Penelitian Ungkap Serangan Jantung Sudah Ada Sejak 500 Tahun Lalu

Vania Rossa, Tivan Rahmat

Rabu, 01 Januari 2020 | 11:28 WIB
Penelitian Ungkap Serangan Jantung Sudah Ada Sejak 500 Tahun Lalu
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Suara.com - Peneliti telah mengungkapkan penyebab kematian pada empat mumi Inuit (penduduk asli wilayah utara Kanada) yang berusia 500 tahun.

Mumi Inuit tersebut meregang nyawa akibat penyumbatan arteri, layaknya penyebab kematian yang dialami jutaan orang di masa kini.

Dilansir dari laman Iflscience, Rabu (1/1/2020), penyumbatan arteri yang dialami mumi tersebut terjadi karena pola hidup mereka yang tidak sehat, seperti konsumsi gula dan kebiasaan terlalu lama duduk.

Akibatnya, kebiasaan tersebut berujung pada penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia saat ini.

Sebelum sampai pada penelitian ini, pada 2013 lalu, peneliti memeriksa 137 mumi dari peradaban kuno di Mesir, Peru dan Arktik, dan terkejut karena menemukan bukti aterosklerosis pada individu yang hidup sejak 3100 SM.

Namun saat itu, tidak ada mumi yang dinyatakan mengonsumsi makanan yang sangat tinggi omega-3. Oleh karena itu, para peneliti yang dipimpin oleh Ascension Healthcare di Wisconsin memutuskan untuk meneliti mumi Inuit.

Empat spesimen mumi Inuit itu sendiri diperoleh dari Museum Arkeologi dan Etnologi Peabody di Cambridge, Massachusetts, yang semuanya ditemukan di Pulau Uunartaq, dekat dengan Greenland, pada tahun 1929.

Berdasarkan analisis terhadap gigi dan kerangka tubuh mumi, terungkap ada dua mumi laki-laki dan dua mumi perempuan yang kemungkinan berusia antara 18 dan 30 ketika mereka meninggal, sementara pakaian mereka dan barang-barang lainnya yang ditemukan di kuburan mereka mengindikasikan bahwa mereka hidup di abad ke-16.

Dalam jurnal JAMA Network Open, para peneliti menjelaskan bahwa keempat mumi tersebut hidup dengan cara berburu dari kayak dengan menggunakan tombak, busur, dan panah untuk mencari ikan, burung, hingga mamalia laut.

baca juga

Sementara dari computed tomography (CT) scan, tiga dari empat mumi Inuit menderita atheroma terklasifikasi, yang terjadi ketika plak lemak menumpuk di arteri, menyebabkan mereka mengeras dan menyempit, sehingga membatasi aliran darah.

Plak lemak ini sangat mirip dengan yang terlihat pada manusia modern, yang menjadi gejala awal serangan jantung fatal dan stroke karena menyumbat aliran darah di sekitar jantung dan otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditemukan Mumi dengan Topi Kerucut, Fakta Baru Terkuak

Ditemukan Mumi dengan Topi Kerucut, Fakta Baru Terkuak

Tekno | Jum'at, 13 Desember 2019 | 17:30 WIB

Sst.. Ada Tato Tersembunyi di Mumi Mesir Berusia 3 Ribu Tahun

Sst.. Ada Tato Tersembunyi di Mumi Mesir Berusia 3 Ribu Tahun

Tekno | Jum'at, 06 Desember 2019 | 10:50 WIB

Mumi Binatang Besar, Diduga Singa, Ditemukan di Mesir

Mumi Binatang Besar, Diduga Singa, Ditemukan di Mesir

Tekno | Selasa, 12 November 2019 | 06:27 WIB

Terkini

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×