Ancaman Stalkerware Incar Perselancar Dunia Maya Meningkat

Dythia Novianty

Minggu, 13 Oktober 2019 | 12:00 WIB
Ancaman Stalkerware Incar Perselancar Dunia Maya Meningkat
Ilustrasi hackers. [Shutterstock]

Suara.com - Jumlah pengguna yang setidaknya menghadapi satu kali upaya instalasi spyware komersial yang sering digunakan sebagai alat untuk spionase domestik atau dikenal sebagai “stalkerware”, telah melampaui 37.000 dalam delapan bulan pertama sepanjang 2019 (dari Januari hingga Agustus 2019).

Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 35 persen jika dibandingkan dengan angka untuk periode yang sama pada 2018. Terlebih lagi, lansekap ancaman untuk stalkerware juga semakin meluas, karena Kaspersky telah menemukan 380 varian stalkerware tersebar luas pada 2019, 31 persen lebih dibandingkan tahun lalu.

Temuan ini merupakan sorotan utama dari Kaspersky's The State of Stalkerware dalam laporan 2019. Program yang disebut sebagai Stalkerware ini memungkinkan untuk melakukan intrusi ke dalam kehidupan pribadi seseorang.

Pelaku dapat mengakses pesan, foto, media sosial, geolokasi, dan rekaman audio atau kamera korbannya (dalam beberapa kasus, ini dapat dilakukan secara waktu nyata atau real-time). Tidak seperti aplikasi kontrol orang tua yang terlegitimasi, program-program seperti stalkerware berjalan tersembunyi di belakang, tanpa sepengetahuan atau persetujuan korban.

Stalkerware dikenal sebagai perangkat lunak untuk memata-matai mitra atau kolega seseorang. Pada delapan bulan pertama 2019, sebanyak 37.532 pengguna unik menjadi target atas setidaknya satu kali upaya penyusupan layanan pribadi dengan menggunakan stalkerware.

Sebagai perbandingan, angka pada 2018 adalah sejumlah 27.798 pengguna unik. Walaupun angka-angka ini mungkin tampak lebih kecil daripada angka untuk jenis malware lainnya.

Stalkerware biasanya digunakan secara khusus dengan penargetan korban secara spesifik. Stalkerware seringkali perlu diinstal secara manual pada ponsel korban, sehingga pelaku membutuhkan akses fisik ke perangkat.

Logo perusahaan keamanan siber, Kaspersky Lab. [Shutterstock]
Logo perusahaan keamanan siber, Kaspersky Lab. [Shutterstock]

Terlebih lagi, semakin banyak variasi stalkerware yang tersedia di pasaran. Dalam delapan bulan pertama 2018, teknologi pendeteksi Kaspersky melihat 290 varian yang berpotensi berbahaya, pada 2019 jumlah tersebut telah meningkat hampir sepertiga, hingga menyentuh 380 varian.

Perubahan ini disertai dengan peningkatan signifikan jumlah peristiwa penting ketika produk Kaspersky mendeteksi perangkat lunak yang “dipertanyakan” pada perangkat pengguna: pada 2019 terjadi peningkatan sebesar 373 persen, yaitu mencapai 518.223.

baca juga

Di Indonesia sendiri, jumlah stalkerware yang terdeteksi mengalami penurunan, meskipun tidak signifikan. Tahun lalu jumlah deteksi mencapai 392, hanya lima sampel lebih sedikit dari 2019 di mana sebanyak 387 deteksi.

"Ketika dirancang untuk beroperasi dalam mode senyap secara utuh, tanpa pemberitahuan berkelanjutan kepada pemilik perangkat, perangkat lunak ini memberikan alat paling manjur kepada pelaku kejahatan untuk melakukan pelecehan, pemantauan, dan penyalahgunaan," ujar Director of the Safety Net Project di National Network to End Domestic Violence, Erica Olsen sebagaimana dari keterangan resminya.

Ilustrasi hacker atau peretas dan sebuah ponsel. [Shutterstock]
Ilustrasi hacker atau peretas dan sebuah ponsel. [Shutterstock]

Jenis perlakuan bisa membahayakan, dapat menimbulkan trauma, dan meningkatkan risiko keamanan yang signifikan. Sehingga fungsionalitasnya bisa dianggap sebagai penyalahgunaan.

"Kami telah melakukan banyak hal untuk meningkatkan kemampuan deteksi stalkerware pada produk kami dalam beberapa bulan terakhir, dan akan terus melakukannya bersama para pemain industri lainnya karena kami mendukung segala upaya demi melawan para pelaku kejahatan," kata Vladimir Kuskov, pakar keamanan di Kaspersky.

Tetapi masih ada masalah yang harus dipecahkan. Misalnya, untuk menemukan dan menyepakati definisi stalkerware yang dapat diakui oleh semua orang dalam industri.

"Ini akan membantu membedakan perangkat lunak seperti itu dengan lebih baik, dan karenanya lebih melindungi para pengguna dari penyalahgunaan privasi mereka,” tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diretas, Layar Toko Sport Asics Putar Film Porno Selama 9 Jam

Diretas, Layar Toko Sport Asics Putar Film Porno Selama 9 Jam

Tekno | Senin, 30 September 2019 | 16:49 WIB

Semester I/2019, Indonesia Potensial Jadi Target Empuk Aksi Phishing

Semester I/2019, Indonesia Potensial Jadi Target Empuk Aksi Phishing

Tekno | Senin, 30 September 2019 | 15:35 WIB

Pelaku SIM Swap di Riau Kuras Tabungan Korban Senilai Rp 50 Juta

Pelaku SIM Swap di Riau Kuras Tabungan Korban Senilai Rp 50 Juta

Tekno | Senin, 23 September 2019 | 20:25 WIB

Malindo Air Akui Data-data Penumpangnya Bocor di Internet

Malindo Air Akui Data-data Penumpangnya Bocor di Internet

Tekno | Rabu, 18 September 2019 | 14:42 WIB

Membahayakan, Peretas Bisa Bajak Ponsel Lewat SIM Card

Membahayakan, Peretas Bisa Bajak Ponsel Lewat SIM Card

Tekno | Senin, 16 September 2019 | 16:12 WIB

Waspada! Indonesia Jadi Target Serangan Siber di Bidang Kesehatan

Waspada! Indonesia Jadi Target Serangan Siber di Bidang Kesehatan

Tekno | Selasa, 10 September 2019 | 12:20 WIB

Terkini

Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya

Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:13 WIB

Rekam Jejak Irjen Slamet Uliandi, Dulu Kapten Jack Jemput Sambo Kini Tersangka Penyadapan Prabowo

Rekam Jejak Irjen Slamet Uliandi, Dulu Kapten Jack Jemput Sambo Kini Tersangka Penyadapan Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:12 WIB

7 Rekomendasi Moisturizer untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Melembapkan dan Mengurangi Flek Hitam

7 Rekomendasi Moisturizer untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Melembapkan dan Mengurangi Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:11 WIB

Jokowi Pakai Batik Mega Mendung di PN Jakarta Timur, Ini 4 Makna Filosofis di Balik Motifnya

Jokowi Pakai Batik Mega Mendung di PN Jakarta Timur, Ini 4 Makna Filosofis di Balik Motifnya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:10 WIB

6 Zodiak yang Dianggap Paling Peka dan Perhatian, Selalu Mengerti Perasaan Pasangan

6 Zodiak yang Dianggap Paling Peka dan Perhatian, Selalu Mengerti Perasaan Pasangan

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:06 WIB

KPK Beri Sinyal Bakal Periksa Nusron Wahid Lagi Terkait Suap HGB

KPK Beri Sinyal Bakal Periksa Nusron Wahid Lagi Terkait Suap HGB

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:05 WIB

Nasib Generasi Sandwich: Bisakah Berbakti Tanpa Mengorbankan Masa Depan?

Nasib Generasi Sandwich: Bisakah Berbakti Tanpa Mengorbankan Masa Depan?

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 11:00 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam? Ini Waktu yang Tepat untuk Reapply

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam? Ini Waktu yang Tepat untuk Reapply

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 10:57 WIB

Jalan Terjal Persib Bandung Taklukkan Raksasa Asia Demi Gelar Juara ACL Two

Jalan Terjal Persib Bandung Taklukkan Raksasa Asia Demi Gelar Juara ACL Two

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 10:55 WIB

Biaya Operasional MBG Dipangkas, BGN Minta Dapur Tak Asal Kurangi Relawan

Biaya Operasional MBG Dipangkas, BGN Minta Dapur Tak Asal Kurangi Relawan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 10:52 WIB

×