Array

Ilmuwan Duga Pernah Ada Kehidupan di Bulan

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 24 Juli 2018 | 14:17 WIB
Ilmuwan Duga Pernah Ada Kehidupan di Bulan
Bumi terlihat dari permukaan bulan (NASA/Shutterstock).

Suara.com - Bulan saat ini tandus dan sepi, tetapi jutaan tahun silam satelit Bumi itu diduga pernah memiliki kehidupan, demikian dikatakan para ilmuwan dari Washington State University, Amerika Serikat.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Astrobiology baru-baru ini, pakar astrobiologi Dirk Schulze-Makuch, menduga kehidupan pernah berkembang di Bulan dalam dua periode berbeda.

Menurut Schulze-Makuch, kondisi permukaan Bulan sangat cocok mendukung perkembangan mahluk-mahluk hidup sederhana sekitar 4 miliar tahun lalu - ketika ia baru saja terbentuk - dan pada 3,5 juga tahun lalu, saat aktivitas vulkanis di Bulan sedang tinggi-tingginya.

Pada dua periode itu, Bulan memuntahkan banyak gas bersuhu tinggi, termasuk uap air, ke permukaannya. Gas dalam jumlah besar ini, terang Schulze-Makuch, diduga telah membentuk danau-danau dan atmosfer di Bulan selama jutaan tahun.

"Jika air dan atmosfer ada pada periode awal Bulan dan bertahan dalam waktu cukup lama, maka menurut kami permukaan Bulan pernah memiliki kehidupan, meski tidak permanen," jelas Schulze-Makuch.

Untuk mencapai kesimpulan itu, Schulze-Makuch menganalisis sejumlah penelitian terhadap contoh batuan dan tanah yang diambil dari Bulan. Sampel-sampel itu menunjukkan bahwa Bulan tak sekering atau segersang yang diduga sebelumnya.

Pada 2009 dan 2010, tim peneliti internasional menemukan ratusan juta ton air dalam bentuk es di permukaan Bulan. Selain itu juga ditemukan bukti kuat adanya air dalam jumlah besar di mantel Bulan. Kandungan air itu diduga merupakan sisa-sisa dari awal terbentuknya Bulan.

Bulan juga tadinya diyakini diselimuti medan magnet, mirip seperti Bumi. Medan magnet melindungi mahluk hidup dari angin Matahari yang mematikan.

Schulze-Makuch menduga kehidupan di Bulan dibawa oleh meteor. Di Bumi sendiri ada dikenal cyanobacteria, yang fosilnya berusia 3,5 sampai 3,8 miliar tahun. Bakteri ini diduga dibawa oleh meteor, yang menghempas Bumi dan melemparkan serpihan-serpihan kecil ke Bulan.

Schulze-Makuch, meski demikian, mengakui bahwa untuk membuktikan dugaannya itu perlu digelar "ekspolrasi agregsif" di Bulan. (Phys.org)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI