Yuk, Buat Planet Mirip Bumi 2.0 Versi Suka-suka

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 06 April 2020 | 11:31 WIB
Yuk, Buat Planet Mirip Bumi 2.0 Versi Suka-suka
Ilustrasi Bumi. Shutterstock

Suara.com - Kini, setiap orang dapat membuat Bumi 2.0 versi sendiri dengan situs web Earth-like (mirip Bumi). Kehadiran situs ini untuk menunjukkan berapa banyak planet ekstrasurya, yang disebut sebagai "earth-like" atau mirip Bumi karena ukurannya.

"Sangat menggoda untuk berpikir bahwa ada sebuah planet seukuran Bumi seperti Bumi kita yang dapat dihuni. Tetapi mengubah hanya satu properti planet ini dapat mempengaruhi lingkungan secara signifikan," ucap Kana Ishimaru, seorang mahasiswa pascasarjana di Universitas Arizona.

Ishimaru memimpin pengembangan situs web Earth-like dan Twitterbot dengan nama yang sama saat ia masih seorang mahasiswa sarjana di Universitas Tokyo. Dalam situs web tersebut, pengguna dapat memanipulasi faktor-faktor, termasuk fraksi tanah dan gunung berapi di dalam planet dan di mana planet itu berada dalam zona layak huni. Pengubahan kecil pada interior planet dapat secara dramatis mempengaruhi lingkungan di permukaan planet.

Dari sekian ribu planet ekstrasurya yang ditemukan Teleaskop Luar Angkasa Kepler dan instrumen lainnya, banyak planet yang ditemukan memiliki massa dan ukuran mirip dengan Bumi sehingga sering dikategorikan sebagai "earth-like".

Namun, ada berbagai faktor penting yang sebenarnya membedakan Bumi dari planet-planet tersebut. Penasihat Ishimaru, Elizabeth Tasker, khawatir hanya karena memiliki massa dan ukuran yang sama seperti Bumi, planet ekstrasurya itu terlalu sering dipandang sebagai kembaran Bumi yang sesungguhnya.

Kekhawatiran tersebut yang mendasari pembuatan situs web Earth-like, di mana siapa pun dapat menyelidiki bagaimana perubahan kecil dalam kondisi planet dapat mengubah kelayakhuniannya.

Sebagai contoh, di Bumi sebagian besar karbon disimpan di bebatuan dan sedimen, laut, dan atmosfer. Hujan dapat memulai siklus karbon, karena karvon atmosfer bergabung dengan air yang jatuh ke permukaan.

Asam yang dihasilkan dapat melarutkan batuan melalui pelapukan kimia untuk melepaskan berbagai ion. Ion-ion tersebit dibawa ke laut, di mana kalsium dan ion karbon bergabung membentuk kalsium karbonat.

Di laut, organisme juga dapat menghasilkan kalsium karbonat yang dapat disatukan dan berubah menjadi batuan setelah organisme itu mati. Sementara, lempeng tektonik dapat mengubuh satu lapisan batu yang kaya karbon di bawah lapisan lain dan membuatnya meleleh di bawah tekanan yang ekstrem dan melepaskan karbon dioksida. Kemudian, gunung berapi yang meletus membawa gas karbon ke permukaan dan kembali ke atmosfer, tempat siklus tersebut dimulai kembali.

baca juga

Situs web Earth-like ini memungkinkan pengguna bermain-main dengan daratan dan vulkanisme planet. Selain itu, pengguna juga dapat menggerakkan planet mendekat atau menjauh dari bintangnya untuk melihat opsi lain dari kustomisasi planet.

Desain planet sendiri. [Earthlike.world]
Desain planet sendiri. [Earthlike.world]

Selain situs web, proyek ini juga memiliki Twitterbot @EarthLikeWorld, di mana pengguna dapat berinteraksi dengan bot yang mencuitkan daratan-fraksi planet, vulkanisme, dan lokasi zona layak huni serta mengembalikan citra planet yang tampak realistis.

Menurut Tasker, bagian tersulit dari pembuatan situs tersebut adalah menjaga kode cukup ringan untuk dijalankan di situs, mengingat opsi untuk membuat gambar atau citra planet bisa membuat situs berjalan dengan lambat. Berkat bantuan Nicholas Guttenberg, ia menciptakan jaringan saraf yang menciptakan lanskap tampak realistis berdasarkan gambar dari Google-Earth.

Dilansir laman Space.com, Senin (6/4/2020), untuk menyiasati agar situs web tidak macet, perhitungan awal dijalankan secara terpisah dari gambar. Input hanya membutuhkan beberapa detik sementara gambar bisa memakan waktu 10 detik atau lebih lama.

Untuk membuat planet ciptaan sendiri, pengguna dapat mengakses situs web https://www.earthlike.world

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Ilmuwan Sebut Lapisan Ozon Mulai Pulih

Kabar Baik, Ilmuwan Sebut Lapisan Ozon Mulai Pulih

Tekno | Selasa, 31 Maret 2020 | 11:00 WIB

Pemburu Alien Klaim Temukan Fosil Penghuni Planet Mars

Pemburu Alien Klaim Temukan Fosil Penghuni Planet Mars

Tekno | Minggu, 29 Maret 2020 | 06:10 WIB

Besok, Ada Asteroid Besar Mendekati Bumi Berkecepatan 85 Ribuan KM/Jam

Besok, Ada Asteroid Besar Mendekati Bumi Berkecepatan 85 Ribuan KM/Jam

Tekno | Rabu, 25 Maret 2020 | 06:00 WIB

Penampakan Bumi Istirahat Gegara Wabah Virus Corona, Bikin Sedih

Penampakan Bumi Istirahat Gegara Wabah Virus Corona, Bikin Sedih

Tekno | Selasa, 17 Maret 2020 | 07:38 WIB

Astronom Temukan Lebih dari 300 Planet Minor Baru di Luar Neptunus

Astronom Temukan Lebih dari 300 Planet Minor Baru di Luar Neptunus

Tekno | Senin, 16 Maret 2020 | 12:00 WIB

Peluncuran Penjelajah Mars Milik Eropa Ditunda Gegara Virus Corona

Peluncuran Penjelajah Mars Milik Eropa Ditunda Gegara Virus Corona

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2020 | 15:30 WIB

Terkini

Diduga Hendak Tawuran, 12 Pemuda di Garut Diamankan Polisi, Enam Senjata Tajam Disita

Diduga Hendak Tawuran, 12 Pemuda di Garut Diamankan Polisi, Enam Senjata Tajam Disita

Jabar | Minggu, 08 November 2026 | 17:34 WIB

Timnas Indonesia U-17 Hadapi 4 Negara di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027, Ini Jadwal Lengkapnya

Timnas Indonesia U-17 Hadapi 4 Negara di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027, Ini Jadwal Lengkapnya

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 17:32 WIB

Dana Pendidikan Tersedot MBG, Tak Ada yang Patut Dirayakan pada Hari Guru

Dana Pendidikan Tersedot MBG, Tak Ada yang Patut Dirayakan pada Hari Guru

News | Minggu, 08 November 2026 | 17:25 WIB

Suara.com dan Sumselupdate.com Dorong Jurnalis dan Mahasiswa Kuasai AI untuk Perkuat Kualitas Berita

Suara.com dan Sumselupdate.com Dorong Jurnalis dan Mahasiswa Kuasai AI untuk Perkuat Kualitas Berita

Sumsel | Minggu, 08 November 2026 | 17:25 WIB

Polresta Karawang Siagakan 390 Personel Amankan Pilkades Digital di 67 Desa

Polresta Karawang Siagakan 390 Personel Amankan Pilkades Digital di 67 Desa

Jabar | Minggu, 08 November 2026 | 17:14 WIB

Dari Bjorka ke Penyadapan Presiden, Seburuk Itukah Keamanan Data Negara?

Dari Bjorka ke Penyadapan Presiden, Seburuk Itukah Keamanan Data Negara?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 17:10 WIB

Air Fryer Apakah Boleh Dicuci? Ini Cara Membersihkannya yang Benar agar Tidak Cepat Rusak

Air Fryer Apakah Boleh Dicuci? Ini Cara Membersihkannya yang Benar agar Tidak Cepat Rusak

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 17:10 WIB

Ayah Abzalul Riza, Korban Penembakan Maulid Nabi Aceh: Kenapa Anak Saya Dibunuh?

Ayah Abzalul Riza, Korban Penembakan Maulid Nabi Aceh: Kenapa Anak Saya Dibunuh?

News | Minggu, 08 November 2026 | 17:05 WIB

Lintasi Flyover Antasari, JEKATE Running 2026 Ajak Warga Nikmati Jakarta Sambil Berolahraga

Lintasi Flyover Antasari, JEKATE Running 2026 Ajak Warga Nikmati Jakarta Sambil Berolahraga

News | Minggu, 08 November 2026 | 17:04 WIB

Dekatkan Akses Perbankan di Riau, Agen BRILink Bantu Transaksi Petani Sawit Kampar

Dekatkan Akses Perbankan di Riau, Agen BRILink Bantu Transaksi Petani Sawit Kampar

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 17:01 WIB

×