Suara.com - Peneliti telah mengungkapkan penyebab kematian pada empat mumi Inuit (penduduk asli wilayah utara Kanada) yang berusia 500 tahun.
Mumi Inuit tersebut meregang nyawa akibat penyumbatan arteri, layaknya penyebab kematian yang dialami jutaan orang di masa kini.
Dilansir dari laman Iflscience, Rabu (1/1/2020), penyumbatan arteri yang dialami mumi tersebut terjadi karena pola hidup mereka yang tidak sehat, seperti konsumsi gula dan kebiasaan terlalu lama duduk.
Akibatnya, kebiasaan tersebut berujung pada penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia saat ini.
Sebelum sampai pada penelitian ini, pada 2013 lalu, peneliti memeriksa 137 mumi dari peradaban kuno di Mesir, Peru dan Arktik, dan terkejut karena menemukan bukti aterosklerosis pada individu yang hidup sejak 3100 SM.
Namun saat itu, tidak ada mumi yang dinyatakan mengonsumsi makanan yang sangat tinggi omega-3. Oleh karena itu, para peneliti yang dipimpin oleh Ascension Healthcare di Wisconsin memutuskan untuk meneliti mumi Inuit.
Empat spesimen mumi Inuit itu sendiri diperoleh dari Museum Arkeologi dan Etnologi Peabody di Cambridge, Massachusetts, yang semuanya ditemukan di Pulau Uunartaq, dekat dengan Greenland, pada tahun 1929.
Berdasarkan analisis terhadap gigi dan kerangka tubuh mumi, terungkap ada dua mumi laki-laki dan dua mumi perempuan yang kemungkinan berusia antara 18 dan 30 ketika mereka meninggal, sementara pakaian mereka dan barang-barang lainnya yang ditemukan di kuburan mereka mengindikasikan bahwa mereka hidup di abad ke-16.
Dalam jurnal JAMA Network Open, para peneliti menjelaskan bahwa keempat mumi tersebut hidup dengan cara berburu dari kayak dengan menggunakan tombak, busur, dan panah untuk mencari ikan, burung, hingga mamalia laut.
Sementara dari computed tomography (CT) scan, tiga dari empat mumi Inuit menderita atheroma terklasifikasi, yang terjadi ketika plak lemak menumpuk di arteri, menyebabkan mereka mengeras dan menyempit, sehingga membatasi aliran darah.
Plak lemak ini sangat mirip dengan yang terlihat pada manusia modern, yang menjadi gejala awal serangan jantung fatal dan stroke karena menyumbat aliran darah di sekitar jantung dan otak.