Tinggi Tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 Lalu Ternyata Capai 100 Meter

Liberty Jemadu

Jum'at, 29 November 2019 | 15:39 WIB
Tinggi Tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 Lalu Ternyata Capai 100 Meter
Foto udara kerusakan akibat tsunami Selat Sunda di wilayah pesisir Pandeglang, Banten, Minggu (23/12). [ANTARA FOTO/HO-Susi Air]

Suara.com - Tsunami Selat Sunda yang dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau pada Desember 2018 lalu ternyata mencapai tinggi 100 meter, demikian hasil penelitian terbaru dari para ilmuwan di Jepang dan Inggris.

Gelombang tsunami Selat Sunda itu diperkirakan akan menelan lebih banyak korban jiwa dan material jika saja arah gelombang tersebut menuju ke daratan Pulau Jawa atau Sumatera.

Lebih dari 430 orang tewas, puluhan lainnya hilang, dan 7.200 orang luka akibat tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu. Tsunami dipicu oleh longsoran materian vulkanis dari Gunung Anak Krakatau. Longsoran terjadi akibat letusan gunung api tersebut.

Gelombang tsunami yang mencapai pesisir Banten dan Lampung, dua tempat dengan kerusakan paling parah dan korban paling banyak, dilaporkan setinggi 5 - 13 meter.

Tetapi hasil analisis terbaru dari para ilmuwan di Brune University, London dan University of Tokyo menunjukkan bahwa gelombang awal tsunami tingginya mencapai 100 - 150 meter.

"Ketika material vulkanis jatuh ke laut, ia memicu pergolakan air di permukaan. Sama seperti kita melempar batu ke dalam kolam," kata Mohammad Heidarzadeh, ilmuwan dari Brunel yang memimpin penelitian itu.

"Dalam kasus Anak Krakatau, tinggi air yang disebabkan oleh longsoran material vulkanis mencapai di atas 100 meter," imbuh dia.

Tinggi gelombang tsunami dengan cepat menyusut akibat beberapa faktor seperti gravitasi dan gesekan dengan dasar laut. Meski demikian, gelombang tsunami itu masih setinggi 80 meter saat ia menyapu sebuah pulau yang berjarak beberapa kilometer dari Gunung Anak Krakatu. Untungnya pulau itu tak berpenghuni.

"Untungnya pulau itu tak dihuni satu orang pun. Akan tetapi, jika ada penduduk yang tinggal dekat dengn gunung Anak Krakatau, katakanlah dalam jarak 5 kilometer, maka mereka akan disapu tsunami setinggi 50 sampai 70 meter," lanjut Heidarzadeh.

baca juga

Sebagai pembanding, letusan Gunung Krakatau pada 1883 memicu tsunami setinggi 42 meter dan menyebabkan setidaknya 36.000 orang tewas.

Hasil studi Heidarzadeh dan rekan-rekannya, yang diterbitkan dalam jurnal Ocean Engineering, menggunakan data-data tinggi permukaan air laut dari lima lokasi dekat Gunung Anak Krakatau.

Data-data itu diproses menggunakan model komputer untuk membuat simulasi pergerakan gelombang tsunami, mulai dari ketika terjadinya longsoran material vulkanis.

Heidarzadeh kini bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memetakan dasar laut di Indonesia bagian timur serta menyusun rencana tanggap darurat tsunami. [Phys.org]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Krakatau Kembali Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Tertinggi 500 Meter

Anak Krakatau Kembali Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Tertinggi 500 Meter

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:58 WIB

Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:09 WIB

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 08:00 WIB

Jasad ABK Surakman Ditemukan, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis di Rumah Duka

Jasad ABK Surakman Ditemukan, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis di Rumah Duka

Video | Kamis, 24 September 2026 | 16:10 WIB

Kemunculan Cucu Krakatau Seluas 30,3 Hektare Bikin Heboh Media Asing: Gunung Api Baru?

Kemunculan Cucu Krakatau Seluas 30,3 Hektare Bikin Heboh Media Asing: Gunung Api Baru?

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:06 WIB

Tangis Keluarga Iringi Penghentian Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Tangis Keluarga Iringi Penghentian Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 07:00 WIB

Terkini

KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi BNPB ke Prajurit TNI

KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi BNPB ke Prajurit TNI

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:10 WIB

5 Shio Paling Hoki Bulan November 2026 Rezeki dan Karir

5 Shio Paling Hoki Bulan November 2026 Rezeki dan Karir

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Bukan Cuma HT Karhutla, KPK Bongkar Tenda Pengungsi hingga Perahu Karet BNPB Diduga Ikut Dikorupsi

Bukan Cuma HT Karhutla, KPK Bongkar Tenda Pengungsi hingga Perahu Karet BNPB Diduga Ikut Dikorupsi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Membangun Talenta Digital, Menjemput Peluang Kerja dari Penjuru Negeri Menuju Indonesia Emas 2045

Membangun Talenta Digital, Menjemput Peluang Kerja dari Penjuru Negeri Menuju Indonesia Emas 2045

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

The Uprising dan Percikan Api Pemberontakan Rakyat

The Uprising dan Percikan Api Pemberontakan Rakyat

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Buat Agensi Baru, Jihyo TWICE Tinggalkan JYP Entertainment Setelah 21 Tahun

Buat Agensi Baru, Jihyo TWICE Tinggalkan JYP Entertainment Setelah 21 Tahun

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women

Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Body Lotion Natur-E Hijau untuk Apa? Cek Manfaat dan Kandungannya

Body Lotion Natur-E Hijau untuk Apa? Cek Manfaat dan Kandungannya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:55 WIB

×