengan menyebut nama Netanyahu, meminta agar bom dijatuhkan di lokasi acara mahasiswa tersebut.

Gabriela Saldana, perempuan berusia 23 tahun yang bercanda tentang Benjamin Netanyahu [The Times of India]
Gabriela Saldana, perempuan berusia 23 tahun yang bercanda tentang Benjamin Netanyahu [The Times of India]

"Netanyahu dari Israel, kalau kamu bisa mendengar saya, jatuhkan saja ‘bom-bom kecil’ untuk kami mahasiswa Capstone di Ocean Bank Convocation Center."

Tak berhenti di situ, ia kemudian mengirim pesan lanjutan yang lebih eksplisit, menyebut akan ada bom di lokasi tersebut dan menyalahkan seseorang bernama Jonathan.

"Akan ada bom di Ocean Bank Convocation Center, dan itu akan menjadi kesalahan Jonathan."

baca juga

Candaan yang Berujung Masalah Hukum

Alih-alih dianggap sebagai lelucon, pesan tersebut justru membuat banyak anggota grup panik. Situasi pun cepat berkembang menjadi serius.

Tak lama setelah itu, Saldana mencoba mengklarifikasi dengan mengatakan bahwa ia hanya membuat "candaan bodoh" yang seharusnya tidak diucapkan.

Namun, klarifikasi tersebut tidak menghentikan proses hukum. Pihak kepolisian tetap menindaklanjuti kasus ini karena isi pesan dinilai memenuhi unsur ancaman kekerasan.

Ilustrasi Whatsapp, cara keluar dari grup wa tanpa diketahui (Freepik)
Ilustrasi Whatsapp. (Freepik)

Saldana akhirnya ditangkap dan dihadirkan di pengadilan. Ia dikenakan tuduhan serius berupa ancaman tertulis untuk membunuh atau menyebabkan cedera fisik, sebuah tindak pidana berat di Amerika Serikat. Hakim Mindy S. Glazer menetapkan uang jaminan sebesar 5.000 dolar AS.

Dalam persidangan, hakim mengakui bahwa terdakwa mengklaim pesan tersebut sebagai lelucon. Namun penilaian hukum tidak hanya bergantung pada niat pengirim, melainkan juga bagaimana pesan itu diterima oleh orang lain.

Hakim Glazer menyatakan, "Saya bisa memahami posisi Anda yang mengatakan ini adalah lelucon. Tapi bagi orang yang objektif, ini bukan lelucon, dan cukup untuk menjadi dasar dugaan pelanggaran hukum.”

Ia juga menambahkan bahwa meskipun belum tentu cukup untuk membuktikan kesalahan di pengadilan nantinya, bukti yang ada sudah cukup untuk melanjutkan proses hukum.

Pihak Kampus Angkat Bicara

Dalam pernyataan resminya, pihak Florida International University membenarkan adanya penangkapan terhadap salah satu mahasiswanya. Mereka menyebut bahwa pesan yang dikirim mengandung ancaman yang "kredibel dan mendesak" terhadap acara kampus.

Universitas juga menegaskan bahwa tersangka sempat menyebutkan detail spesifik seperti waktu, tempat, dan acara yang menjadi target. Meski demikian, pihak kampus memastikan bahwa tidak ada ancaman lanjutan dan situasi telah dinyatakan aman.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Resmi Aneksasi Wilayah Tepi Barat Palestina

Israel Resmi Aneksasi Wilayah Tepi Barat Palestina

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:09 WIB

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:20 WIB

Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:52 WIB

Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut

Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:39 WIB

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:27 WIB

Terkini

Sorenya Dicopot, Eks Menkeu Purbaya Malamnya Bikin Gempar: Sudah Siap Belum?

Sorenya Dicopot, Eks Menkeu Purbaya Malamnya Bikin Gempar: Sudah Siap Belum?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:08 WIB

Pengen Potongan Belanja Rp50 Ribu Tanpa Ribet? Pakai Kartu BRI Aja

Pengen Potongan Belanja Rp50 Ribu Tanpa Ribet? Pakai Kartu BRI Aja

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 10:04 WIB

Sinergi Industri dan Regulator Makin Kuat Bersama Bursa Kripto CFX

Sinergi Industri dan Regulator Makin Kuat Bersama Bursa Kripto CFX

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:04 WIB

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:01 WIB

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:59 WIB

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:58 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:52 WIB

×