Perlu Pemeriksaan 2 Lab Agar Dunia Yakin Tak Ada Virus Corona di Indonesia

Liberty Jemadu

Rabu, 12 Februari 2020 | 20:51 WIB
Perlu Pemeriksaan 2 Lab Agar Dunia Yakin Tak Ada Virus Corona di Indonesia
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Subandriyo. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan pemeriksaan silang antara dua laboratorium berbeda untuk deteksi virus Corona atau COVID-19 dapat memperkuat kepercayaan masyarakat Indonesia dan internasional bahwa di Indonesia memang saat ini tidak terdapat penularan virus mematikan tersebut.

"Laboratorium Eijkman dapat berperan sebagai laboratorium pembanding untuk konfirmasi," kata Deputi Kepala Bidang Penelitian Translasional Lembaga Biologi Molekuler Eijkman David H Muljono dalam seminar Menyikapi Virus Corona COVID 2019: Dari Lembaga Eijkman untuk Indonesia di kantor lembaga itu, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Selain sebagai lembaga pembanding, Lembaga Eijkman juga dapat berperan secara strategis sebagai laboratorium yang langsung memeriksa sampel klinis dari pasien terduga termasuk warga negara Indonesia yang dievakuasi atau yang diduga pasien atau laboratorium pembanding/konfirmasi.

Melalui pendekatan bio-molekuler, Lembaga Eijkman telah memiliki kapasitas dan kemampuan dalam mendeteksi secara sensitif dan spesifik keberadaan virus COVID-19 dalam sampel klinis.

Jurnalis senior Kompas Ahmad Arif mengatakan konfirmasi silang melibatkan dua lembaga dalam pengujian spesimen suspect untuk mendeteksi keberadaan virus COVID 2019 akan semakin menyakinkan publik dan dunia internasional terhadap hasil uji lab.

"Untuk semakin meyakinkan publik internasional maupun nasional lebih penting untuk melakukan uji silang atau membagi sampel untuk dikaji oleh yang lain, Lembaga Eijkman misalnya," ujarnya.

Dia menuturkan ketika hasil dari dua laboratorium tersebut menunjukkan bahwa tidak menemukan keberadaan virus COVID-19 di spesimen yang diperiksa maka semakin menyakinkan publik

Jumlah korban tewas akibat wabah virus corona di daratan China hingga Selasa (11/1/2020) mencapai 1.113 orang, naik 97 orang dari hari sebelumnya, demikian Komisi Kesehatan Nasional pada Rabu, dengan infeksi baru turun ke level terendah sejak Januari 2020.

Arif mengatakan ketiadaan kasus infeksi COVID-19 di Indonesia saat ini, sementara kasus positif terjangkit virus itu ada di negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, tidak cukup diatasi dengan penyangkalan dan pernyataan spekulatif tentang kekebalan masyarakat maupun kondisi lingkungan tropis, namun harus diperkuat dengan data dan bukti ilmiah sehingga bisa meyakinkan publik.

baca juga

Selama krisis, jika pihak yang berwenang dan ilmuwan gagal menyampaikan informasi terpercaya, publik akan mencari sumber informasi lain, termasuk melalui media sosial. Padahal di media sosial, hoaks bisa menyebar luas, dan mengalahkan fakta.

Selain kecepatan dan akurasi, transparansi informasi menjadi kunci dalam membangun komunikasi risiko yang baik, dan pendekatan sains harus menjadi dasar bagi komunikasi risiko, katanya.

"Tanpa dasar sains, komunikasi risiko akan memicu ketidakpercayaan, kebingungan, bahkan bencana," ujarnya.

Komunikasi risiko dilakukan melalui pertukaran informasi antara pihak otoritas, para ahli, dan publik yang menghadapi ancaman bencana dan wabah penyakit. Komunikasi tersebut memungkinkan orang yang berisiko dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat sehingga bisa meningkatkan kesiapsiagaan, serta meminimalkan dampak dan kekacauan suatu bencana.

Sebaliknya, kegagalan komunikasi risiko selain bisa memicu ketidakpercayaan publik, juga bisa melemahkan kesiapsiagaan, bahkan memicu kepanikan dan gejolak sosial. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Health | Minggu, 27 Juli 2025 | 15:30 WIB

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:45 WIB

Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 16:29 WIB

7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 20:05 WIB

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 15:08 WIB

Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19

Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19

Health | Selasa, 28 Mei 2024 | 11:59 WIB

Virus Corona Ngamuk Lagi, Kasus Covid-19 di Singapura Meroket Hingga Dua Kali Lipat

Virus Corona Ngamuk Lagi, Kasus Covid-19 di Singapura Meroket Hingga Dua Kali Lipat

Health | Senin, 20 Mei 2024 | 14:01 WIB

Berharap Tak Ada Covid Lagi, Doa Pilu Juliadi di Makam Istrinya yang Meninggal karena Virus Corona

Berharap Tak Ada Covid Lagi, Doa Pilu Juliadi di Makam Istrinya yang Meninggal karena Virus Corona

News | Senin, 11 Maret 2024 | 15:49 WIB

Kasus Covid-19 Varian JN.1 Naik Hingga 43 Persen, Paling Banyak Pasien Tidak Alami Gejala?

Kasus Covid-19 Varian JN.1 Naik Hingga 43 Persen, Paling Banyak Pasien Tidak Alami Gejala?

Health | Minggu, 24 Desember 2023 | 12:38 WIB

Kasus COVID-19 di Indonesia Mulai Naik, Ini Perbandingan Update Virus Corona Asia Tenggara

Kasus COVID-19 di Indonesia Mulai Naik, Ini Perbandingan Update Virus Corona Asia Tenggara

Lifestyle | Kamis, 21 Desember 2023 | 07:40 WIB

Terkini

Amerika Ngamuk Lagi, Habis-habisan Gempur Fasilitas Militer Iran

Amerika Ngamuk Lagi, Habis-habisan Gempur Fasilitas Militer Iran

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:01 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:00 WIB

Pasar Ngijon Siap 'Digemparkan', Mulai dari Jathilan, Talkshow Menarik hingga Hiburan Gratis!

Pasar Ngijon Siap 'Digemparkan', Mulai dari Jathilan, Talkshow Menarik hingga Hiburan Gratis!

Jogja | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:00 WIB

Sempat Minta Video Call Karena Takut Penipuan, Satpam Fiktor Harefa Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi

Sempat Minta Video Call Karena Takut Penipuan, Satpam Fiktor Harefa Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:55 WIB

Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah, Ada Warga Negara Asing

Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah, Ada Warga Negara Asing

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:48 WIB

Usia 25 Belum Menikah, Kenapa Perempuan Masih Sering Dianggap Terlambat?

Usia 25 Belum Menikah, Kenapa Perempuan Masih Sering Dianggap Terlambat?

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:45 WIB

Cetak Generasi Melek Finansial, BRI Region 16 Masifkan Tabungan SimPel untuk Pelajar

Cetak Generasi Melek Finansial, BRI Region 16 Masifkan Tabungan SimPel untuk Pelajar

Bri | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:43 WIB

Redam Bentrok Antar Ormas: Debt Collector Pembacok Valet Ambyar Club Diserahkan ke Polisi

Redam Bentrok Antar Ormas: Debt Collector Pembacok Valet Ambyar Club Diserahkan ke Polisi

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:42 WIB

Tetesan Darah Bongkar Kematian Wanita di Kamar Kos Grogol Petamburan

Tetesan Darah Bongkar Kematian Wanita di Kamar Kos Grogol Petamburan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:41 WIB

Apa Perbedaan HUT dan Dirgahayu? Ini Cara Penggunaan yang Tepat

Apa Perbedaan HUT dan Dirgahayu? Ini Cara Penggunaan yang Tepat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:40 WIB

×