PBB: Sebanyak 1 Juta Spesies Terancam Punah, Bumi Butuh Pertolongan

Dinar Surya Oktarini, Rezza Dwi Rachmanta

Rabu, 08 Mei 2019 | 15:11 WIB
PBB: Sebanyak 1 Juta Spesies Terancam Punah, Bumi Butuh Pertolongan
Kutub Utara. [Shutterstock]

Suara.com - Pada laporan PBB yang dirilis Senin (4/7/2019) mengungkapkan bahwa sesuatu mengejutkan terjadi. Ratusan peneliti yang bertanggung jawab pada laporan itu menyatakan bahwa saat ini, satu juta spesies di Bumi terancam punah.

Lebih dari sepertiga mamalia laut dan lebih dari 40 persen spesies amfibi termasuk dalam kategori yang mengkhawatirkan.

Laporan itu disusun lebih dari tiga tahun oleh ratusan ahli yang bekerja untuk badan penelitian yang berafiliasi dengan PBB.

Mereka mengambil lebih dari 15.000 penelitian dan sumber lain untuk melengkapi laporan tersebut.

Laporan yang berjudul Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) telah ditandatangani oleh perwakilan dari 132 negara anggota.

Para penulis mendesak pemerintah dunia untuk mengatasi penurunan keanekaragaman hayati secara global.

Tak hanya itu, para peneliti juga mendesak pemerintah di seluruh dunia berkomitmen bersama menghadapi perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Ilustrasi Bumi yang mulai sekarat. (Pixabay/ Tumisu)
Ilustrasi Bumi yang mulai sekarat. (Pixabay/ Tumisu)

Laporan tersebut didukung dari sebuah penelitian yang cukup mengagetkan.

Lebih dari sepertiga dari tanah dunia sekarang telah berubah menjadi lahan pertanian atau lahan produksi ternak.

baca juga

Dari tahun 1980 hingga tahun 2000, tercatat sebanyak 100 juta hektar hutan tropis telah hilang.

Hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia telah hilang karena dijadikan lahan ternak dan lahan pertanian seperti kelapa sawit.

Robert Watson selaku ketua panel sekaligus ahli kimia Inggris menjelaskan bahwa penurunan keanekaragaman hayati juga mengikis fondasi ekonomi manusia.

Sebagai contoh, ekosistem laut mengalami penurunan signifikan ketika suhu naik ke 2 derajat Celcius.

Ilustrasi Bumi yang mulai sekarat. (Pixabay/ Gerhard Gellinger)
Ilustrasi Bumi yang mulai sekarat. (Pixabay/ Gerhard Gellinger)

Terumbu karang yang hilang karena pemanasan dan pengasaman laut dapat menyebabkan jatuhnya perikanan komersial.

Itu juga akan mempengaruhi miliaran penduduk dunia yang tinggal di pesisir dan sangat bergantung pada hasil laut.

''Mari kita berterus terang. Kami tidak berada di jalur menuju 2 derajat Celcius. Kami berada di jalur ke 3, 3 ½ derajat Celcius. Sistem karang dunia benar-benar dalam kesulitan,'' kata Watson dikutip dari Washington Post.

Satu juta spesies yang terancam punah termasuk serangga seperti lebah.

Jumlah spesies lebah diketahui telah berkurang signifikan. Bahkan salah satu penelitian menyebutkan bahwa 100 tahun lagi lebah akan punah jika kita tidak bertindak.

Ilustrasi industri yang menyebabkan pemanasan global. (Pixabay/ Chris LeBoutillier)
Ilustrasi industri yang menyebabkan pemanasan global. (Pixabay/ Chris LeBoutillier)

Punahnya lebah akan berpengaruh pada penyerbukan sehingga hasil pertanian akan berkurang drastis.

Ratusan miliar dolar atau ribuan triliun rupiah akan menguap seiring dengan hilangnya lebah.

Laporan PBB yang mengejutkan mengenai potensi satu juta spesies yang terancam punah seharusnya menjadi lampu merah untuk semua negara, jika Bumi sekarat, manusia juga akan menderita.(HiTekno.com)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

Danantara Gandeng 32 Kampus, Hasil Riset Didorong Tak Berhenti di Meja Penelitian

Danantara Gandeng 32 Kampus, Hasil Riset Didorong Tak Berhenti di Meja Penelitian

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Bentuk Bumi Semakin Membulat Akibat Perubahan Iklim, Ini Dampaknya Bagi Manusia

Bentuk Bumi Semakin Membulat Akibat Perubahan Iklim, Ini Dampaknya Bagi Manusia

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 21:22 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Gercep! Singapura Temukan Energi Panas Bumi Melimpah untuk Listrik Selama 60 Tahun

Gercep! Singapura Temukan Energi Panas Bumi Melimpah untuk Listrik Selama 60 Tahun

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:23 WIB

BUMI Akuisisi Perusahan Australia USD22 Miliar, Masuk Bisnis Tambang Emas

BUMI Akuisisi Perusahan Australia USD22 Miliar, Masuk Bisnis Tambang Emas

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:38 WIB

7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon

7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Pigai Bantah Dino Patti Djalal Soal Presiden Dewan HAM PBB: Mana Ada Kerja Kemlu!

Pigai Bantah Dino Patti Djalal Soal Presiden Dewan HAM PBB: Mana Ada Kerja Kemlu!

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Keppres Sedang Diproses

Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Keppres Sedang Diproses

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:25 WIB

Keranjang Penuh Tapi Nggak Dicheckout? Kamu Nggak Sendirian, Ini Kata Riset!

Keranjang Penuh Tapi Nggak Dicheckout? Kamu Nggak Sendirian, Ini Kata Riset!

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:24 WIB

Profil Irjen Ahrie Sonta, Kadivkum Polri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden

Profil Irjen Ahrie Sonta, Kadivkum Polri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 11:23 WIB

Jelang Penetapan UMP dan UMK 2027, Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Buruh dan Pengusaha

Jelang Penetapan UMP dan UMK 2027, Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Buruh dan Pengusaha

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:22 WIB

Calvin Verdonk Menggila di Liga Champions, Jadi Pemain Terbaik Lille dengan Rating Nyaris 8

Calvin Verdonk Menggila di Liga Champions, Jadi Pemain Terbaik Lille dengan Rating Nyaris 8

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 11:21 WIB

Pendidikan: Bukan Sekadar Nilai, tetapi Membentuk Karakter

Pendidikan: Bukan Sekadar Nilai, tetapi Membentuk Karakter

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:20 WIB

Pegasus Dipakai Polisi Israel Memata-matai Warganya, Sekarang Dipakai Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo?

Pegasus Dipakai Polisi Israel Memata-matai Warganya, Sekarang Dipakai Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:19 WIB

Kenapa Listyo Sigit Prabowo Ditangkap? Eks Kapolri Terlama di RI Kini Ditahan Polisi

Kenapa Listyo Sigit Prabowo Ditangkap? Eks Kapolri Terlama di RI Kini Ditahan Polisi

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:19 WIB

Puluhan Ribu Prajurit TNI Dikerahkan Masif ke Jakarta, Mabes TNI Buka Suara soal Isu Siaga 1

Puluhan Ribu Prajurit TNI Dikerahkan Masif ke Jakarta, Mabes TNI Buka Suara soal Isu Siaga 1

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:18 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Bahan Baku Menu McDonalds Indonesia Banyak Berasal dari Petani Lokal

Tak Banyak yang Tahu, Bahan Baku Menu McDonalds Indonesia Banyak Berasal dari Petani Lokal

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 11:16 WIB

×