Ilmuwan Gunakan Tes Air Liur Mendeteksi Virus Corona

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Ilmuwan Gunakan Tes Air Liur Mendeteksi Virus Corona
Ilustrasi air liur di tengah pandemi COVID-19. [Pixabay/Mohamed Hassan]

Para ilmuwan tengah mengembangkan perangkat yang bisa mendeteksi virus corona.

Suara.com - Para ilmuwan tengah mengembangkan perangkat yang bisa mendeteksi virus corona berdasarkan tes air liur.

Sebagaimana dikutip laman Metro, Kamis (9/4/2020), para ilmuwan dari ICN2 (Catalan Institute Nanoscience and Nanotechnology) yang tergabung dalam tim CONVAT di Spanyol, sedang mengembangkan sensor laser yang dapat mengambil sampel penyakit dari saliva atau air liur.

Secara teknis, biosensor optik non-invasif akan mengambil sampel COVID-19 pada manusia dengan cepat jika virus sudah menyebar ke dalam tubuh. Sejauh ini, sudah ada enam demonstrator biosensor yang mereka uji di laboratorium.

Meski begitu, alat ini belum sempurna dan memerlukan waktu untuk melakukan pengujian lebih lanjut. Diharapkan, alat tes COVID-19 ini bisa rampung sepenuhnya dalam waktu satu tahun.

Metode tes air liur untuk mendeteksi virus corona sebenarnya bukan hal yang baru. Sebelumnya, cara ini dilakukan untuk meneliti infeksi bakteri atau biomarker kanker.

Detektor yang digunakan memanfaatkan fotonik atau teknologi yang memanipulasi cahaya agar bisa mengidentifikasi infeksi pada pasien dengan sejumlah kecil virus.

Meski begitu, para ilmuwan mengklaim bahwa menggunakan sampel air liur untuk menguji keberadaan virus corona jauh lebih cepat dan akurat ketimbang memakai rapid test yang selama ini menjadi opsi pertama pendeteksian COVID-19.

Koordinator proyek penelitian ini, Profesor Laura Lechuga, mengataian bahwa ribuan kematian yang karena virus corona mengharuskan tim medis untuk mendapatkan alat pengujian cepat yang baru dan akurat, serta sangat sensitif, tidak invasif, dan murah untuk diproduksi.

Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]
Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]

"Saat ini, kami mengintegrasikan semua instrumen ke dalam kotak portabel berukuran 25 x 15 x 25 cm dengan kontrol tablet. Sejauh ini, detektor kami mudah digunakan, dengan hanya memerlukan keahlian teknis, dan dapat digunakan secara luas untuk dokter atau perawat untuk menguji pasien. Nanosensor kami mampu mendeteksi deretan RNA yang akan sepenuhnya mengidentifikasi virus corona baru," jelasnya.

Secara terpisah, Chairman of the Photonics21 Healthcare Workgroup Dr. Jurgen Popp mengatakan bahwa tim CONVAT bekerja sepanjang waktu untuk mengembangkan tes cepat dan non-invasif untuk melawan virus Corona.

"Kemampuan untuk menemukan virus mengerikan ini dengan cepat akan berkontribusi pada upaya dunia dalam memerangi COVID-19 dan menyoroti keberhasilan lainnya untuk teknologi berbasi fotonik," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS