Kominfo Buka Suara soal Tol Langit

Rabu, 20 Maret 2019 | 05:54 WIB
Kominfo Buka Suara soal Tol Langit
Presiden Joko Widodo memberikan arahan pelaksanaan Proyek Palapa Ring yang dikerjakan PT Palapa Timur Telematika di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/9).

Suara.com - Setelah diutarakan oleh calon wakil presiden nomor urut 02 KH Ma'ruf Amin dalam debat cawapres 17 Maret kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya buka suara soal tol langit.

Direktur Utama Bakti Kominfo, Anang Latif, dalam tayangan Kemkominfo TV bertajuk Kepoin Tol Langit, menjelaskan bahwa istilah tol langit pertama kali dicetuskan oleh Menteri Kominfo, Rudiantara.

"Jadi ini adalah sebuah perumpamaan yang dibuat oleh Pak Rudiantara pada sebuah event. Itu bermula dari sinyal. Nanti ke depan, seluruh Indonesia, akan mendapatkan sinyal yang bisa menghadirkan internet cepat," demikian jelas Anang, Selasa (19/3/2019).

"Jadi sinyal nanti akan menjadi sinyal cepat, seolah-olah ada sebuah tol. Kan kita selalu gambarkan, seolah-olah sinyal itu ada di atas (langit)," imbuh Anang.

Lebih lanjut Anang menjelaskan bahwa konsep tol langit yang diumpamakan oleh Rudiantara itu saat ini bentuknya adalah proyek Palapa Ring yang membentang di seluruh Nusantara.

Proyek Palapa Ring sendiri bertujuan menghadirkan internet cepat di seluruh Indonesia dengan mengandalkan jaringan serat optik. Palapa Ring terbagi atas tiga wilayah, barat, tengah, dan timur.

Proyek Palapa Ring Barat dengan bentangan kabel optik sepanjang 2.275 kilometer dan Palapa Ring tengah dengan kabel optik sepanjang 2.995 km sudah rampung 100 persen. Sementara Palapa Ring Timur, sepanjang 6.876 km, sudah rampung 94,5 persen.

"Barat sudah 100 persen beroperasi sejak Maret 2018, Tengah sudah beroperasi sejak akhir Desember. Tinggal timur targetnya pertengahan tahun ini," ujar Anang Latif.

Anang menambahkan untuk kapasitas kabel optik yang dibangun bisa mencapai 100 gb persecond. Sedangkan untuk menghubungkan daerah terpencil sedang menyiapkan satelit High throughput satellite atau HTS.

"Kami menyiapkan satelit HTS membutuhkan waktu 3 tahun artinya kita memulai akhir tahun ini dan peluncurannya akan dilakukan 2022 itu kalau tidak ada hambatan kita targetkan tahun 2023 awal mulai beroperasi," tambahnya.

Tetapi sambil menunggu satelit HTS milik pemerintah diluncurkan, Kominfo akan menyewa satelit Nusantara Satu yang diluncurkan Februari kemarin dan rencananya beroperasi April mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI