Gojek Akan Gunakan Duit Facebook dan PayPal untuk Kembangkan Gopay

Liberty Jemadu
Gojek Akan Gunakan Duit Facebook dan PayPal untuk Kembangkan Gopay
Dua CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo berfoto ketika merayakan ulang tahun Gojek ke-9 di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). [Antara/Arindra Meodia]

Facebook, PayPal, Google, dan Tencent akan fokus menyinergikan teknologi mereka dengan Gopay, layanan pembayaran serta dompet digital Gojek.

Suara.com - Bergabungnya Facebook dan PayPal sebagai investor, menyusul Google dan Tencent, mendukung Gojek dalam misi mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, dengan fokus pada layanan pembayaran dan keuangan.

Seperti diwartakan sebelumnya bahwa Gojek pada Rabu (3/6/2020) mengumumkan telah menerima suntikan investsi dari Facebook, PayPal dan dua investor lama, Google serta Tencent.

Tak dijabarkan berapa besaran investasi yang diterima Gojek dari perusahaan-perusahaan asing itu dalam putaran pendanaan terbaru ini.

Dalam keterangan resminya, Gojek mengatakan bahwa sumber daya dari dari para raksasa teknologi dunia itu akan disinergikan dengan teknologi, pendekatan, dan fokus lokal yang dimiliki Gojek guna mendorong adopsi sistem pembayaran digital secara cepat sehingga mendatangkan manfaat bagi jutaan usaha dan orang di Indonesia dan Asia Tenggara.

"Arus pendanaan oleh Facebook, PayPal, Google, Tencent dan perusahaan-perusahaan global lainnya akan mendukung lebih banyak UMKM menuju digitalisasi, mulai dari usaha kecil dan menengah yang beroperasi di toko-toko pinggir jalan hingga bisnis berskala besar yang ingin memperkuat infrastruktur pembayaran digital mereka," terang Gojek.

Baca Juga: Bukan dari Facebook Saja, Gojek Juga Terima Dana Segar dari PayPal

Sejak diluncurkan pada 2015, Gojek mengklaim telah membantu ratusan ribu merchant untuk melakukan digitalisasi dan memberikan mereka akses kepada lebih dari 170 juta pengguna Gojek di seluruh Asia Tenggara.

Layanan pembayaran digital Gojek memfasilitasi miliaran transaksi setiap tahun dan merupakan layanan dompet digital terbesar di Indonesia. Sebagian besar dari pencapaian ini adalah kontribusi dari GoFood, layanan antar makanan terbesar di Indonesia dan perluasan cakupan layanan GoPay di sektor lain di dalam maupun di luar ekosistem Gojek.

Gojek merupakan perusahaan Indonesia pertama yang menerima investasi dari Facebook, seiring dengan keinginan Facebook menciptakan peluang bagi dunia bisnis di Indonesia, termasuk melalui layanan instant messaging yang sudah digunakan secara luas yakni WhatsApp.

Baca Juga: Gojek Dapatkan Dana Investasi dari Facebook

"Gojek, WhatsApp, dan Facebook adalah layanan yang penting di Indonesia. Melalui kerja sama, kita bisa membantu jutaan UMKM dan pelanggannya untuk bergabung di komunitas ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," kata Chief Operating Officer, Whatsapp, Matt Idema.

Sementara itu, terkait investasi yang dilakukan PayPal, kedua pihak yakni Gojek dan PayPal menyepakati bahwa layanan pembayaran PayPal akan diintegrasikan ke Gojek.

Kedua perusahaan ini akan berkolaborasi dan membuka akses bagi para pengguna GoPay ke jaringan PayPal yang terdiri dari 25 juta merchant di seluruh dunia.

"Asia Tenggara sedang berada di titik yang sangat krusial dalam proses adopsi digital yang dapat menciptakan kesempatan baru untuk memberikan layanan finansial kepada konsumen maupun penyedia layanan atau merchant yang selama ini belum terhubung ke layanan perbankan," ujar Head of Corporate Development and Ventures for APAC, PayPal, Farhad Maleki.

Adapun perusahaan teknologi global lain yang sudah terlebih dahulu menjadi investor Gojek adalah Google dan Tencent. Dua perusahaan ini telah berkolaborasi di beberapa projek terkait Gojek sejak pertama kali berinvestasi di Gojek pada 2018.

Menurut VP, Payments and Next Billion Users, Google, Caesar Sengupta, inovasi dan teknologi Gojek telah telah memberikan dampak yang luar biasa dan mempermudah hidup sehari-hari masyarakat di seluruh Indonesia dan turut serta dalam mendukung digitalisasi UMKM.

"Kami sangat senang dapat melanjutkan kerja sama ini dan berkontribusi untuk keberlanjutan perjalanan Gojek. Kesuksesan Gojek adalah bukti dari potensi dan kekuatan ekonomi berbasis internet di Asia Tenggara dan inovasi dari ekosistem startup," kata Sengupta.

Sementara, Vice President Tencent Holdings dan Managing Partners Tencent Investment, Jeffrey Li, melihat Gojek selama ini aktif mendukung UMKM untuk dapat menjangkau digitalisasi layanan finansial.

"Kami bangga kembali memperkuat kolaborasi dengan Gojek melalui peningkatan jumlah investasi dan kami berharap dapat melanjutkan kerja sama di masa yang akan datang," ujar Jeffrey Li. [Antara]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS