Beton Romawi Kuno Lebih Kuat dan Tahan Lama, Ini Alasannya

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 06 Juni 2018 | 12:55 WIB
Beton Romawi Kuno Lebih Kuat dan Tahan Lama, Ini Alasannya
Kolesium di Roma. [Shutterstock]

Suara.com - Pernah kah Anda bertanya, apa yang membuat bangunan bersejarah bisa sekokoh itu? Sebuah penelitian mengungkap bagaimana beton bangunan Romawi kuno yang berusia 2.000 tahun dan selalu terkena ombak laut bisa terus bertahan.

Penelitian itu mengungkap adanya petunjuk baru pada evolusi kimia dan mineral semen. Penemuan ini juga menginspirasi para peneliti dalam mencari resep asli dari bahan baku beton yang dipakai oleh orang Romawi dulu.

Tim peneliti yang bekerja di Departemen Lawrence Barkeley National Laboratory menggunakan sinar-X untuk mempelajari sampel beton Romawi di skala mikroskopis, untuk mempelajari lebih lanjut tentang semen mineral mereka. Sebelumnya, mereka meneliti di Barkeley Lab Advanced Light Source (ALS) dan menemukan bahwa kristal aluminat tobermorite memiliki peran penting dalam memperkuat beton.

"Di ALS kami memetakan mikrostruktur semen mineral dan dapat mengindetifikasi berbagai mineral serta rangkaian rumit dari kristalisasi pada skala mikron," jelas Marie Jackson, seorang ahli geologi dan geofisika di University of Utah yang memimpin penelitian.

Dilansir dari News Center, resep Romawi kuno sangat berbeda dari resep modern dalam pembuatan beton. Kebanyakan beton modern adalah campuran dari semen Portland yang terdiri dari batu kapur, batu pasir, abu, kapur, besi, tanah liat, dan bahan lainnya yang dilebur bersamaan pada suhu terik.

Secara konkret, bahan-bahan ini mengikat material granular yang disebut agregat dari potongan batuan dan pasir. Agregat memiliki reaksi kimia yang dapat menyebabkan retak pada beton, erosi, dan runtuhnya struktur beton. Inilah mengapa beton modern tidak bertahan lama.

Namun, beton Romawi dibuat dari abu vulkanik, air kapur, dan air laut. Campuran tersebut dilebur pada suhu rendah untuk mengurangi kadar karbon dalam semen. Material ini akan terus bereaksi hingga membuat semen Romawi tahan jauh lebih lama. Orang-orang Romawi mengandalkan reaksi campuran batu vulkanik dengan air laut untuk menghasilkan semen mineral baru.

Jackson bekerja sama dengan insinyur geologi lainnya untuk menemukan kembali resep yang dipakai Roma untuk membuat beton. Ia mencampur air laut dari Teluk San Francisco dan batu vulkanik dari Amerika bagian barat, untuk menemukan formula yang tepat dan juga memimpin proyek pengeboran ilmiah untuk mempelajari produksi tobermorite dan mineral terkait lainnya di gunung berapi Surtsey di Islandia.

Saat ini, semakin banyak produsen beton yang mengeksplorasi penggunaan batuan vulkanik dan proses yang tidak memerlukan banyak energi, sehingga itu sama-sama dapat menjadi keuntungan bagi industri dan lingkungan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kebiasaan Mengemudi Terlalu Lama Ternyata Bisa Ganggu Kesehatan

Kebiasaan Mengemudi Terlalu Lama Ternyata Bisa Ganggu Kesehatan

Otomotif | Selasa, 05 Juni 2018 | 11:34 WIB

Maaf Spider-Man, Bio Fiber Ini Lebih Kuat dari Jaring Laba-laba

Maaf Spider-Man, Bio Fiber Ini Lebih Kuat dari Jaring Laba-laba

Tekno | Sabtu, 12 Mei 2018 | 19:15 WIB

Meski Menggemaskan, Tupai Merah Ternyata Bisa Berbahaya

Meski Menggemaskan, Tupai Merah Ternyata Bisa Berbahaya

Tekno | Sabtu, 12 Mei 2018 | 10:32 WIB

Berapa Lama Waktu Sinar Matahari Masuk ke Bumi? Ini Jawabannya

Berapa Lama Waktu Sinar Matahari Masuk ke Bumi? Ini Jawabannya

Tekno | Selasa, 24 April 2018 | 19:30 WIB

Penelitian Ini Patahkan Teori Manusia Purba Berjalan seperti Kera

Penelitian Ini Patahkan Teori Manusia Purba Berjalan seperti Kera

Tekno | Rabu, 04 April 2018 | 08:01 WIB

Ilmuwan Ungkap Misteri Kekuatan Telur Ayam

Ilmuwan Ungkap Misteri Kekuatan Telur Ayam

Tekno | Sabtu, 31 Maret 2018 | 07:09 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×