alexametrics

Komunitas Ojol Minta Gojek dan Grab Aktifkan Fitur Pemesanan Penumpang

Liberty Jemadu
Komunitas Ojol Minta Gojek dan Grab Aktifkan Fitur Pemesanan Penumpang
Ojek online membawa penumpang melintas di kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa (7/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Garda meminta pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan ojol dilarang membawa penumpang.

Suara.com - Komunitas pengendara ojek daring (ojol), Gabungan Roda Dua (Garda) meminta kepada penyedia aplikasi Gojek dan Grab untuk mengaktifkan lagi fitur angkut penumpang selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kita ojol se-Jabodetabek kecewa dan protes keras atas kebijakan ini. Kita tidak terima dengan kebijakan ini karena 70-80 persen pendapatan kita dari penumpang," kata Ketua Presidium Nasional Gabungan Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono di Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Igun mengakui bahwa selama terjadi wabah Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya jumlah penumpang menurut sangat drastis.

"Tapi setidaknya masih ada yang mau menggunakan jasa layanan penumpang," katanya.

Baca Juga: Viral Tagar #ButuhDriver di Twitter, Saat Ojol Terima Layanan Offline

Pihaknya juga siap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

"Kami mendukung dan siap patuhi PSBB di DKI Jakarta, Jabodetabek dan Nasional. Namun jangan hilangkan penghasilan kami dari layanan penumpang ojek online, kami akan patuhi protokol kesehatan," katanya.

Igun meminta pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan ojol dilarang membawa penumpang.

"Kami menuntut kepada pembuat kebijakan agar mengizinkan ojol dapat membawa penumpang kembali," katanya.

Apabila pembuat kebijakan tetap memaksakan ojol dilarang membawa penumpang, kata Igun, maka berikan ojol kompensasi berupa bantuan uang tunai, bukan hanya berupa sembako.

Baca Juga: GoRide Hilang dari Aplikasi, Ini Tanggapan Resmi Gojek

"Karena kebutuhan kami berbeda-beda dan agar ekonomi rakyat tetap berjalan," katanya. [Antara]

Komentar