Ilmuwan: Hutan Amazon Bisa Jadi Sumber Wabah Virus Corona Selanjutnya

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Senin, 18 Mei 2020 | 10:30 WIB
Ilmuwan: Hutan Amazon Bisa Jadi Sumber Wabah Virus Corona Selanjutnya
Penggundulan hutan hujan Amazon. [AFP/Nelson Almeida]

Suara.com - Para ilmuwan mengatakan bahwa sumber wabah virus Corona selanjutnya bisa berasal dari hutan hujan Amazon karena tingginya angka deforestasi di sana.

Para ahli menyebut urbanisasi daerah yang dulu liar berkontribusi terhadap munculnya penyakit zoonis, yang berpindah dari hewan ke manusia, termasuk virus Corona (Covid-19) yang diyakini para ilmuwan berasal dari kelelawar sebelum ditularkan ke manusia, di Provinsi Hubei yang mengalami urbanisasi.

Seorang ahli ekologi asal Brasil, David Lapola, mempelajari bagaimana aktivitas manusia akan membentuk kembali ekosistem hutan tropis di masa depan dan mengatakan proses yang sama juga berlaku di Amazon.

"Amazon adalah tempat penyimpanan virus yang sangat besar," ucap David Lapola kepada AFP dalam sebuah wawancara, seperti yang dikutip dari Science Alert, Senin (18/5/2020).

Hutan hujan terbesar di dunia menghilang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan karena adanya deforestasi. Menurut jurnalbumi, deforestasi merupakan proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan untuk diambil kayunya atau mengubah peruntukan lahan hutan menjadi non-hutan.

Tahun lalu, deforestasi di Amazon melonjak 85 persen dengan lebih dari 10.000 kilometer persegi atau sekitar seluas Lebanon.

Tren ini terus berlanjut pada tahun 2020. Dari Januari hingga April 2020, sebesar 1.202 kilometer persegi lenyap dan membuat rekor baru untuk empat bulan pertama pada tahun ini.

"Itu adalah berita buruk. Tidak hanya untuk planet ini tetapi juga untuk kesehatan manusia. Ketika manusia menciptakan ketidakseimbangan ekologis, saat itulah virus dapat melompat," tambah Lapola.

Ilustrasi kelelawar buah. [Shutterstock]
Ilustrasi kelelawar buah. [Shutterstock]

Lapola menambahkan bahwa pola serupa dapat dilihat dari HIV, Ebola, dan demam berdarah di mana semua virus yang muncul atau menyebar dalam skala besar diakibatkan karena ketidakseimbangan ekologis.

Sejauh ini, sebagian besar wabah tersebut telah terkonsentasi di Asia Selatan dan Afrika. Tetapi keanekaragaman hayati besar Amazon bisa menjadikan kawasan hutan itu sebagai "kumpulan virus Corona terbesar di dunia". Lapola merujuk pada virus Corona secara umum, bukan Covid-19 yang tengah terjadi saat ini.

Lapola memperingatkan bahwa itu adalah salah satu alasan untuk tidak menggunakan Amazon secara tidak rasional seperti sekarang. Jika tidak, maka dunia bisa menghadapi lebih banyak wabah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Covid-19, Penebangan Hutan di Amazon Semakin Tinggi

Dampak Covid-19, Penebangan Hutan di Amazon Semakin Tinggi

Tekno | Kamis, 14 Mei 2020 | 10:31 WIB

Waduh, Ilmuwan Sebut Hutan Hujan Amazon Bisa Berubah Menjadi Sabana

Waduh, Ilmuwan Sebut Hutan Hujan Amazon Bisa Berubah Menjadi Sabana

Tekno | Minggu, 19 Januari 2020 | 07:59 WIB

Kebakaran Hutan Indonesia Tahun 2019 Lebih Parah dari Amazon

Kebakaran Hutan Indonesia Tahun 2019 Lebih Parah dari Amazon

News | Kamis, 28 November 2019 | 08:33 WIB

Soal Kebakaran Amazon, Brasil Tuntut Prancis Minta Maaf

Soal Kebakaran Amazon, Brasil Tuntut Prancis Minta Maaf

News | Rabu, 28 Agustus 2019 | 09:56 WIB

Jauh dari Laut, Paus Bungkuk Raksasa Terdampar  di Tengah Hutan Amazon

Jauh dari Laut, Paus Bungkuk Raksasa Terdampar di Tengah Hutan Amazon

Lifestyle | Senin, 25 Februari 2019 | 16:00 WIB

Greenpeace Desak Indonesia Transparan Soal Moratorium Hutan

Greenpeace Desak Indonesia Transparan Soal Moratorium Hutan

News | Jum'at, 05 Juni 2015 | 04:00 WIB

Terkini

Cara Ganti Nomor WhatsApp Tanpa Menghilangkan Kontak dan Riwayat Chat

Cara Ganti Nomor WhatsApp Tanpa Menghilangkan Kontak dan Riwayat Chat

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:10 WIB

5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara

5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:33 WIB

68 Kode Redeem FF Max Terbaru 2 Mei 2026: Raih MP40 Cobra dan Winchester Kagura

68 Kode Redeem FF Max Terbaru 2 Mei 2026: Raih MP40 Cobra dan Winchester Kagura

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:15 WIB

10 HP Flagship Android Terkencang AnTuTu April 2026: iQOO 15 Ultra Pemuncak

10 HP Flagship Android Terkencang AnTuTu April 2026: iQOO 15 Ultra Pemuncak

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:35 WIB

51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Aktif 2 Mei 2026: Sikat TOTS 116-119 dan Shards

51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Aktif 2 Mei 2026: Sikat TOTS 116-119 dan Shards

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:10 WIB

Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026

Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:23 WIB

Huawei WiFi Mesh X3 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Router Wi-Fi 7 Mewah dengan Kecepatan 3.6 Gbps

Huawei WiFi Mesh X3 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Router Wi-Fi 7 Mewah dengan Kecepatan 3.6 Gbps

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:37 WIB

Nubia Neo 5 Series Segera ke Indonesia, Bawa RAM 12 GB dan Kipas Pendingin

Nubia Neo 5 Series Segera ke Indonesia, Bawa RAM 12 GB dan Kipas Pendingin

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:35 WIB

Diwarnai Drama Pemecatan, Game Subnautica 2 Siap Rilis Bulan Ini

Diwarnai Drama Pemecatan, Game Subnautica 2 Siap Rilis Bulan Ini

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:10 WIB

iQOO Z11 Siap ke Malaysia dengan RAM 12 GB, Lanjut Masuk ke Indonesia?

iQOO Z11 Siap ke Malaysia dengan RAM 12 GB, Lanjut Masuk ke Indonesia?

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:47 WIB