Indonesia dan Australia Kerja Sama Saring Konten Radikal di Media Sosial

Senin, 10 Juni 2019 | 19:34 WIB
Indonesia dan Australia Kerja Sama Saring Konten Radikal di Media Sosial
Menkominfo Rudiantara (kiri) menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2019). [Antara/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Pemerintah Indonesia dan Australia akan bekerja sama untuk menekan perusahaan-perusahaan media sosial dunia untuk lebih aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah serta untuk menyaring konten-konten radikalisme, terorisme, dan kekerasan terhadap anak.

Rencana kerja sama itu merupakan salah satu kesepakatan yang diraih oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam pertemuannya dengan Menteri Perindustrian dan Iptek Australia Karen Andrews di sela-sela perhelatan Forum G20 di Tsukuba, Jepang, Sabtu (8/6/2019).

"Dengan adanya tekanan yang sama dari negara-negara seperti Australia, tentunya akan semakin mendorong engagement dari platform media sosial," kata Rudiantara dalam keterangan resmi yang diberikan Kemkominfo, Senin (10/6/2019).

Rudiantara mengungkapkan, kerjasama dengan negara tetangga perlu dilakukan untuk membentuk ketahanan regional yang kuat.

"Sebagai salah satu negara tetangga terdekat yang kemungkinan terkena dampak signifikan jika terjadi instabilitas pertama pertahanan keamanan di Indonesia," imbuh Rudiantara.

Selain konten media sosial, pertemuan tersebut juga membahas fokus pemerintah Indonesia dalam mengembangkan teknologi digital dan pembangunan sumber daya manusia.

"Kemkominfo telah meluncurkan Digital Talent Scholarship untuk 25.000 digital talents yang berusia di bawah 29 tahun, bekerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi global," lanjut pria yang akrab disapa Chief RA itu.

Ke depannya, Rudiantara juga menyampaikan harapannya kepada Australia dalam program pengembangan SDM melalui kerjasama di bidang pendidikan sekaligus mendukung Australia untuk menjadi bagian dari Board of Advisory untuk inisiatif IDEA Hub yang diluncurkan Indonesia, saat masa Presidensi Jerman pada tahun 2017 lalu.

"Partisipasi Australia tentunya akan memberikan sudut pandang yang berbeda yang akan berdampak positif bagi implementasi IDEA Hub ke depannya," tutup Rudiantara.

Baca Juga: Rudiantara: Kominfo Akan Pantau Sosmed Jelang Sidang Sengketa Pemilu di MK

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Australia menyambut baik tawaran dari Indonesia. Namun untuk respon detilnya akan disampaikan secara internal kepada pemerintah Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI