Kena Ransomware, Hacker Ini Balik Retas Lagi

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Kena Ransomware, Hacker Ini Balik Retas Lagi
Ilustrasi hackers. [Shutterstock]

Seorang hacker atau peretas menjadi korban atas kejahatan siber berupa ransomware yang dilakukan oleh hacker lainnya.

Suara.com - Seorang hacker atau peretas menjadi korban atas kejahatan siber berupa ransomware yang dilakukan oleh hacker lainnya. Hal tersebut mengharuskannya membayar sejumlah uang untuk menebus data-data yang terkunci oleh penyerang dan mendapatkan kunci dekripsi.

Namun, seorang hacker bernama Tobias Fromel tidak melakukan hal tersebut. Sebaliknya, ia justru menyerang balik hacker yang telah menargetkan filenya.

Ransomware yang didapatnya sendiri disebut dengan Muhstik dan mengharuskannya menebus dalam bentuk bitcoin senilai 700 dolar Amerika Serikat. Sebagaimana dilansir laman Ubergizmo, Fromel sendiri rupanya memiliki cukup pengalaman dalam meretas dan akhirnya memutuskan untuk membalas dendam dengan meretas perintah dan pengontrol server milik penyerang.

Ilustrasi uang tebusan diserahkan agar peretas membuka akses komputer yang dikunci oleh ransomware. [Shutterstock]
Ilustrasi uang tebusan diserahkan agar peretas membuka akses komputer yang dikunci oleh ransomware. [Shutterstock]

Meskipun serangan balik darinya tidak berjalan mulus, tetapi Fromel berhasil mencuri 3.000 kunci dekripsi dari ransomware Muhstik tersebut. Alih-alih menjualnya, ia justru menyebarkan kunci tersebut ke publik melalui Pastebin untuk membantu orang-orang yang terkena ransomware serupa.

Baca Juga: Ini Spesifikasi Ponsel untuk Bermain League of Legends Mobile

Walau begitu, Fromel mengakui jika aksi yang dilakukannya juga termasuk tindakan ilegal dan tidak dapat sepenuhnya dibenarkan. Dari kejadian tersebut, sebuah perusahaan bernama Emsisoft juga telah merilis dekripsi yang akan membantu para korban mendekripsi komputer mereka.

Komentar