CEK FAKTA: Tidak Ada Serbuan Gagak dan Nyamuk Raksasa di Wuhan

Dinar Surya Oktarini, Rezza Dwi Rachmanta

Jum'at, 14 Februari 2020 | 18:44 WIB
CEK FAKTA: Tidak Ada Serbuan Gagak dan Nyamuk Raksasa di Wuhan
Ilustrasi ribuan burung gagak dan nyamuk raksasa di China. (Kolase YouTube dan Twitter)

Suara.com - Media sosial di China baru-baru ini melaporkan kejadian tak biasa dengan ditemukannya perilaku hewan-hewan yang menjadi aneh seperti serbuan gagak dan nyamuk raksasa. Namun ternyata kejadian ini tidak berada di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Sebelumnya, terdapat sebagian besar video yang menampakkan ribuan burung gagak di Yichang, Jingzhou, Hanchuan, dan Wuhan, kota-kota yang berada di Provinsi Hubei. Video ternyata bukan di Wuhan.

Sebagai referensi, Wuhan merupakan ibu kota Hubei, tempat di mana virus corona baru pertama kali dideteksi. Kemunculan nyamuk dan gagak tidak ada kaitannya dengan virus corona.

Seorang netizen dari Beijing menulis ,"Saya melihat kawanan gagak yang lebih besar di distrik Haidian Beijing. Setidaknya ada 1.000 gagak".

Kemunculan gagak ini adalah fenomena alami, yakni migrasi parsial.

Ribuan burung gagak terlihat beterbangan di langit Provinsi Hubei, China. (YouTube/ The Epoch Times)
Ribuan burung gagak terlihat beterbangan di langit. (YouTube/ The Epoch Times)

Menurut laporan dari Daily Star, dalam budaya China, gagak sering melambangkan nasib buruk atau kematian sehingga rekaman yang beredar cukup mengundang narasi ketakutan.

Banyak netizen yang menghubungkan fenomena tersebut dengan virus corona. Namun setelah ditelusuri tidak ada kaitannya dengan virus corona.

Mereka berpendapat bahwa hewan-hewan tersebut bisa "mencium" aroma kematian dari para korban virus corona yang hampir meninggal di mana bau itu hanya bisa dicium oleh burung gagak. 

Klaim tersebut salah, karena kedatangan gagak ini adalah fenomena alami yang dinamkaan migrasi parsial.

baca juga
Kawanan nyamuk raksasa terlihat menempel pada salah satu sudut jalan di China. (Twitter/ Raymond999USA)
Kawanan nyamuk raksasa terlihat menempel pada salah satu sudut jalan. (Twitter/ Raymond999USA)

Beritakan dari The Epoch Times, seorang penduduk Beijing mengklaim bahwa dirinya telah melihat sejumlah besar nyamuk "raksasa" yang berkerumun di jalan raya distrik Haidian.

The Epoch Times merupakan sebuah media berita swasta yang menyediakan berita-berita tentang kejadian di China yang bebas sensor.

Meski membuat geger di awal Februari, penampakan ribuan gagak dan nyamuk raksasa ternyata telah beredar di Weibo sejak akhir Januari 2020.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya, memang sangat aneh. Bisakah tim peneliti datang dan memeriksanya?" ucap salah seorang warga China di dalam video.

Beberapa netizen di China merasa heran dengan keberadaan nyamuk itu karena biasanya mereka tidak terlihat dan tidak terlalu mencolok di musim dingin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 15:08 WIB

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Lifestyle | Senin, 05 Desember 2022 | 17:00 WIB

Terkini

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×