Peneliti : Mendaratkan Manusia di Mars Terlalu Berbahaya

Fabiola Febrinastri | Tivan Rahmat | Suara.com

Jum'at, 07 Juni 2019 | 08:25 WIB
Peneliti : Mendaratkan Manusia di Mars Terlalu Berbahaya
Ilustrasi permukaan planet Mars (Shutterstock).

Suara.com - Dari tahun ke tahun, ambisi manusia untul menginjakkan kaki di planet Mars kian memuncak.

Tak hanya organisasi pemerintah, seperti NASA, pihak swasta semisal SpaceX dan Amazon, juga tertarik untuk mengirimkan astronot ke Planet Merah. Bahkan, mereka sudah menyiapkan pesawat antariksa dan teknologi mutakhir untuk merealisasikan impannya tersebut.

Seperti dilansir futurism.com, menurut European Space Agency (ESA), Mars adalah planet yang sangat berbahaya untuk ditinggali manusia karena radiasi kosmik yang terlalu besar.

Sebagai informasi, manusia di Bumi sebenarnya terkena radiasi kosmik, tapi dalam jumlah sedikit, mengingat sebagian besar radiasi ditangkal oleh atmosfer dan medan magnet. Hal ini tentunya berbeda dengan kondisi Mars yang tidak memiliki lapisan pelindung tersebut.

Sebagai contoh, ESA mengamati kondisi astronot yang berada di International Space Station (ISS), yang bisa terkena radiasi hingga 200 kali lebih banyak ketimbang manusia di Bumi. 

Dalam penelitiannya, ESA bahkan memperkirakan astronot yang menjalani misi menuju Mars terancam terkena radiasi hingga 700 kali lebih besar daripada di Bumi.

"Masalah sesungguhnya adalah besarnya ketidakpastian yang mengelilingi risiko ini," ujar fisikawan ESA, Marco Durante, Jumat (7/5/2018).

"Kami tidak memahami radiasi luar angkasa dengan sangat baik, dan efek jangka panjangnya juga tidak diketahui," imbuhnya.

Sebelum sampai pada kesimpulan tersebut, ESA terlebih dahulu bekerja sama dengan peneliti dari lima laboratorium akselerator partikel di Eropa untuk meneliti dampak dari radiasi kosmik serta mencari cara untuk mencegahnya. 

Rencananya, ESA juga akan melakukan penelitian lanjutan soal radiasi kosmik ini pada peluncuran wahana antariksa Orion milik NASA pada 2020.

Nantinya, para peneliti akan memiliki kesempatan untuk meneliti radiasi di luar Bumi. Dalam uji coba yang dijadwalkan akan berlangsung di orbit Bulan tersebut, mereka akan meneliti paparan radiasi kepada boneka percobaan selama tiga minggu.

Sedangkan untuk penelitian pencegahan radiasi kosmik, saat ini penelitian yang dilakukan ESA telah menunjukkan proses yang cukup berarti. Untuk sementara, mereka menemukan fakta bahwa lithium efektif bisa melindungi material biologis dari paparan radiasi berbahaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disangka Merah, Ternyata Planet Mars Bisa Berubah Warna

Disangka Merah, Ternyata Planet Mars Bisa Berubah Warna

Tekno | Senin, 29 April 2019 | 11:20 WIB

Ini Foto Terakhir Kiriman Robot Opportunity Sebelum Hilang di Planet Mars

Ini Foto Terakhir Kiriman Robot Opportunity Sebelum Hilang di Planet Mars

Tekno | Minggu, 17 Maret 2019 | 16:38 WIB

NASA Temukan Petunjuk Baru di Gunung Sharp Planet Mars

NASA Temukan Petunjuk Baru di Gunung Sharp Planet Mars

Tekno | Minggu, 03 Februari 2019 | 11:00 WIB

Wah, Peneliti Temukan Kawah Putih Berisi Es di Planet Mars

Wah, Peneliti Temukan Kawah Putih Berisi Es di Planet Mars

Tekno | Rabu, 02 Januari 2019 | 17:00 WIB

Terkini

Oppo Pad 5 Pro Debut Pekan Depan, Bawa Chipset Terkencang Qualcomm dan RAM 16 GB

Oppo Pad 5 Pro Debut Pekan Depan, Bawa Chipset Terkencang Qualcomm dan RAM 16 GB

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 12:35 WIB

5 Tablet untuk Multitasking Paling Murah April 2026: Bisa Pakai Keyboard, Mulai Rp1 Jutaan!

5 Tablet untuk Multitasking Paling Murah April 2026: Bisa Pakai Keyboard, Mulai Rp1 Jutaan!

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 12:30 WIB

LG Lirik Kebiasaan Orang Indonesia, Andalkan Teknologi AI SenseClean

LG Lirik Kebiasaan Orang Indonesia, Andalkan Teknologi AI SenseClean

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 12:29 WIB

FH UI Trending: Puluhan Juta Netizen Kawal Kasus, Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual Dikecam

FH UI Trending: Puluhan Juta Netizen Kawal Kasus, Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual Dikecam

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 12:06 WIB

5 HP Murah RAM Jumbo Minimal 12 GB, Multitasking Lancar dan Libas Game Berat!

5 HP Murah RAM Jumbo Minimal 12 GB, Multitasking Lancar dan Libas Game Berat!

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 12:05 WIB

5 HP OPPO Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Fotografi

5 HP OPPO Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Fotografi

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 11:45 WIB

4 Smartwatch di Bawah Rp200 Ribuan, Diskon Besar hingga 75 Persen

4 Smartwatch di Bawah Rp200 Ribuan, Diskon Besar hingga 75 Persen

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 11:27 WIB

Nintendo Rilis Game Yoshi Gratis di Switch dan Mobile, Bangkitkan Nostalgia

Nintendo Rilis Game Yoshi Gratis di Switch dan Mobile, Bangkitkan Nostalgia

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 11:08 WIB

5 Tablet Huawei Harga Rp2 Jutaan Terbaik 2026, Spesifikasi Gahar Harga Pelajar

5 Tablet Huawei Harga Rp2 Jutaan Terbaik 2026, Spesifikasi Gahar Harga Pelajar

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 11:02 WIB

5 HP Vivo Kamera Bagus dan RAM Bagus, Performa Canggih

5 HP Vivo Kamera Bagus dan RAM Bagus, Performa Canggih

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 10:42 WIB