Ular Bermata Tiga di Australia Hebohkan Dunia

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 03 Mei 2019 | 06:50 WIB
Ular Bermata Tiga di Australia Hebohkan Dunia
Seekor anak ular bermata tiga ditemukan di Australia pada Maret 2019. [Facebook/Northern Territory Parks and Wildlife Commission]

Suara.com - Seekor ular bermata tiga telah ditemukan di Australia bagian utara dan penemuan itu memicu kehebohan karena menurut para ilmuwan keunikan fisik seperti itu sangat jarang ditemukan di dunia.

Ular berjenis sanca karpet itu ditemukan di dekat Humpty Doo, sekitar 40 kilometer sebelah tenggara Darwin. Reptil sepanjang 40 cm itu, menurut para ahli, memiliki satu mata tambahan di bagian atas kepalanya akibat mutasi alami.

Seekor anak ular bermata tiga ditemukan di Australia pada Maret 2019. [Facebook/Northern Territory Parks and Wildlife Commission]
Seekor anak ular bermata tiga ditemukan di Australia pada Maret 2019. [Facebook/Northern Territory Parks and Wildlife Commission]

"Sampai hari ini saya belum pernah melihat ular bermata tiga," kata David Penning, pakar biologi dari Missouri Southern State University, Amerika Serikat seperti dilansir Live Science.

"Saya pernah melihat ular berkepala dua dan beberapa bentuk kelainan pada kepala ular, tetapi tak ada yang seperti ini," imbuh dia.

Keheranan yang sama juga dirasakan oleh Bryan Fry, peneliti ular dari University of Queensland, Australia.

"Setiap anak (ular) mengalami mutasi, tetapi yang satu ini sangat aneh," kata Fry kepada BBC.

"Saya belum pernah melihat ular bermata tiga sebelumnya. Tetapi kami pernah meneliti kobra berkepala dua di laboratorium kami," imbuh Fry.

Sayangnya, ular bermata tiga yang ditemukan pada Maret lalu kini telah mati. Ia diduga susah makan, karena kondisi fisiknya yang unik. Ular malang itu diperkirakan berusia dua bulan. Ia mati pada pekan lalu.

Adapun hasil pindai sinar X terhadap tengkorak ular tersebut ditemukan bahwa binatang tersebut tak memiliki dua kepala seperti yang diduga oleh para ilmuwan sebelumnya.

"Alih-alih, ia memiliki satu tengkorak dengan lubang mata tambahan dan tiga mata yang berfungsi normal," jelas otoritas taman nasional Australia yang menemukan ular tersebut.

Mereka menduga kelainan pada kepala ular itu bermula dari masa perkembangan embrio. Kelainan itu diduga terjadi secara alamiah dan bukan karena faktor lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI