Begini Cara Rusia Bantu NASA Selamatkan Dunia dari Kiamat

Dythia Novianty

Minggu, 20 Januari 2019 | 14:30 WIB
Begini Cara Rusia Bantu NASA Selamatkan Dunia dari Kiamat
Ilustrasi Bumi ditabrak oleh objek antariksa. [Shutterstock]

Suara.com - Umat manusia mulai berpikir tentang bagaimana melindungi planet ini dari batu ruang angkasa yang bisa menyebabkan datangnya hari Kiamat. Sekarang Rusia ingin terlibat dalam pertempuran melawan asteroid setelah mengakui bahwa NASA memimpin dunia dalam bidang yang sangat penting ini.

Sejauh ini, telah berhasil diidentifikasi sekitar 18.000 objek berpotensi berbahaya di tata surya dengan hanya 0,1 persen dari ini terlihat para penikmat bintang Rusia. Staf Putin ingin mengubahnya dengan menutup celah deteksi asteroid.

Boris Shustov, direktur ilmiah dari Institut Astronomi Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, mengatakan kepada Sputnik bahwa saat ini, negara-negara asing, terutama Amerika Serikat, telah maju dalam pengembangan sistem mereka untuk mendeteksi bahaya ruang angkasa.

Namun, dia menambahkan, Rusia memilih meluncurkan skema buatan sendiri untuk bergabung dengan perang melawan asteroid.

"Pada pertemuan baru-baru ini dari presidium RAS, para akademisi memilih mendukung rancangan untuk memulai pekerjaan dalam mempersiapkan varian modern dari program nasional dan sebuah berbagai masalah yang lebih luas, termasuk seluruh jajaran ancaman luar angkasa. Sangat mudah untuk melupakan bahwa NASA adalah lembaga pemerintah Amerika, dan bukan organisasi supranasional, jadi agak tidak adil membebani dengan tanggung jawab menyelamatkan Bumi dari ancaman luar angkasa," katanya.

Baru-baru ini, NASA menyelidiki 'asteroid kiamat' Bennu, yang memiliki peluang sangat kecil untuk menghantam pada abad berikutnya. Tidak jelas apa yang akan terjadi jika NASA atau Roscosmos menemukan asteroid di jalur tabrakan dengan Bumi.

Lima tahun lalu, mantan bos NASA Charles Bolden ditanyai bagaimana kita harus bereaksi jika asteroid besar menuju Kota New York dan jawabannya sederhana: 'Berdoa'.

Asteroid juga dapat 'didorong' ke lintasan yang berbeda dengan menarik atau mendorongnya secara perlahan menggunakan pesawat ruang angkasa, meledakkan senjata nuklir di dekatnya sehingga matahari memanaskannya dan perlahan-lahan mendorongnya ke arah yang baru.

Metode-metode ini belum teruji dan masih dalam tahap teoretis, sehingga tampaknya masuk akal jika setiap ilmuwan di negara itu membicarakannya daripada menyerahkan semua pekerjaan ke NASA. Rusia adalah salah satu dari sedikit negara yang memiliki pengalaman langsung baru-baru ini mengenai dampak meteorit.

baca juga

Pada Februari 2013, meteor selebar 18 meter meledak di langit di atas Chelyabinsk, menyebabkan gelombang kejut dengan kekuatan bom nuklir kecil yang merusak 7.200 bangunan dan menyebabkan 1.500 orang terluka. Namun, jika Rusia memang menjadi pemimpin dunia dalam deteksi asteroid, masih akan sangat sulit menemukan benda-benda kecil seperti itu. [Metro]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Akan Dilakukan Ilmuwan saat Kiamat Hampir Tiba

Ini yang Akan Dilakukan Ilmuwan saat Kiamat Hampir Tiba

Tekno | Sabtu, 19 Januari 2019 | 15:13 WIB

Hati-hati, NASA Lansir Peringatan Tiga Asteroid Melintas Bumi !

Hati-hati, NASA Lansir Peringatan Tiga Asteroid Melintas Bumi !

Tekno | Rabu, 16 Januari 2019 | 15:00 WIB

NASA Ungkap Letusan Gunung Agung Bisa Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim

NASA Ungkap Letusan Gunung Agung Bisa Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim

Tekno | Senin, 14 Januari 2019 | 19:45 WIB

Tiga Rahasia NASA Ini Bocor ke Publik

Tiga Rahasia NASA Ini Bocor ke Publik

Tekno | Senin, 14 Januari 2019 | 14:55 WIB

NASA Siapkan Strategi Selamatkan Manusia dari Datangnya Kiamat

NASA Siapkan Strategi Selamatkan Manusia dari Datangnya Kiamat

Tekno | Rabu, 09 Januari 2019 | 06:14 WIB

NASA Temukan Benda Misterius di Ujung Tata Surya

NASA Temukan Benda Misterius di Ujung Tata Surya

Tekno | Kamis, 27 Desember 2018 | 11:03 WIB

Terkini

4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga

4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:37 WIB

Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026

Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:36 WIB

Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026

Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:30 WIB

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:30 WIB

Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut

Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut

Jogja | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB

Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi

Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah

Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12 WIB

GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT

GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:10 WIB

×